Sudah dua tahun ini dirinya mendapatkan amanah sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19 Surabaya. Dia bersyukur mendapatkan amanah itu, karena menjadi media dakwahnya untuk selalu menjaga bumi dan seisinya sesuai Q.S Al A’raaf 56. Dian Rahmawati, namanya. Sehari-seharinya, Dian adalah guru SMPN 19 Surabaya.

Disampaikan oleh Dian Rahmawati bahwa banyak tantangan yang dialami selama ikhtiar (berusaha) melaksanakan amanah sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19 Surabaya. “Tantangannya yaitu apabila mengajak kebaikan ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Terkadang muncul tidak sabarnya. He..he..,” kata guru kelahiran Surabaya 22 Oktober 1965.

Selama menjadi pembina lingkungan hidup, dia berusaha keras melaksanakan program lingkungan hidup berkelanjutan di dalam sekolah. Dian juga berusaha aktif berpartisipasi pada kegiatan lingkungan hidup di luar sekolah. Dian selalu ikut serta, meskipun tidak dengan banyak siswa kader lingkungan hidup SMPN 19 Surabaya karena banyak berhalangan. Diantaranya aksi ngebor biopori pada akhir November 2016 dan Januari 2017, serta tanam mangrove Hari Bumi 2017 lalu.

Mengenai program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2017, yang SMPN 19 Surabaya terlibat aktif, Dian mengatakan bahwa perusahaan siswa sekolahnya aktif produksi. “Perusahaan siswa SMPN 19 kami terus melakukan penjualan es krim sukun dan sayurpot seperti cabai, jeruk nipis, sawi dan kenikir. Kami juga sering menjual sampah kering, karya 3R dan hasil hutan,” kata Dian.

Hasil hutan yang dimaksud Dian diantaranya adalah telor ayam kate, sukun, kacang panjang dan daun pepaya. “Alhamdulillah kami juga produksi kompos takakura sejumlah 360 kg dan kompos aerob sebanyak 100 kg. Semuanya ada pembukuannya,” terang Dian Rahmawati. Pelanggannya sementara ini adalah guru-guru karena mudah pemasarannya.

Sedangkan pemasaran untuk es krim sukun sudah dilakukan di luar sekalah, yaitu kantor Kelurahan Sukolilo, kampung Deles dan tamu Hotel Bisanta. “Untuk bahan sukunnya asli dari pohon kami ada 3 yang siap diolah. Tapi pernah juga beli di pasar karena pas butuh untuk stok banyak, ternyata buah yang di pohon belum tua,” kata Dian.

Guru yang tinggal di Jalan Kendalsari I/62 Surabaya ini tidak hanya aktif sebagai pembina lingkungan hidup di SMPN 19. Dian juga aktif sebagai sekretaris bank sampah di kampungnya. “Bank sampah kampung saya buka setiap Ahad pukul 09.30 – 11.00 WIB, kecuali Ahad ke-3. Selama bulan Romadhon libur,” ujar Dian.

Bank sampah yang dikelola Dian di tempat tinggalnya itu awalnya memiliki nasabah sekitar 46 orang. “Akhir-akhir ini merosot menjadi 18 orang saja. Penyebabnya, ibu-ibu membandingkan dengan harga rombeng yang jauh lebih mahal. Sedangkan kami menggunakan harga yang ditentukan oleh Bank Sampah Bina Mandiri, sehg banyak yang lari ke rombeng,” ujar guru yang pernah mendapat penghargaan Eco Teacher (Junior) of the Year 2015 ini.

Dijelaskan oleh Dian bahwa di bank sampah, mereka harus memilah dulu sampahnya. “Kebanyakan ibu-ibu malas. Akhirnya pengurus yang memilah. Semoga perjuangan ini bisa bertahan atau bahkan meningkat,” jelas Dian Rahmawati. Untuk bank sampah di kampung tempat tinggal Dian ini, rencananya pembagian uang kepada nasabah akan dilaksanakan menjelang lebaran ini.

Bagi Muhammad Nasruddin, siswa kader lingkungan hidup SMPN 19, Dian Rahmawati adalah guru yang sangat peduli lingkungan. “Bu Dian itu sregep (giat) mengurusi lingkungan hidup. Bu Dian itu contoh dan teladan bagi siswa SMPN 19 Surabaya karena kepedulianya terhadap lingkungan itu luar biasa besar,” ujar Nasruddin.

Menurut Nasruddin, Dian tidak segan menegur warga sekolah yang masih nyampah atau bahkan tidak menerapkan zero waste di sekolah. “Bu Dian tidak hanya mengajak siswa- siswi SMPN 19 Surabaya untuk peduli lingkungan tapi juga mengajak dan menegur agar tetap urusan sholat yg nomer 1,” terang Nasruddin. (ron)

7 thoughts on “Dian Rahmawati, Aktif Lingkungan Hidup sebagai Media Dakwah

  1. Manusia mendapatkan julukan makhluk sosial yang dimaknai sebagai ketergantungan manusia dengan manusia lain adalah terlalu sempit. Sejatinya manusia juga sangat bergantung pada alam dan lingkungan sekitar. Sehingga, mau tidak mau, kelestarian dan kebersihan lingkungan juga menjadi tanggung jawab manusia.

    Sesungguhnya manusia diciptakan sebagai seorang Khalifah atas segala sesuatu yang Allah ciptakan di bumi ini. menjaga lingkungan sekitar merupakan salah satu cara untuk bersedekah. Apabila kebermanfaatannya bisa terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin Allah SWT memberi ganjaran kebaikan sebagai buah dari amal jariyah. Sebab pada dasarnya, menjaga kebaikan alam semesta manfaatnya bukan hanya akan dirasakan oleh diri sendiri.

    Manusia yang percaya dan patuh pada keteladanan Rasulullah dalam menjaga kebersihan untuk kebermanfaatan bersama pasti tidak pernah merugi. Dalam diri sudah seharusnya jika semangat merealisasikan ‘kebersihan merupakan sebagian dari iman’ bukanlah sekedar kata-kata. Menjaga kelestarian lingkungan sangat bisa dijadikan ladang amal kebaikan.

    Good Job Bu Dian, semoga kita semua bisa menjadikan lingkungan jadi amalan yang terbaik dalam catatan amal kita. Mari perbaiki diri dengan lebih mencintai lingkungan disekitar kita dengan cara sederhana dan dimulai dari diri kita sendiri !! Khoirunnass ‘anfauhum linnas ; Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain.” Semoga kita bisa masuk didalamnya, Aamiin Yaa Robbal Alamin

  2. Keteladanan Bu Dian akan kepedulian terhadap lingkungan memang hebat. Sosok yang patut diapresiasi. Kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan sekitarnya sangat hebat. Keteladanan​ yang sudah dilakukan sangat berarti bagi banyak orang.
    Menjadikan kegiatan lingkungan sebagai media dakwah juga bagus. Bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta ini. Kita berasal dari alam dan nantinya akan kembali ke alam. Untuk kehidupan kita sehari-hari berasal dari alam untuk itu sudah sepantasnya kita semua peduli terhadap lingkungan.
    Bu Dian , tetap semangat dalam menjalani tugasnya , kita mendukung dan salut dengan kiprah Bu Dian. Dua tahun berkiprah dalam rangka pelestarian lingkungan hidup. Nanti semakin lama Bu Dian akan semakin jatuh cinta dengan tugas ini.
    Jadi untuk Bu Dian tetap semangat panjenengan sudah menginspirasi banyak pihak untuk berkiprah dalam bidang lingkungan. Sukses Bu Dian serta SMPN 19 Surabaya semakin hebat.

  3. Memang betul semua aktivitas kita yang berkaitan dengan kemaslahatan orang banyak adalah kegiatan yang mempunyai nilai ibadah. Semua gerak-gerik kita adalah ibadah, lebih-lebih yang berkaitan dengan alam lingkungan, hal ini justru perintah langsung dari Allah SWT supaya kita tidak membuat kerusakan dimuka bumi.
    Apa yang telah dilakukan oleh Bunda Dian sungguh luar biasa karena punya nilai plus, yaitu sebagai media dakwa. Kalau suatu tindakan yang berkaitan dengan lingkungan mempunyai nilai dakwa maka menjalankannyapun menjadi ringan dan hati penjadi plong karena disitu ada muatan nilai dakwa.

    Sukses selalu untuk Bunda Dian
    Bravo untuk SMPN 19 Surabaya

    1. Amin Yaa Robb,iya ,mumpung sek sehat ,pergunakan umur kita untuk kebaikn,jazakallohu khoiron atad motivasinya

  4. Ayo kita lestarikan lingkungan ini melalui berbagai kegiatan,wujudkan zero waste sekarang juga.Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mewujudkannya.Bu Dian selamat dan sukses SMP 19.Berdakwah berbasis lingkungan sangat menyenangkan,apa lagi saat berdakwah sekaligus melakukan kegiatan lingkungan.Saya sangat tertarik dengan Keanekaragaman hayati telor ayam kate.Lucu sekali di sekolah dapar menghasilkan telor.
    Eco Preneur tahun 2017 ini banyak bermunculan tokoh tokoh peduli lingkungan yang luar biasa,semoga warga Surabaya khususnya sukses di era MEA.Berkat bimbingan Tunas Hijau lahirlah pengusaha pengusaha di berbagai bidang.” Bu Dian Sukses Selalu”

    1. inggih bu Sujilah,saya sampek nggumun,pitikke bolak balik ngendog,tondoe krasan nggih di hutan smp 19,jazakillah khoir atas motivasinya,smg sehat sll nggih,Amin Yas Robb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *