Kesan toilet siswa di sekolah mempunyai predikat tidak terawat bila dibandingkan dengan toilet guru. Terlebih lagi bila dibandingkan dengan toilet siswa putra. Toilet siswa putra jauh dari kata bersih apalagi wangi. Bahkan kelengkapan seperti keset, penerangan, sirkulasi udara dan sabun hampir susah ditemui di toilet siswa putra.

Namun, tidak semua sekolah di Surabaya seperti itu keadaannya. Pasalnya, beberapa SMP negeri mematahkan fakta tersebut seperti SMPN 3, SMPN 4, SMPN 1, SMPN 6 dan beberapa sekolah lainnya di Surabaya.

SMPN 3 Surabaya merupakan salah satu sekolah dengan bangunan cagar budaya. Detailnya penilaian lomba toilet bersih dan kantin sehat, menurut Yusnia Dwi Anggraini, juri perwakilan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, sama sekali tidak mempermasalahkan jika terdapat sekolah yang sedang pembangunan maupun terkendala dengan bangunan gedung cagar budaya karena permasalahannya pada kebersihan dan kelayakannya.

Menariknya, meski jumlah toiletnya terbatas, tapi kondisi toilet siswa perempuan di SMPN 3 sangat harum. Betapa tidak, karena setiap toilet tersebut terdapat wewangiannya. Setiap toilet terdapat wawangian yang digantungkan. Selain wangi, slogan-slogan ajakan peduli lingkunganpun tertempel dengan rapi.

Slogan tersebut juga tercermin sesuai dengan keadaannya yang bersih. “Namun perlu diberikan keset, Pak. Tanpa itu di lorong sekolah terlihat cap sepatu yang dapat mengotori lantai Pak,” saran Nur Indah Agustin, perwakilan juri dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Sementara itu, salah satu kantin yang membuat tim juri melongok yaitu kantin Gathotkoco SMPN 4. Kantin tersebut berada di atap gedung alias rooftop canteen. Kantin ini disertai hiasan ala joglo dengan bambu. Selain itu, kantin SMPN 4 tetap melekat predikat kantin ramah lingkungan. Mulai dari makanan minuman bebas kemasan plastik nan sehat, tidak menyediakan sedotan, menggunakan tempat makan minum yang bisa digunakan berkali-kali, sekaligus hemat energi listrik karena sudah ada penerangan alami.

Begitu juga kantin SMPN 37, sekolah yang berlokasi di Jalan Kalianyar 18. Demi terciptanya kantin yang layak, mereka rela merobohkan sebuah bangunan yang dimanfaatkan menjadi taman dan tempat makan minum.

Keranjang pengomposan yang dikenal dengan keranjang takakura bukan hiasan tapi harus digunakan untuk mengolah sampah organik khususnya sisa makanan

“Tempat makan yang gabung dengan taman itu sangat bagus. Tapi kantinnya sendiri, mulai dari tempat berjualan, cara dan air cuci piring atau perabotan masak lainnya dan pengolahan limbahnya harus ditata sedemikian mungkin agar siswa terasa nyaman dan tidak panas,” ujar Sutrisno, perwakilan juri dari Dinas Lingkungan Hidup Surabaya.

Sedangkan pendapat dari perwakilan juri dari Dinas Pendidikan Kotas Surabaya, Juwanto, kebanyakan jumlah toilet di sekolah-sekolah memang kurang jumlah untuk memenuhi sebanyak siswa. Stardarnya 1 toilet putri untuk 25 siswi, sedangkan 1 toilet putra untuk 30-40 orang.

Begitu juga dengan kantin, luasnya kantin tak dapat menjangkau seluruh murid. Banyaknya jumlah siswa atau warga sekolah harus sebanding dengan luasnya kantin, jika itu tak terpenuhi maka ketika istirahat siswa ke kantin akan membludak.

“Ya biasanya terkendala karena luas lahan yang tidak memadai untuk dibangun toilet baru. Bisa juga karena bangunan sekolahnya adalah cagar budaya jadi susah untuk dirancang desain bangunan baru. Namun Pemerintah Kota Surabaya akan terus melakukan pembangunan dari segala sektor pendidikan. Artinya pembangunan disini tidak hanya dari segi fisik, bisa juga dari jiwa dan pola pikir yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Satuman, perwakilan juri dari Tunas Hijau, menambahkan peran penting keranjang komposter saat ini. Barang sakti yang kesaktiannya bukan karena bisa menghilang  namun karena sering hilang atau berubah fungsi karena subyek yang diberikan tanggung jawab mulai malas atau terlalu sibuk dengan pekerjaannya rutinitasnya.

“Banyak sekolah yang menjadikannya sebagai tempat sampah non organik maupun organik, prasasti dan ada juga sebagai formalitas untuk simbol saja. Sehingga fungsi utamanya berubah.  Media pengolahan sampah organik khususnya sisa makanan menjadi kompos ini harus digunakan optimal,” terang Satuman, aktivis senior Tunas Hijau. (one)

Keterangan foto utama: Pengharum ruangan perlu diletakkan di toilet agar harus dan tidak bau pesing

3 thoughts on “Wewangian Toilet, Kantin Paling Tinggi, dan Robohkan Gedung Demi Toilet Bersih 2017

  1. Memang semestinya lembaga pendidikan adalah lembaga untuk mendidik semuanya, mulai dari pembiasaan untuk hidup sehat dan bersih sampai mendidik mejadi manusia yang unggul dalam bidang pengetahuan dan teknologi, aklak dan budi pekerti. inilah semestinya fungsi lembaga pendidikan.
    Ketika menyangkut hidup sehat dan bersih langsung pkiran kita tertuju pada kantin dan toilet, gambaran inilah yang ada dalam kenyataan hidup di lingkungan sekolah. yang bersih bukan hanya runag kelas, runag guru, halaman dan kebun, akan tetapi tercermin di toilet yang ada di sekolah tersebut. coba bayagkan saja dengan jumlah 1000 siswa lebih dari setiap SMP yang ada di Surabaya, kalau toiletnya terbatas dan tidak bersih tentu akan berdampak pada kesehatan para siswanya, fakta iniah yang ada di lapangan ketika para dewan juri mengadakan penilaian. Kondisi toilet siswa laki-laki yang kelihatan kurang terjaga kebersihannya tentu dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar untk kelas yang ada disebelahnya. atau sedikit banyak akan menjadi kendala ketika para siswa akan buang air kecil di kamar kecil.

    Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan lomba semacam ini menjadi perhatian bagi para pemangku pendidikan bahwa kebersihan kantin dan toilet juga sangat penting untuk menunjang kesehatan sekolah.

  2. Eco Toilet menjadi permasalahan yang sampai saat ini perlu mendapat perhatian yang serius baik dari pengelola.Selain butuh tenaga khusus menangani toilet juga pembiasaan dan kepatuhan bagi anak2 dalam menggunakan fasilitas toilet.
    Menurut saya pengguna fasilitas toilet itu betul- betul patuh dengan peraturan dan peraturan itu dipampang di sekitar toilet,disosialisasikan,dipantau,dievaluasi dan ditinjaklanjuti.Kami merasakan betapa susahnya anak2 diajak untuk patuh peraturan,senangnya melanggar.Namun kita sebagai pendidik harus tetap memberi pembiasaan secara terus menerus,karena pembiasaan itu perlu waktu dan keteladanan ,tidak mudah seperti membalik tangan.Ayo para guru kita jadi teladan untuk membudayakan hidup bersih( TOILET CLING DAN WANGI)

  3. Mungkin karena dinggap telah ada petugas kebersihan maka Kebersihan toilet sering kali terabaikan, apalagi toilet tersebut adalah toilet umum yang tidak mempunya petugas kebersihan yang resmi. Nah, karena memang toilet ini berkaitan erat dengan tempat pembuangan ‘limbah’, maka sanitasi toilet sering sekali terabaikan. Mungkin dalam benak kita, untuk memperoleh sanitasi yang baik akan membutuhkan biaya yang besar sekali.

    Persepsi ini keliru. Biaya besar memang akan membuat toilet Anda tampak indah, tapi belum tentu sanitasinya. Baik tidaknya sanitasi pada toilet tidak bergantung pada seberapa indah toilet Anda. Kamar mandi merupakan ruangan yang tak kalah pentingnya di setiap rumah atau di sekolah. Selain kebersihannya, kesegaran dan kenyamanannya juga perlu diperhatikan. Salah satu cara efektif dan mudah untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan pengharum ruangan untuk menyegarkan udara.

    Event ini memang istimewa, menjadikan semua lembaga sekolah lebih bersemangat untuk mewujudkan aksi nyata Toilet Bersih. Meski tak mudah mewujudkan toilet bersih, tapi tidak ada yang tidak mungkin.
    Kita bisa melakukannya, bukan hanya karena KITA MAMPU tapi juga karena KITA MAU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *