Wajah penuh optimisme ditunjukkan oleh Susanto, ketua RT 01 RW 03 Kampung Dukuh Jurang Indah pada kunjungan kali ketiga dari Tunas Hijau. Setelah pada pertemuan sebelumnya, gambaran mengenai dinamika pengelolaan lingkungan di kampungnya sudah disampaikan kepada aktivis Tunas Hijau. Kedatangan Tunas Hijau menjadi salah satu peluru motivasi baginya yang bisa digunakan untuk mengajak warganya secara perlahan mengubah “Wajah” kampungnya, Jumat sore (16/06).

Dalam kunjungan ketiga kalinya ini, beragam fakta baru ditemui oleh aktivis Tunas Hijau terkait dengan pengelolaan lingkungan di kampung tersembunyi ini. Seperti tidak adanya tempat sampah yang “Manusiawi” di setiap rumah. Suparni, salah seorang warga mengatakan dalam kesehariannya, sampah yang dihasilkan warga di buang ke dalam karung-karung yang terikat di pepohonan. Karena volume karung yang kurang, membuat banyak sampah tercecer di sekitarnya,” ucap Suparni.

Permasalahan ini membuat ketua RT yang selama 26 tahun berada di kampung tersebut mempunyai rencana untuk menggelar kegiatan kerja bakti. Kerja bakti yang direncanakan mengajak seluruh elemen masyarakat kampung, termasuk karang taruna dan LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung) ini digelar setelah Hari Raya Idul Fitri. “Saya sangat berharap dari teman-teman Tunas Hijau bisa membantu dalam penyadaran masyarakat di kampung ini tentang bahaya sampah saat sebelum kerja baktinya, yakni dengan mengedukasi masyarakat,” pinta Susanto.

Rencana besar tersebut disambut dengan tambahan beragam kegiatan yang bertujuan untuk mengubah wajah kampung agar warganya lebih peduli. Seperti yang disampaikan oleh Satuman, aktivis senior Tunas Hijau, selain membantu dalam pengelolaan lingkungan bersama dengan warga, hal lain yang direncanakan adalah memberikan les gratis atau pembelajaran untuk anak-anak. “Kalau diperbolehkan, kami juga akan memberikan les atau pembelajaran bagi anak-anak kecil, hal ini untuk mendukung program literasi dari kota Surabaya,” ucap Satuman.

Harapan besar benar-benar disampaikan oleh Suwito, petugas kebersihan SDN Pradah Kalikendal I yang juga warga kampung agar rencana pengelolaan lingkungan di kampungnya terwujud. Kunjungan berkelanjutan dan program lingkungan sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk menjaga motivasi mereka berbuat baik di lingkungan. “Kunjungan berkelanjutan dari Tunas Hijau akan sangat memotivasi mereka, terlebih setelah anak-anak sasaran untuk diberikan sosialisasi adalah orang tuanya,” ucap Suwito saat pertemuan dengan Tunas Hijau dan ketua RT.

Yongki Dwi Prasetyo, aktivis Tunas Hijau, mengatakan bahwa Tunas Hijau akan secara optimal membantu mereka. Mulai dari menyuarakan rencana kerja bakti kepada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau untuk membantu menyediakan truk pengangkut sampah. “Kami juga akan mengajak mahasiswa di kampus sekitar untuk mengadakan program bina kampung agar mereka bisa memberikan bantuan berupa fasilitas tempat sampah kepada warga. Kami akan bantu pada proses edukasi dengan mobil edukasi lingkungan Eco Mobile PJB dan mengajak massa sebanyak mungkin saat kerja bakti,” ujar Yongki. (ryn)

 

Keterangan Foto : Dua Mahasiswa STT Jakarta, Renita Evelina dan Gieofany mensosialisasikan bahaya sampah yang tidak diolah dan pentingnya memilah sampah dihadapan anak-anak kampung Dukuh Jurang Indah pada kunjungan ketiga Tunas Hijau program pendampingan kampung, Jumat Sore (16/06).

2 thoughts on “Kampung Dukuh Jurang Indah, Rencanakan Kerja Bakti Pasca Idul Fitri

  1. Ini kedua kalinya saya mengikuti keberadaan Kampung Dukuh Kurang Indah . Kegiatan yang sudah direncanakan oleh Ketua RT paska Idul Fitri untuk aksi kerja bakti sungguh luar biasa. Untuk melakukan suatu perubahan memang dibutuhkan suatu figur yang bisa menjadi motor penggerak. Dengan sang penggerak yang hebat akan membuahkan hasil yang maksimal. Tentu saja hal ini perlu dukungan dari masyarakat setempat.

    Dengan hadirnya Tunas Hijau semoga Kampung ini segera menjadi Kampung yang baik. Dengan gagasan positif dari Tunas Hijau keinginan dan impian Kampung Dukuh Kurang Indah menjadi Kampung yang bersih ,sehat serta perilaku warganya yang peduli lingkungan bisa terealisasi. Program literasi di Kampung ini juga bisa terwujud.
    Kampung ini semakin dikenal di Surabaya. Tersentuh oleh pihak lain di Kota ini.

    Sukses buat Kampung Dukuh Jurang Indah serta Tunas Hijau dengan aktivis yang keren dan luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *