Toilet sehat sering didefinisikan oleh warga sekolah dengan toilet yang bersih, wangi dan terdapat tempat sampah di dalamnya. Namun, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan seperti saluran pembuangan air limbah kamar mandi, ketersediaan slogan lingkungan, perawatan bak kamar mandi dan keberlanjutan pengurasan air di kamar mandi.

Informasi tersebut disampaikan oleh tim juri Lomba Kantin Sehat dan Toilet Bersih Surabaya 2017 saat melakukan pemantauan dan penilaian di 5 sekolah pada hari terakhir penilaian, Kamis (18/5). Evaluasi pasca tinjauan lapangan disampaikan langsung kepada masing-masing kepala sekolah maupun guru yang bersangkutan.

Kelima sekolah yang dikunjungi pada hari terakhir ini adalah SMPN 18, SMPN 31, SMPN 5, SMPN 7 dan SMPN 15. Menurut Saputra, salah satu indikator toilet bersih adalah penyediaan tempat sampah di dalam kamar mandi. “Fungsinya kalau ada siswa putri yang ingin membuang barang ‘privasinya’ kalau tempat sampahnya di luar pasti anak tadi malu,” ucap Saputra.

Ungkapan juri dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Surabaya ini diperkuat oleh Bambang, juri dari Dinas Lingkungan Hidup. Bahwa penyediaan tempat sampah umumnya harus dilakukan di toilet perempuan. Sedangkan di kamar mandi putra bukan suatu keharusan.

“Lain halnya dengan saluran pembuangan air limbah. Salah satu sekolah bahkan pembuangan air limbah kamar mandi di buang begitu saja di salah satu taman belakang kamar mandi,” ujar Bambang. Hari terakhir penjurian ini mendapatkan banyak sekali evaluasi dari tim juri salah satunya adalah kebersihan toilet.

Lain halnya yang disampaikan oleh Muklas, juri dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Muklas  menilai kriteria kantin sehat tidak hanya sekedar dilihat dari jenis makanan yang dijajakan dan adanya slogan lingkungan. Menurutnya, harus ada juga adanya aktivitas lingkungan yang melibatkan partisipasi warga sekolah dalam menjaga kebersihan kantin.

“Salah satu contohnya adalah kegiatan operasi sampah setelah istirahat. Tidak adanya bungkus plastik makanan kemasan sekali pakai membuat kualitas makanan terjaga. Hanya SMPN 5 Surabaya saja yang hari ini menerapkan itu,” ucap Muklas.

Sementara itu, berbagai temuan menarik didapati oleh beberapa juri saat melakukan tinjauan lapangan di beberapa sekolah. Seperti masih banyak toilet sekolah yang minim slogan lingkungan untuk menghemat air, listrik, membuang sampah ditempatnya dan tidak adanya tempat sampah.

“Salah satu dari kami malah menemukan jackpot alias kotoran yang masih belum disiram bersih pada salah satu toilet di salah satu sekolah,” ujar Bambang. Evaluasi yang dilakukan oleh tim juri disambut baik oleh Kepala SMPN 7 Surabaya Yulia Krisnawati. Yulia bahkan langsung mengarahkan beberapa guru terkait untuk mencatat evaluasi yang disampaikan oleh juri.

“Dengan adanya momen penjurian ini, kami serasa diberikan kritik agar kami bisa berbenah untuk menjadikan kantin dan toilet kami lebih baik lagi dan aman bagi warga sekolah. Kantin dan toilet ini hal vital dari anak-anak di sekolah. Kalau sampai anak-anak suatu saat sakit faktor penyebabnya kan bisa jadi karena kondisi toilet dan kantinnya yang kurang sehat dan bersih,” jelas Yulia.

Lomba kantin sehat dan toilet bersih ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka untuk memeriahkan hari jadi kota Surabaya yang ke 724. Harapannya, agar kualitas kesehatan warga melalui sektor sekolah bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tunas Hijau menjadi salah satu juri pada lomba ini. (ryn)

Keterangan foto: Tim juri mengevaluasi jajanan dan minuman yang dijual di salah satu toilet sekolah

3 thoughts on “Temukan Jackpot di Salah Satu Toilet Sekolah

  1. Membaca judul artikel di atas saya jadi penasaran apaka ada sekolah yang toiletnya menyediakan Jackpot, dalam pemikiran saya sekolah tersebut hebat dan luar biasa, sampai-sampai menyediakan Jackpot. Inilah yang membikin penasaran saya membaca artikel di atas karena asumsi saya jackpot sama dengan hadiah, masak menggunakan toilet saja ada hadiahnya, sungguh luar biasa sekolah tersebut, sampai-sampai menyedikan hadiah untuk menjaga kebersihan toiletnya.

    Setelah membaca sampai tuntas saya jadi tertawa sendiri sambil senyum-senyum kayak orang terperdaya……..wk……wk……wk……..ternyata Jackpotnya adalah luar biasa, ini mungkin sekoah korban ketidak pedulian dari warganya sampai-sampai hajatnya tidak disiram dan mendapat sebutan Jackpot oleh para Juri kantin sehat dan toilet bersih.

    Makanya judul kadang kala membikin penasaran si pembaca sehingga si pembaca menjadi tertarik dan ingin menuntaskan semua bacaan yang ada, setlah tahu isinya jadi ketawa sendiri bak orang gila…….heeee………heeeeee,…….. lain kali judulnya yang lebih seru lagi biar pembacanya jadi penasaran.

    Oke selamat dan sukses selalu untuk lomba Kantin sehat dan toilet bersih Kota Surabaya tahun 2017

  2. Pak Janny bisa saja…..setelah saya baca sampai habis baru bergumam……..”Astowfillah…..” Memang menurut saya lagi – lagi toilet.Namun begitu entah kenapa anak- anak sukanya berkunjung ke toilet walaupun mereka tidak buang hajat.
    Membiasakan pemakai toilet khususnya anak2 memang perlu motivasi terus menerus bagaimana mereka menggunakan fasilitas toilet,kega ketersediaan ait dan fasilitas lainnya.Kalau hanya slogan di sekolah belum cukup,sosialisasi juga perlu disampaikan.Kalau boleh saran sementara toilet sekolah itu memang harus ada petugas tersendiri karena kita sebagai KS,guru,bahkan orang tua belum mampu membuat anak2 memiliki tanggungjawab dalam hal membersihkan milik sendiri.”Sungguh sangat penting pendidikan tanggungjawab menggunakan Toilet,baik di rumah,di sekolah maupun di tempat umun”Semoga kita sukses membuat Kantin dan Tilet sehat.Semoga
    tidak terjadi Jackpot2 selanjutnya Amin

  3. Tak mudah mewujudkan toilet bersih dan sehat, karena tidak semua pribadi memiliki sikap peduli dengan toilet setelah mereka menggunakannya. Selama ini keberadaan toilet selalu diabaikan. Bahkan, toilet menjadi salah satu polusi udara ketika kebersihannya tidak dijaga. Gaya hidup bersih dan sehat menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki para siswa. Sebab lingkungan sekolah dengan keadaan yang bersih, rapi, dan hijau, akan membuat nyaman para siswa itu sendiri. Mengajak para siswa kerja bakti rutin dengan jadwal yang ditentukan akan memberi dampak dengan tumbuhnya gaya hidup bersih dan sehat para siswa.

    Kepedulian menjaga kebersihan lingkungan sekolah harus ditanamkan sejak dini. Meski para siswa saat ini sudah cukup merasa nyaman dengan lingkungan sekolah, namun bukan berarti siswa tidak turut serta menjaga kebersihan seperti misalnya di kamar mandi. Semoga kedepan, tidak lagi ditemukan jackpot di toilet sekolah terutama di SMPN 7 atau bahkan mungkin disekolah lainnya. Tetap semangat untuk mewujudkan toilet bersih.

    Be Clean,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *