Pemantauan lapangan perkembangan proyek lingkungan hidup calon Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 sudah dilakukan selama dua pekan. Berbagai temuan lapangan pun didapati oleh tim pemantau lapangan Tunas Hijau.

Diantara temuannya adalah masih banyaknya potensi calon Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk lolos pada tahapan keempat ini. Berdasarkan banyaknya saran yang disampaikan oleh beberapa orang guru pembina dari beberapa sekolah dan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan oleh Tunas Hijau.

Beberapa nama calon Puteri Lingkungan Hidup yang berpotensi mendapatkan kesempatan kunjungan atau pemantauan proyek lingkungan hidup mereka di sekolah maupun rumah adalah Nayla Rizka Zakia, nomor urut 116 dari SDN Ujung IX Surabaya dengan proyek memanfaatkan lahan kosong di sekolah.

Ada juga Alysa Anastasia, nomor urut 170, dari SDN Kaliasin III dengan proyek penangkap nyamuk alami. Isnaini Saputri, nomor urut 56, dari SDN Kapasan V dengan proyek lingkungan pengomposan dengan media keranjang komposter. Juniar Rosidar, nomor urut 196, dari SDN Kaliasin VII dengan proyek lingkungan Biopori.

Ni Luh Made Anindya, nomor urut 96, asal SDN Tanah Kalikedinding I dengan proyek pemanfaatan sampah organik. Serta Amalia Nur Azizah, nomor urut 74, asal SDN Tanah Kalikedinding I dengan proyek budidaya tanaman jahe.

Disampaikan oleh Satuman, aktivis senior Tunas Hijau, bahwa akan diadakan tinjauan atau pemantauan kembali terhadap nama-nama calon Puteri Lingkungan yang mendapat kesempatan kedua atau “Wild Card”.

“Peserta yang mendapat kesempatan kedua akan kami pantau perkembangan proyeknya, sampai sejauh mana mereka mengembangkan proyeknya. Kalau memang hasilnya luar biasa ya masih ada kesempatan untuk ikut tahapan selanjutnya, tetapi kalau biasa atau dibawah standar dari peserta yang sudah lolos seleksi ya tidak bisa,” ucap Satuman.

Adanya Wild Card bagi peserta potensial yang memiliki kesempatan kedua ini membuat aroma kompetisi program Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 diminta untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan proyeknya.

“Kalau dari kandidat penerima Wild Card ada yang memang layak ke tahapan selanjutnya, ya kami akan memilih dari sekian banyak calon Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 untuk masuk ke tahapan berikutnya yakni karantina pangput,” ucap Anggriyan.

Jadwal pemantauan ulang untuk peserta PangPut kategori calon Puteri Lingkungan Hidup 2017 ke sekolah akan dilakukan dalam pekan ini atau pekan depan. Harapannya, setiap peserta penerima Wild Card bisa mempersiapkan diri dan proyek lingkungannya.

“Karena kami akan menilai perkembangan proyek mereka berdasarkan intensitas, dampak dan perkembangan proyek lingkungan itu sendiri. Jadi ya harus dipersiapkan kalau mau bersaing dan lolos,” imbuh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau. (ron)

5 thoughts on “Wild Card Pantau Lapangan Calon Pangput LH 2017 yang Belum Lolos

  1. OPINI ECO PRENEUR TUNAS HIJAU SURABAYA TAHUN 2017
    Perkembangan dan peningkatan Ekonomi di kota Surabaya dari berbagai segi memang patut diacungi jempol. Kiprah Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya,PLN, PDAM dan para pengusaha yang sangat peduli terhadap perbaikan taraf ekonomi yang terintegrasi dengan penyelamatan Bumi. Melalui kegiatan Eco Preneur Sekolah SD,SMP di Surabaya dapat mengembangkan potensi kewirausahaan. Sekolah mampu menyusun Struktur Perusahaan, mulai dari Direktur ,Komisaris sampai pada staf-stafnya.Anak dilatih untuk berperan sebagai pemimpin perusahaan , sebagai produsen makanan olahan, recikle, marketing, sampai pada menghitung laba dan rugi.
    Sejak tahun 2013 SDN Kaliasin I sudah bergabung dengan Tunas Hijau dalam kegiatan Eco Preneur.Sampai saat ini tahun 2017 ini kami atas nama SDN Kaliasin I sangat mendukung Eco Preneur yang dilaksanakan Tunas Hijau Surabaya.Mula-mula sekolah hanya memiliki sarana dan prasarana yang sangat terbatas,berkat kerja keras Tim Work dari para guru,karyawan,murid sampai orang tua wali murid,perusahaan Eco Preneur SDN Kaliasin I semakin berkembang.
    Beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan diantaranya, produsi kompos yang bahan bakunya berasal dari sampah organik yang diperoleh dari sampah daun,sisa makanan kantin yang ada di sekolah sampai pada kegiatan grebek sampah di pasar untuk memenuhi biopori,takakura maupun tong-tong ierob yang ada.Dengan adanya Pojok Kompos yang berukuran 1 m3 tahun 2017 ini hasilnya meningkat 30%.Produksi Recikle meningkat siknifikan mulai dari jenis produksi sampai penjualan meningkat 35 % dari tahun kemaren. Perusahaan harus pandai menangkap peluang yang ada. Ternyata peluang itu ada di depan mata kita.Perusahaan Eco Preneur SDN Kaliasin I bekerja sama dengan orang tua wali murid yang sangat sibuk dengan tugas-tugasnya yang tidak bisa menyediakan sarapan pagi kepada putra putrinya, Produk makanan Eco Preneur Kalsa Kompanylah mampu menggantikan peran orang tua untuk menyediakan sarapan pagi yang bebas 5 P yang digelar setiap jam istirahat. Prosedur penyediaannya sudah masak dari rumah dan pelayanannya dibagi tugas kepada guru yang jamnya kosong.Dari hasil produksi makanan meningkat 60 %.Masih ada produk makanan dan minuman yang diproduksi Kalsa Kompany seperti JAKSA ( Jahe Kalsa ) ASERE ( Apel Sere ) yang dapat menetralkan nyeri di persendian.
    Eco Preneur Kalsa Kompany juga ikut menggalang dana korban bencana alam Nganjuk dan Ponorogo.Berkat bantuan pakaian layak pakai dari para siswa mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 yang digelar di Taman Mundu dan Taman Bungkul langsung diserbu para pengunjung.Saya sebagai Kepala Sekolah sangat kagum kepada para guru dan murid dalam mempromosikan dagangan,sehingga dengan sekejap sudah memperoleh hasil yang luar biasa.Sampai pada batas waktu yang ditentukan Tunas Hijau Kalsa Company mampu menggalang dana sebesar Rp. 3.145.000. dan pada tanggal 10 Mei yang lalu masih memperoleh Rp. 250.000,- yang akan disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.Semoga dari sedikit yang kita lakukan dapat membantu meringankan penderitaan sesama amin.
    Untuk mengembangkan perusahaan,Kalsa Company menjalin kerja sama dengan sekolah sekolah dan lembaga instansi-instansi.Tahun ini 2017 Kalsa Company menambah mitra kerja dengan Polsek Genteng,Polsek Dukuh Pakis ,Polsek Sukomanunggal.Juga pada saat ngebor bareng di Masjid Al Akbar tanggal 26 April Kalsa Company bertemu dengan beberapa JM dan Karyawan hotel Novotel Gubeng yang mana sangat tertarik dengan kegiatan yang dilakukan SDN Kaliasin I tentang penanganan pembuangan sisa makanan dari hotel.Menurut cerita dari mbak Fifin asisten bapak Sigit selaku JM. Novotel bahwa selama ini untuk menyimpan sampah sisa makanan memerlukan ruang ber AC yang berkapasitas besar agar tidak menimbulkan bau yang menyengat sebelum diambil oleh petugas sampah.Sehingga pada tanggal 28 April 2017 Kalsa diundang untuk memberikan pelatihan kepada karyawan sekaligus melakukan kerjasama dan penandatanganan MOU, yang melibatkan 50 murid peserta Eco Preneur dan Pangeran Putri LH 2017, 7 guru dan karyawan serta karyawan/karyawati hotel kurang lebih 20 orang.Saat SDN Kaliasin I bersama Hotel Novotel melangsungkan penandatanganan MOU di sekitar Kolam Renang hadir pula Bapak Zamroni Presiden Tunas Hijau Surabaya.
    Sambuatan fihak hotel sangat luar biasa, bahkan sebelum kita datang lokasi pengeboran sudah disiapkan lokasi yang di pasang pancang ( tanda ) untuk lobang biopori.Target saat itu 200 lobang, namun karena tanahnya keras dan bagian bawah ada bekas cor, target tidak terpenuhi. Saat itu hanya berhasil 14 lobang saja.Setelah kita melakukan evaluasi terkait dengan keadaan tanah, JM Novotel Bp.Sigit menyampaikan bahwa kita harus beli Bor Hidrolis 2 buah yang nota bene per buah harganya 3 juta rupiah.Setelah proses kegiatan ngebor selesai anak-anak diberikan kesempatan untuk berenang gratis.Menurut penjelasan dari fihak hotel tiket masuk kolam rengan Rp.100.000,-Dengan demikian fasilitas yang diberikan kepada tim Eco Preneur untuk berenang sebesar 50 x 100.000 ribu ( Rp.5.000.000 ).Bahkan kami para guru mendapat focer menginap semalam untuk 30 orang yang batas waktunya sampai bulan Desember. Dengan demikian kita dapat memetik hikmahnya bahwa jika mau melakukan sesuatu yang bermanfaat dengan tulus dan ikhlas, Allah akan memberikan peluang itu langsung di depan mata.Mau mencoba!!!!!!
    Dengan berkembangnya Tunas Hijau Surabaya yang dipendegani oleh Bapak Zamroni ,berkembang pula Eco Preneur Kalsa Company yang luar biasa sehingga berkat kerja keras,keuletan dan kreatif stik holder SDN Kaliasin I alhasil yang diperoleh di tengah perjalanan mencapai Rp. 29.688.000. yang mana pada tahun 2016 sampai akhir perjalanan menghasilkan Rp. 25.000.000.- meningkat 18,752 %.Mudah-mudahan ilmu yang Tunas Hijau berikan menjadi bekal bagi anak-anak di masa mendatang dalam kehidupan yang sebenarnya.Akhirnya Kalsa Compny menyampaikan beribu terima kasih.
    SUJILAH, S.Pd, M.Si
    SDN KALIASIN I SURABAYA

  2. WILD CARD PANTAU LAPANGAN CALON PANGPUT LH 2017 YANG BELUM LOLOS

    Ada pepatah yang mengatakan “kesempatan tidak datang dua kali”. Pesimisme muncul ketika seseorang melewatkan sebuah kesempatan dan kemudian mengingat atau mendengar pepatah tersebut. Namun, tidak selamanya itu benar. Kesempatan bisa saja datang dua kali bahkan lebih. Dan Tunas Hijau sudah membuktikannya bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

    Wild Card untuk Putri Lingkungan yang belum lolos adalah bukti bahwa Tunas Hijau sangat mengapresiasi setiap jerih payah dari setiap Proyek Lingkungan yang sudah dilakukan, dan semoga kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para Putri Lingkungan.

    Terima Kasih untuk kesempatan ini semoga Nayla Riska Zakia yang juga menjadi Staff Arjulan Company mampu melakukan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik.

    Tetap Semangat, Bismillah PASTI BISA

  3. Kesempatan selalu ada, hal inilah yang dilakukan oleh Tunas Hijau dengan program pangputnya yang memberikan kesempatan lewat Wild Card untuk Putri lingkungan yang belum lolos. Kesempatan ini diberikan dengan maksud untuk para pangput berusha lebih baik dan lebih baik lagi dengan proyek yang dikerjakannya untuk bisa lolos dalam program karantina selanjutnya.

    Peluang wild card ini mudah-mudahan menjadi kesempatan emas bagi pangput yang sudah diumumkan oleh tunas hijau di web tersebut di atas Untuk menunjukkan jati dirinya bahwa mencintai lingkungan itu hendaknya dengan jiwa dan cinta yang total sehingga akan mewujudkan sebuah karya yang penuh dengan cinta lingkungan.

  4. Kesempatan itu selalu ada jika kita selalu berupaya untuk mencari peluang, namun kesempatan itu tidak datang dengan sendirinya secara tiba-tiba tanpa adanya jerih payah dan perjuangan. Tergantung dari kita untuk memanfaatkan kesempatan itu ketika dia berada di depan mata. apakah kita akan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya ataukah kita mengabaikannya? Adik-adik Pangput yang masuk dalam ‘Wild Card’ tunjukkan bahwa kalian ingin berkiprah secara total untuk melestarikan lingkungan melalui ajang Pangput Lingkungan Hidup 2017 bersama Tunas Hijau.
    *Di pundak kalianlah kelestarian negeri ini dititipkan, maka jaga dan lestarikan keberadaannya*

  5. Kegagalan adalah keberhasilan tertunda.Anak-anak tetap semangat dalam menyelamatkan bumi tercinta ini.Lakukan aja terus menerus dengan tulus.Suatu ketika kita akan memetik hikmahnya.Ayo para aktifis lingkungan ajak sekolah -sekolah di sekitar kita mendukung Tunas Hijau melalui program2 yang dilaksanakan.Pangput melatih membuat proyek,Eco School melatih hidup bersih,Eco Preneur melatih berwira usaha.Lengkap sudah pembelajaran yang dapat kita petik untuk menjadi insan yang mandiri dan sempurna.Tetap Semangat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *