Puluhan anak dari kampung Dukuh Jurang Indah berkumpul bersama Tunas Hijau di depan Balai Pertemuan RT. I RW. III Jurang Indang, Kelurahan Putat Gede, Surabaya. Kemeriahan dari kumpulan generasi biru tersebut terpancar dari wajah ketika bermain permainan ular tangga lingkungan hidup seri peduli sampah, air dan pohon, Jumat (16/6).

Tak hanya sekedar bermain dan belajar bersama, namun juga dorongan moral dan pendampingan intensif juga dibutuhkan mereka. Pasalnya, sebagian besar mereka berasal dari keluarga ekonomi di bawah rata-rata dan tinggal di lingkungan yang kumuh.

Sampah yang dihasilkan dari sedikitnya 80 keluarga yang tinggal di kampung Dukuh Jurang Indah tidak terolah dengan baik. Hanya ditumpuk lalu dibakar. Sangat mencemari lingkungan maupun kesehatan warganya.

“Sementara ini kami menggunakan alat seadanya untuk pengolahan sampah. Bahkan kami gunakan gelangsing atau karung plastik dijadikan tempat sampah,” terang  Ketua RT I  RW III Dukuh Jurang Indah Susanto. Ditambah keadaan ekonomi warganya dan lingkungan kampung yang terpencil memaksa mereka bertahan dengan seadanya selama ini.

Susanto menyampaikan harapannya untuk mendapatkan pendampingan pengelolaan lingkungan hidup. “Kami berharap adanya pendampingan yang intensif dari Kakak-Kakak Tunas Hijau dan teman-teman yang berasal dari berbagai universitas. Banyak kekhawatiran dari warga saya, salah satunya mengenai pendidikan putra-putri kami. Jika bisa menyisipkan pemahaman cinta lingkungan hidup melalui pembelajaran sekolah atau les alangkah senangnya kami,” terang Susanto yang baru menjabat ketua RT belum genap 1 tahun.

Aksi lingkungan hidup yang digelar di kampung tersebut mengawali program pendampingan yang akan dilakukan Tunas Hijau bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB.

Fany dan Renita bersama anak-anak Dukuh Jurang Indah Surabaya

Simpatisan Tunas Hijau, yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Renita Evalina, berharap aksi lingkungan kali itu bisa menarik minat dan partisipasi dari perangkat kampung seperti Karang Taruna dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK pada program lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Aksi bagi-bagi takjil kepada warga semakin memeriahkan kegiatan lingkungan saat itu. “Agar warganya semakin antusias mengikuti kegiatan lingkungan hidup, kami menyediakan hadiah dan bagi-bagi takjil gratis kepada warga,” terang simpatisan Tunas Hijau dari STT Jakarta Gieofany. Mahasiswa yang akrab disapa Fany ini mengatakan bahwa kegiatan selanjutnya akan semakin meriah dan layak untuk ditunggu.

Satuman, aktivis senior Tunas Hijau, menuturkan beberapa rencana untuk program lingkungan hidup di Kampung Dukuh Jurang Indah. Diantaranya kerja bakti bersama setiap bulan, mendirikan bank sampah, membuat kampung wisata lingkungan dan memberikan keterampilan baru  di bidang pengolahan sampah menjadi barang kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

“Semoga tak hanya Tunas Hijau, PJB maupun Pemerintahan Kota Surabaya tapi banyak elemen masyarakat lainnya mau mendukung program ini,” imbuh pemuda yang gemar wisata kuliner. (one)

Keterangan foto utama: Anak-anak kampung Dukuh Jurang Indah Surabaya diajak mengenal lingkungan hidup melalui permainan ular tangga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *