Lahan terbuka hijau milik Novotel Hotel & Suites Surabaya sebesar 70 % dari luas lahan secara keseluruhan. Atau sekitar 2,5 hektar. Potensi yang dimiliki dan satu-satunya hotel di Surabaya dengan luas lahan terbuka hijau yang dimanfaatkan untuk menggiatkan program pelestarian lingkungan. Diantaranya pembuatan lubang resapan biopori.

Kali ketiga ini, Jumat (9/6), Tunas Hijau, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dan Novotel Hotel & Suites Surabaya menggelar aksi ngebor lubang resapan biopori. Aksi biopori kali ini sambil ngabuburit berbuka puasa.

Sedikitnya 100 orang pelajar dan guru tim lingkungan hidup SD, SMP, SMA dan SMK serta anggota Pramuka pangkalan gugusdepan ikut dalam aksi yang dilakukan di sisi depan hotel. Menurut Fifin, HRD Novotel Hotel & Suites Surabaya, aksi pembuatan lubang resapan biopori ini bertujuan untuk meresapkan air hujan sebanyak mungkin ke dalam tanah dan menyuburkan tanah.

Peserta Ngabuburit Sambil Ngebor Biopori setelah aksi dilakukan

Aksi biopori di Novotel Surabaya ini juga ada tujuan utama lainnya. “Fokus kami yang utama adalah mereduksi atau mengolah sampah dapur sisa makanan yang dihasilkan. Lumayan banyak setiap harinya hampir 15 kg,” ujar Fifin.

Pengelolaan food waste di Novotel Surabaya, sudah diatur agar bisa mengarah pada zero waste. Ditambahkan olehnya, bahwa sampah dapur khusus sayuran diberikan kepada kawanan rusa yang ada pada belakang hotel yang ditangkarkan. Sedangkan sisa makanan dari tamu-tamu hotel dan dapur diolah dengan cara dimasukkan ke lubang resapan biopori. “Kami sudah ketiga kalinya melakukan aksi ngebor biopori dan selama ini upaya tersebut efektif bisa mereduksi sampah organik dan menambah kesuburan tanah,” imbuhnya.

Sementara itu, fakta terbaru mengenai kebijakan lingkungan disampaikan oleh Sigit Boediarso, General Manager (GM) Novotel Hotel & Suites Suabaya. Dirinya membuat kebijakan tersendiri terkait dengan pelaksanaan program Planet21 yang menjadi bagian dari program pusat ACCOR Group.

“Kebijakan saya yakni setiap harinya tim khusus yang saya bentuk itu membuat 10 lubang resapan biopori di area hotel setiap harinya. Jadi, setelah adik-adik pelajar selesai buat disini, ya saya teruskan. Karena saya tidak ingin hanya sekedar kegiatan seremonial yang sekali digelar selesai,” ujar Sigit.

Istimewanya lagi, untuk merealisasikan target 2000 lubang resapan di hotel bintang empat ini, Sigit pun sampai harus membeli satu alat bor diesel yang digunakan dengan mudah melubangi tanah berbeda dengan bor biopori.

General Manager Novotel Hotel & Suites Sigit Boediarso ikut serta ngebor biopori

“Kami menargetkan untuk membuat 2000 lubang resapan yang disebar di area hotel. Makanya, saya berencana untuk secara berkelanjutan mengundang pelajar-pelajar yang kesusahan membuat lubang resapan di sekolah karena terbatasnya lahan agar bisa membuat lubang resapan disini. Pasti nilai worth it nya berbeda dari kegiatan ngebor biasanya,” ucap Sigit.

Pada aksi ngebor lubang resapan biopori tersebut, sebanyak 85 lubang resapan baru berhasil dibuat dari yang sebelumnya sudah mencapai angka sekitar 300 lubang. Berbagai respon diberikan peserta kegiatan yang kali pertama bisa ngebor di hotel yang berlokasi di Jalan Raya Ngagel 173-175 Surabaya ini.

Seperti yang disampaikan oleh Amanda Buana, anggota Pramuka Gudep 2372-2373 pangkalan SMPN 12 Surabaya mengaku senang sekali bisa ngebor biopori di hotel. “Senang lah, Kak. Jadi pas saya ngebor bersama teman-teman itu semangat, lalu kalau capek ya saya tinggal swafoto bersama anak-anak dengan begitu semangatnya muncul lagi capeknya hilang,” ucapnya.

Aksi biopori ini dikuti juga oleh anggota Pramuka Gudep 2263-2264 pangkalan SMKN 1 Surabaya, Gudep 2427-2428 pangkalan SMAN 14 dan Gudep 1265-1266 pangkalan SMKN 12. hadir juga tim lingkungan hidup sekolah Surabaya dari SDN Ujung IX, SMAN 12, SMAN 16, SMKN 1, SMAN 14 dan SMAN 11. (ryn/ron)

2 thoughts on “85 Biopori Dibuat Pada Ngabuburit di Novotel Surabaya

  1. Tunas Hijau tak pernah berhenti untuk selalu memotivasi, menginspirasi dan memfasilitasi kita semua menjadi pegiat lingkungan yang tidak setengah-tengah dalam mewujudkan aksi nyata untuk peduli lingkungan. Sebagai manusia yang diberi akal dan kemampuan oleh Allah, kita harus memanfaatkan dan mengelola alam dengan baik dan bijaksana. Kita juga harus menjaga, merawat, memelihara, dan melestarikannya dengan baik. Tidak mengeksploitasi dan merusak alam secara berlebihan, karena semua itu akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Alam harus terjaga keseimbangannya supaya dapat diwariskan ke anak dan cucu kita nanti.

    Bersama Tunas Hijau, kita semua diberi kesempatan untuk mengerti bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan etis dalam relasi dengan alam semesta. Manusia harus berpihak pada alam atau lingkungan dengan bersikap bijak dalam berelasi dengan alam atau lingkungan, tempat ia berada, berpijak dan berelasi. Menjadi bagian dari kegiatan ini merupakan hal yang istimewa, bisa bermanfaat dan selalu peduli pada lingkungan.

    Tetap semangat, Bismillah PASTI BISA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *