Kebijakan sekolah untuk mengajak warga sekolah menjaga kondisi toilet tetap bersih dengan penggunaan sandal atau klompen ditemui tim juri Lomba Kantin Sehat dan Toilet Bersih Kota Surabaya di beberapa sekolah pada hari kedua penilaian dan pemantauan lapangan, Rabu (17/05). Tunas Hijau menjadi salah satu tim juri pada lomba tersebut.

Beberapa sekolah tersebut antara lain SMPN 19, SMPN 23 dan SMPN 35. Menurut Bambang, tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, salah satu upaya untuk menjaga kebersihan toilet ya dengan menggunakan sandal atau klompen saat masuk.

“Selain menggunakan klompen, tentunya harus dibarengi dengan aktivitas pembersihan toilet seusai istirahat dan setelah pulang sekolah dengan mengajak partisipasi siswa,” ucap Bambang.

Pada hari kedua penjurian lapangan dilakukan terhadap 11 sekolah. Sekolah tersebut adalah SMPN 45, SMPN 19, SMPN 30, SMPN 23, SMPN 35, SMPN 49, SMPN 17, SMPN 13, SMPN 39, SMPN 48 dan SMPN 12.

Secara keseluruhan kondisi kantin dan toilet kesebelas sekolah ini lebih baik dibandingkan dengan sekolah-sekolah sebelumnya. Bahkan beberapa sekolah mampu menarik perhatian khusus dari tim juri. Diantaranya adalah SMPN 23 yang memberikan kesan hijau pada toiletnya.

Disampaikan oleh Kun Mariyati, guru pembina lingkungan SMPN 23 Surabaya, kepada dewan juri, bahwa tanaman yang ada di dalam toilet tidak hanya sebagai hiasan agar toilet terlihat bagus.

“Lebih dari itu, tanaman yang kami tempatkan di kamar mandi dapat menyerap bau tidak sedap yang biasanya muncul setelah toilet tersebut digunakan,” ucap Kun. Penggunaan klompen sebagai fasilitas kamar mandi juga menambah kesan eco toilet di sekolah yang sebelumnya pernah meraih juara dalam lomba ini.

Mochamad Muklas, perwakilan juri dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh SMPN 19. Tim lingkungan hidup sekolah yang terletak di Jalan Raya Arief Rachman Hakim nomor 103B ini mempunyai SOP (Standar Operasional Prosedur) bagi warga sekolah yang ingin menggunakan kamar mandi.

“Wah, ini salah satu sekolah yang dengan teliti menerapkan kebijakan kebersihan dengan memasang SOP bagi siswa di pintu kamar mandi,” ujar Muklas.

Sementara itu, kritik terhadap beberapa kantin sekolah disampaikan oleh Muklas, staf Dinas Kesehatan  Kota Surabaya ini. Utamanya beberapa sekolah yang terlihat masih menggunakan sedotan, sendok plastik dan kantong plastik kemasan sekali pakai.

“Bu, kalau bisa kurangi ya penggunaan sendok plastik dan sedotan plastiknya ya. Soalnya sedotan dan sendok ini dari plastik daur ulang. Berbahaya bila tercampur dengan panas makanan,” imbuhnya.

Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, mengkritisi kurangnya proses pengolahan sampah di kantin sekolah. Menurutnya, dari beberapa sekolah yang dikunjungi, hanya sedikit yang mau mengolah sampah organiknya dengan keranjang komposter.

“Sayang sekali, banyak sekolah yang belum mengolah sampah organiknya menjadi kompos. Sekolah-sekolah yang sudah mengolah itu diantaranya ada SMPN 19 dan SMPN 23. Selebihnya masih belum. Bahkan untuk pemilahan sampahnya juga belum dijalankan,” ujar Anggriyan Permana. (ryn)

4 thoughts on “Prosedur Toilet di SMPN 19, Eco Toilet SMPN 23

  1. Membaca artikel di atas sudah dapat di apresiasi bahwa sekolah-seklah yang memenuhi standar kanti sehat dan toilet bersih adalah sekolah-seklah yang akatif dalam jang Ecoschol dan Ecopreneur, seperti SMPN 23 yang dibina oleh Bunda Kun Maryati, aktivis lingkungan hidup yang sudah lama berkiprah di lingkungan hidup, maka tidak lah heran bila dewan juri memberikan pada sekolah-sekolah yang aktif dalam kegiatan yang digagas oleh tunas hijau.inilah salah satu kelebihan bila mengikuti kegiatan Tunas Hijau Indonesia, sekolah tersebut di atas akan terbiasa dengan pembuatan takakura, kantin bebas P5, suasana kamar mandi yang hijau dan beberapa slogan-sloganyang berkaitan dengan penghematan energi air maupun listrik,.

    Sekolah-sekolah yag ada di Surabaya ini sebenarnya sudah di undang oleh Tunas Hijau Indonesia untuk mengikuti ajang Eco School maupun Eco Preneur , akan tetapi tidak semua sekolah menyambutnya dengan tangan terbuka, kahirnya apa yang terjadi……..????? ya ini…..ketika ada lomba yang berkaitan dengan lingkungan dan kantin sehat maka kondisi riel lapangan banyak ditemui oleh dewan juri, mungkin……..beda jauh dengan sekolah-sekolah yang aktif mengikuti kegiatan Tunas Hijau Indonesia.

    Semoga kegiatan lomba Kantin Sehat dan Toilet bersih ini menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah di Surabaya untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah masing-masing, bukan sekedar ada lomba, akan tetapi sudah menjadi budaya bersih dan sehat bagi semua warga sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa-siswi , karyawan dan para wali murid yang menyekolahkan putra-putrinya di sekolah tersebut.

    semoga sukses selallu

  2. Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program yang berkelanjutan.

    Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.

    SMPN 19 dan SMPN 23 adalah salah satu Sekolah berwawasan lingkungan hidup, sekolah yang menerapkan nilai-nilai cinta dan peduli lingkungan pada warga sekolahnya. Pengajaran yang berbasis lingkungan dan kesadaran warga sekolah akan pentingnya lingkungan merupakan bagian terpenting dari sekolah berwawasan lingkungan hidup. Untuk menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan hidup bukan hal yang sulit, asalkan ada niat dari warga sekolah.

    Keep your spirit SMPN 19 and SMPN 23, Good Job for all.
    Make a better place for you and for me and the entire human race #Heal the World by Michael Jackson.

  3. Sekolah merupakan rumah kedua bagi warga sekolah. Sekolah merupakan tempat untuk melakukan suatu perubahan. Perubahan dari hal yang tidak baik menjadi baik. Dari tidak tahu menjadi tahu. Tempat belajar bagi warga sekolah. Tempat yang sehat, kondusif akan menopang keberhasilan belajar itu sendiri. Untuk itu kondisi sekolah yang sehat dan bersih sangat dibutuhkan.

    Menciptakan sekolah yang sehat dan bersih bukan hal yang mudah. Mengajak warga sekolah untuk merealisasikan sekolah yang sehat dan bersih juga hal yang mudah. Diperlukan keuletan, kerja keras semua pihak . Toilet dan kantin bagian yang penting bagi sekolah. Toilet dan kantin salah satu tolok ukur sekolah yang sehat dan bersih.Lomba toilet dan kantin sehat sangat mendukung .

    Bukan hanya saat dijuri toilet dan kantin harus bersih dan sehat. Setiap hari sebaiknya toilet dan kantin dalam kondisi sehat dan bersih.Penggunaan plastik memang harus dikurangi , pengolahan limbah Kantin sebaiknya harus dilakukan. Demikian perilaku pemilahan sampah hasil kantin juga sudah diterapkan. Memang tidak mudah melakukan itu semua. Lingkungan sekolah ditinjau dari lingkungan sekitar sekolah menurut saya memberikan andil yang cukup berarti.
    Akan tetapi sekali lagi kita semua harus bahu membahu mengajak warga sekolah utamanya untuk menyadari betapa pentingnya toilet dan kantin yang sehat dan bersih.Buat sekolah yang sudah menerapkan toilet dan kantin sehat kami apresiasi yang tinggi seperti SMPN 19 dan SMPN 23.

    Buat sekolah lain mari kita semua terus menggelorakan semangat peduli lingkungan. Mengajak semua warga sekolah untuk terus peduli lingkungan. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih salah satunya toilet dan kantin yang sehat. Semoga kita semua terus diberikan kesehatan dan kesabaran untuk menjaga lingkungan hidup kita.

  4. Kantin Sehat dan Toilet Bersih merupakan cermin dari sebuah sekolah yang bergengsi dari sudut pandang lingkungan. Padahal kantin dan toilet adalah bagian terkecil dari sebuah bangunan gedung sekolah, namun keduanya jadi sorotan publik dan seolah sebagai tolok ukur penilaian dari sebuah lembaga pendidikan tersebut. Untuk mewujudkan dua sarana prasaran sekolah yang sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat, bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan kerja sama yang solid, tatib/SOP yang jelas dan tegas, peran serta dari semua pihak. Jika semua aspek dan semua pihak mendukung maka terciptalah ‘Kantin Sehat dan Toilet Bersih’ yang menjadi dambaan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, hingga wali siswanya, dan akan menebarkan pesonanya kepada masyarakat. Itulah yang telah dibuktikan oleh SMPN 19 dan 23.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *