Sebelum menjadi kepala sekolah, sosok yang satu ini getol dalam program lingkungan hidup. Berbekal pengalaman sebagai guru pembina lingkungan di sekolah sebelumnya yakni SDN Gundih, SDN Kandangan III dan SDN Kandangan I, sosok yang dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis, visioner dan disiplin ini mampu membawa perubahan besar di sekolah barunya yakni SDN Babatan V Surabaya. Sosok inspiratif ini bernama Sastro, kepala sekolah yang menjabat sejak 8 Agustus 2014.

Ada yang unik dari sosok kepala sekolah kelahiran Lamogan 48 tahun silam ini. Hal unik tersebut menyangkut kebiasaan yang dilakukannya ketika berkunjung ke luar kota. “Setiap berkunjung ke luar kota untuk urusan dinas maupun bersama keluarga, saya selalu membawa tanaman yang ada di daerah atau kota tersebut. Tanaman tersebut saya bawa ke sekolah untuk ditanam bersama anak-anak,” ujar Sastro.

Sosok ini visinya selalu menekankan pada tujuan dan target yang jelas dalam setiap aktivitas warga sekolah. Tidak hanya itu, kepala sekolah yang memasuki periode pertamanya menjadi nahkoda ini tidak ketinggalan melibatkan partisipasi warga sekolah dalam setiap penerapan kebijakan yang dibuat. “Setiap kegiatan internal maupun eksternal juga selalu melibatkan pasrtisipasi warga sekolah,” kata  Afiq Hakim, salah seorang guru pembina lingkungan SDN Babatan V.

Guru pembina lingkungan sekaligus guru pendidikan jasmani ini mengatakan bahwa banyak perubahan yang dibuat sejak bertugas sebagai kepala SDN Babatan V. “Salah satu perubahan yang paling terasa adalah peningkatan akreditasi sekolah. Dulu, sebelum Bapak menjadi kepala sekolah, akreditasi sekolah kami masih B. Setelah Pak Sastro menjabat dan membuat berbagai kebijakan, akhirnya pada 2016 kami berhasil mendapatkan akreditasi A,” ujar Afiq.

Bukan hanya akreditasi saja, berbagai kebijakan lingkungan mulai disosialisasikan kepada warga sekolah. Mulai dari kebijakan untuk membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah, dan gerakan SEMUT (Sejenak Memungut) sampah yang ada di sekitar. Ada juga pembentukan kelompok kerja lingkungan seperti Pokja sampah, air, tanaman, kompos dan lainnya.

“Sosok Pak Sastro merupakan sosok kepala sekolah yang humble. Beliau mau turun tangan langsung ke lapangan bersama anak-anak. Beliau tidak malu untuk mengambil sampah yang ada di hadapan anak-anak. Beliau juga menghimbau guru-guru untuk melakukan hal yang sama. Pak Sastro juga sering membawa tanaman dari rumahnya untuk ditanam di sekolah. Beliau memberikan contoh langsung kepada kami warganya tentang pembiasaan lingkungan,” ucap Afiq Hakim.

Berbagai kendala masih kerap dijumpai oleh kepala sekolah yang tinggal di daerah Griya Citra Asri saat ingin mengembangkan program lingkungan di sekolah. Diantaranya satu atap dengan SDN Babatan IV.

“Karena lokasi sekolah yang masih satu atap dengan SDN Babatan IV, jadinya setiap kali kebijakan saya berjalan di sekolah, selalu ada siswa dari sekolah sebelah yang masih belum peduli lingkungan. Saya melarang anak-anak membuang sampah sembarang, tapi siswa sebelah yang malah yang ngotori,” ucap Sastro, mantan Guru kelas 3.

Rencananya, kepala sekolah yang pernah menjadi guru berprestasi tingkat nasional ini ingin membuat lubang resapan biopori dan sumur  resapan. “Selain membuat resapan air hujan. Saya juga ingin membuat satu ruangan untuk radio lingkungan. Tujuannya agar segala informasi lingkungan bisa disampaikan langsung kepada warga sekolah. Radio sekolah ini juga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mensosialisasikan kegiatan lingkungan di sekolah,” imbuh kepala sekolah lulusan S2 Universitas PGRI Adi Buana. (ryn)

3 thoughts on “Kepala SDN Babatan V Surabaya Sastro, Peletak Pondasi Budaya Lingkungan

  1. Pemimpin harus berupaya menumbuhkan ide merenungkan masa depan yang inovatif dengan jalan membangun visi, serta membangun konsep menajemen seluruh personil. Kepala sekolah yang inovatif tidak sekedar meminta guru untuk melakukan inovasi, kepala sekolah juga bertindak inovatif kemudian mempraktikannya dalam pengelolaan kelas dan sekolah secara umum.

    Kepala sekolah harus memiliki visi untuk disebarluaskan dan meyakinkan orang lain menjadi sosok yang bisa menemukan cara yang inovatif untuk memperoleh kesuksesan. Tidak merasa takut adanya perubahan. Kepala sekolah berani menghadapi perubahan yang signifikan tentang dunia pendidikan masa kini. Berpikir seperti investor yang berani mengambil resiko. Kepala sekolah harus berani mencari keseimbangan kegagalan dan kesuksesan.Senang mempertimbangkan berbagai usulan gagasan, tetapi tetap nyaman dengan berbagai pemikiran yang menggambarkan kemungkinan kegagalan-kegagalan yang mungkin terjadi.

    Memiliki rencana usulan yang dinamis. Kepala sekolah memiliki usulan yang mudah dilakukan sumbernya tersedia dan rencana itu responsif, terbuka semua kalangan. Kepala sekolah harus brinteraksi dan kolaborasi dengan pihak lain, organisasi masyarakat sebagai mitra. Sehingga bisa bertukar pengalaman dan keterampilan. Kepala sekolah harus siap menerima kegagalan untuk mendorong inovatif. Kegagalan merupakan langkah awal dari perjalanan menuju kesuksesan.

    Pak Sastro adalah salah satu dari sekian banyak pemimpin yang menjalankan amanah dengan baik, mampu memotivasi-menginspirasi dan memfasilitasi. Good Job Pak Sastro, Semoga tetap sehat dan semangat menjadi agen perubahan minimal untuk sekolah dan maksimal untuk masyarakat.

  2. Sosok pemimpin semestinya menjadi yang terdepan dalam segala hal,inilah yang dimiliki oleh Bapak Sastro yang sebelum menjabat sebagai kepala sekolah beliau sudah terpilih sebagi guru teladan tingkat kota, propinsi dan tingkat nasional, sehingga ketika menjadi seorang pemimpin di suatu sekolah memberikan keteladan sebagai seorang yang visioner bukanlah hal yang baru. Semua para guru sudah tahu untuk lolos memjadi guru teladan tingkat kota saja harus bersaing dengan sekian banyak guru yang ada di Surabaya, apalagi di tingkat nasioanal maka bobotnya akan lebih berat tapi itu semua dapat dilalui oleh bapak Sastro ini.

    Berbekal pengalaman yang dimilikinya, beliau mampu menjadi pemimpin yang dapat mrengayomi rekan kerjanya dan memberikan contoh yang positif dalam bidang pengembangan lingkungan. Disinilah Pak Sastro mampu menjadi pioner dalam perubahan di sekolah yang dipimpinnya untuk membenahi lingkungan sekolah yang berbudaya. Beliau tidak sekedar dengan kata-kata akan tetapi mau terjun langsung kelapangan untuk ikut kerja.

    Sukses selalu untuk Bapak Kita yang satu ini.

  3. Sastro nama yang sangat lekat dengan rasa Jawa ,sosok yang bertumpuk kelebihan ini sudah saya kenal sejak remaja.Saat itu menjadi guru di Kecamatan Krembangan.Ramah ,santun ,kreatif,pekerja keras dan disiplin yang sudah melekat padanya dan menyandang Guru prestasi tingkat Nasional dan sudah mendapat hadiah melalang ke manca negara.Walaupun usia masih sangat belia namun kemauan untuk mengikuti program penyelamatan bumi perlu diacungi jempol dan menjadi cermin sekolah sekolah lain .Memang benar pak Sastro selalu membawa oleh oleh berupa bibit atau tanaman yang dianggap di sekolahnya belum ada dan menanamnya sebagai media belajar murid muridnya.Tidak hanya sosok pemimpin yang sebenarnya,pak Sastro juga memiliki ketrampilan menari, sehingga jiwa seni yang similiki mampu mencetak rasa pada dirinya.
    Selamat pak Sastro semoga sekolahnya menjadi sukses di segala bidang dan mampu memotivasi kita semua.Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *