VALUE menjadi tagline yang dipilih untuk merepresentasikan Ibis Surabaya City Center Hotel. Alasannya, value yang dalam bahasa Indonesia berarti nilai ini, mampu mewakili visi dan misi dari seluruh karyawan hotel yang menginginkan segala sesuatu yang mereka lakukan mempunyai “Nilai”. Informasi tersebut didapatkan Tunas Hijau dari Boediarso Adi, HRD Ibis Surabaya City Center Hotel paska buka puasa bersama anak-anak Yayasan Nurani Mandiri, Rabu (31/05).

Salah satu komponen value yang menjadi concern management hotel adalah isu lingkungan hidup. Lokasi hotel yang  berada di jantung kota Surabaya dan dekat dengan perkampungan membuat mereka tidak bisa banyak melakukan pengelolaan lingkungan. Pasalnya, tidak ada lagi lahan kosong yang bisa dimanfaatkan. Maka dari itu, isu lingkungan benar-benar dimaknai dan dilakukan dengan cara yang berbeda oleh hotel di daerah Jalan Basuki Rahmat nomor 94 – 96 Surabaya ini.

PLANET 21 merupakan program pusat dari ACCOR Group yang harus dijalankan oleh hotel-hotel yang tergabung dibawah naungannya, termasuk Ibis Surabaya City Center Hotel. Salah satu poin yang ada pada program tersebut adalah nature atau alam. “Dalam nature ini kami memiliki tiga program kegiatan yakni recycle atau daur ulang, food waste dan saving energy,” ucap Boediarso. Salah satu penerapan saving energy yang dilakukan adalah mengganti secara bertahap lampu biasa dengan lampu LED yang lebih hemat energi.

Beragam penerapan gaya hidup ramah lingkungan terus dilakukan oleh management dan seluruh karyawan hotel. Seperti yang disampaikan oleh Boediarso, bahwa penerapan gaya hidup ramah lingkungan di hotel ada pada konsep “green office”. “Kami sudah mendapatkan ISO 14001 mengenai sistem manajemen lingkungan. Jadi, kami sudah melakukan upaya pemilahan sampah yang terbagi atas sampah plastik, sampah kaca, sampah B3, sampah kertas dan kardus. Kami juga mempunyai manajemen pengelolaan limbah B3 sendiri,” ucap mantan HRD Novotel Banjarmasin ini.

Ditambahkan lagi oleh Wahyoening Tri, Financial Controller Ibis Surabaya City Center Hotel bahwa selain konsep “green office”, mereka juga memiliki kebijakan-kebijakan yang pro lingkungan. Seperti kebijakan manajemen pengelolaan food waste. “Kami sadar, food waste masih menjadi kendala yang belum bisa kami optimalkan untuk diolah. Tetapi, kami punya kebijakan yang meminta chef atau kepala koki untuk menghitung secara detail agar sebisa mungkin meminimalisir adanya food waste ini,” ujar perempuan asal Malang.

Sementara itu, disinggung mengenai pembiasaan peduli lingkungan yang biasa diterapkan seluruh karyawan hotel adalah gerakan sejenak memungut. “Saya menghimbau kepada seluruh karyawan untuk langsung memungut sampah yang terlihat di sekitar seperti tisu, bungkus permen tanpa harus menunggu datangnya cleaning service. Jadi siapapun yang melihat adanya sampah langsung harus dengan sigap mengambil, saya pun pernah mengambil sampah seperti itu,” imbuh Boediarso.

Menariknya, demi mempromosikan program PLANET 21, terdapat satu-satunya kamar hotel yang disiapkan untuk tamu dengan konsep ramah lingkungan. Mulai dari ornamen hiasan interiornya, sarana dan fasilitas yang ada disana semuanya mencerminkan gerakan gaya hidup ramah lingkungan bagian dari program hotel.

“Dengan adanya program PLANET 21 ini, rasa kesadaran dan kepedulian dari tamu hotel meningkat. Mereka berasa seperti mempunyai rasa memiliki terhadap hotel bintang tiga ini,” ujar Wahyoening.

Beragam prestasipun diraih oleh hotel yang identik dengan bantal warna merah, biru dan hijau ini atas kerja keras dari realisasi program mereka. Diantaranya adalah penghargaan the winner comfortable Hotel 2017 dan the Cleanest Hotel 2017.

“Rencananya, kami menjalin kerja sama dengan sekolah sekitar yakni SDN Kaliasin VII untuk pengolahan food waste menjadi kompos. Kami akan memberi mereka dua tong komposter sebagai sarana untuk pengomposan. Jadi, setiap harinya kami akan kirim food waste, ini upaya pengurangan food waste kami juga,” ucap Boedi.

Kepedulian lingkungan hidup yang menarik dari hotel ini yang lain adalah pemanfaatan lahan sempit hotel untuk melakukan pembibitan tanaman. “Kami mempunyai gardener sendiri yang bertugas melakukan pembibitan tanaman dan perawatan seluruh tanaman di hotel ini,” terang Boediasro.

Pembibitan tanaman hias yang dilakukan di hotel ini dilatarbelakangi seringnya hotel digunakan untuk acara yang mengharuskan penyediaan taman. “Daripada harus sering beli tanaman di luar, kami melakukan pembibitan tanaman hias sendiri di lahan yang tersedia,” lanjut Boediarso. (ryn/ron)

Keterangan foto: Pembibitan tanaman hias di Hotel Ibis Surabaya City Center

3 thoughts on “Pembibitan Tanaman Hias ala Hotel Ibis Surabaya Center

  1. Jabatan yang dijabati bapak Boediarso sebagai HRD hotel Ibis ini sangat dipergunakan sekali untuk perubahan lingkungan, tentunya di hotel yang dibawahinya. Ia menurut saya sebagai pemimpin yang peduli dengan kawasan sekitarnya, mulai dari penerapan program food waste dll untuk Hotel yang lebih Zero waste tentunya. Sbagai orang dewasa biasanya sangat akuh untuk mengikuti program atau kegiatan yang bisa merubah lingkungan menjadi baik, tetapi dari bapak inilah semua karyawan ikut membantu adanya program yang dibuat Bpk. Boediarso ini. Kegiatan yang dibuat bapak ini juga menjadi kegiatan wajib di sekolah saya “SMPN 40 Surabaya”, yaitu kegiatan sejenak memungut atau kegiatan “SEMUT” yang biasanya siswa siswi sebutkan. Kegiatan ini mungkin tampak sangat gampang dan bisa di lakukan nanti saja, tetapi sebenarnya kegiatan ini sangat penting untuk penghindaran lingkungan kotor disekitar kita.
    Kalau bukan kita?, siapa lagi?
    Salam bumi pasti lestari:)

  2. “Nila” sebuah kata yang sederhana tapi mempunyai makna yang sangat dalam. Nilai-nilai apa saya yang ada dlam suatu organisasi akan nampak jelas dari prilaku para pemangku yang ada di dalamnya. Inilah yag dikembangkan oleh Bapak Budiarso selaku HRD hotel yang yang cukup ternama ini.Dengan nilai-nilai yang ada dan dikembangkan maka hotel tersebut mempunyai merk tersendiri di hati masyarakat yang memanfaatkan jasanya maupun masyarakat yang ada disekitar hotel tersebut, sehingga Nilai positif yang ada di benak masyarakat terhadap hotel tersebut.

    Dengan nilai-nilai yang berwawasan lingkungan misalnya saja mengadakan pembibitan tanaman hias sendiri tentu akan melakukan penghematan yang lauar biasa untuk biaya pengadaan tanaman, disamping itu dengan mengadakan pembibitan sendiri makan akan tahu secara pasti detail dan ciri khusus dari jenis tanaman yang di kembangbiakkan. Inilah kelebihan dari pembibitan tanaman yang dilakukan sendiri.

  3. Program lingkungan tidak hanya diterapkan di sekolah-sekolah. Budaya hidup peduli dan ramah lingkungan tidak hanya milik sekolah-sekolah. Kini gaya hidup peduli dan ramah lingkungan sudah merambah di dunia perhotelan dengan programnya PLANET 21. Tak ubahnya sebuah sekolah yang melibatkan seluruh warganya untuk berperan aktif dan bertanggung jawab dalam melestarikan lingkungan. Di bidang perhotelan pun demikian juga melibatkan seluruh pejabat dan karyawannya. Hotel juga merupakan sebuah institusi yang memiliki siklus seperti sekolah/pendidikan. Di bidang pendidikan ada: kepala sekolah, guru, karyawan, peserta didik, orang tua wali siswa, kantin, penjual, administrasi, dll. Di hotel terdapat: pimpinan, karyawan, para tamu, dapur, administrasi, sarana dan prasarana lainnya. Meski ruang lingkupnya berbeda, namun kedunya sama-sama memproduksi sampah, baik sampah basah maupun sampah kering. Sama-sama mempunyai lahan untuk dihijaukan.Sehingga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk mengolah limbah lingkungan yang dihasilkan di sekolah dan di hotel serta memanfaatkan lahan yang ada untuk dihijaukan.
    *Dunia perhotelan dan dunia pendidikan telah bergandeng tangan untuk melestarikan lingkungan, bersama Tunas Hijau kita pasti bisa*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *