Kegunaan air sangatlah banyak yang membuatnya menjadi elemen utama di kehidupan makhluk hidup, tidak hanya manusia. Namun kualitas dan kuantitasnya seolah tidak sebanding.  97% air asin di bumi ini, sedangkan 3% air tawar. Selain itu jumlah 3% tidak semua tersedia dengan baik, karena 95% lebih dari 3% itu berbentuk es dan berada di kutub utara dan kutub selatan.

Fakta tersebut disampaikan Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, saat Workshop Lingkungan Hidup di SMPN 9 Surabaya. Kegiatan yang bertemakan “Berbasis Ecopreneur Untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Dan Peduli Lingkungan Hidup” ini diikuti sebanyak 375 siswa kelas VII.

“Anak-anakku kegiatan ini akan berlangsung sampai sore. Tapi jangan kuatir, apa yang kalian lakukan hari ini sangat luar biasa. Karena kalian belajar menjadi siswa yang peduli lingkungan dengan begitu kalian berpartisipasi menciptakan SMP Negeri 9 menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri,” ujar Carwin, wakil kepala sekolah.

Aktivis Senior Tunas Hijau Satuman menyampaikan beberapa kisah sukses sekolah-sekolah lain di Surabaya yang berhasil merealisasikan budaya lingkungan hidup. “SMPN 11 Surabaya sebagian besar warganya adalah masyarakat Madura, yang dikenal kurang bersih, ternyata sudah beberapa tahun bisa merealisasikan kantin sekolah yang bebas sampah kemasan sekali pakai,” kata Satuman yang juga alumni SMPN 9 Surabaya ini.

Ditambahkan oleh Satuman bahwa SDN Sambikerep II Surabaya termasuk sekolah dasar produsen kompos terbesar di Surabaya, bahkan Jawa Timur. “Sekolah di wilayah barat Surabaya ini tahun 2016 lalu berhasil memproduksi kompos lebih dari 2,6 ton. Panen raya kompos dilakukan bersama Konjen Amerika Serikat,” tutur Satuman.

Sementara Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengajak seluruh siswa untuk mengontrol kantin sekolah agar bisa bertahan dengan zero waste-nya. “Kontrol kantin sekolah kalian agar bisa terus merealisasikan program tanpa kemasan makanan dan minuman sekali pakai,” pinta Zamroni. (one/ron)

3 thoughts on “Krisis Air hingga Zero Waste Jadi Bahasan Workshop Lingkungan SMPN 9

  1. Kegiatan workshop adalah ajang ilmiah untuk memantapkan wawasan yang berbasis kinerja, itulah yang dilakukan oleh SMPN 9 Surabaya.
    Dengan workshop banyak hal yang dapat dipecahkan dan dibahas secara bersama-sama. Sungguh luarbiasa workshop yang dilakukan oleh SMPN 9 Surabaya yang membahas tema berwawasan lingkungan mulai dari zerowaste sampai konserwasi air. Workshop ini bisa menjadi modal dalam melakukan kajian ilmiah untuk kedepannya.
    Dengan kehadiran para senior Tunas Hijau Indonesia, acara tersebut semakin menarik karena mendapatkan tambahan wawasan yang up to date dari narasumber yang berkompeten dibidang lingkungkungan, bahkan Mas Bram yang pernah berkali-kali ke Australia memverikan masukan betapa pentingnya melakukan konservasi air, melihat kondisi Indonesia bila dibandingkan dengan Australia.

    Oke….. Selamat dan sukses untuk SMPN 9 Surabaya yang telah mengedukasi siswa kelas VII dengan kegiatan workshop.

  2. Menciptakan dan mewujudkan Sekolah Adiwiyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak komponen dan unsur yang harus disiapkan dan terlibat di dalamnya, baik itu berupa SDM maupun sarana prasarana pendukungnya. Mulai dari pucuk pimpinan kepala sekolah sampai dengan petugas kebersihan, begitu pun dengan warga di luar sekolah seperti wali siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Kerja sama yang harmonis dan tak pernah henti akan mensukseskan program Adiwiyata Mandiri SMPN 9. Melalui workshop yang diadakan akan menambah wawasan tentang pola hidup peduli dan ramah lingkungan.
    *Semoga SMPN 9 sukses meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri*

  3. Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tubuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup.

    Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air.

    Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karen tersedianya Air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri. Oleh karena itulah air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Penting bagi kita sebagai manusia untuk tetap selalu melestarikan dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya dengan melakukan pengelolaan air yang baik seperti penghematan, tidak membuang sampah dan limbah yang dapat membuat pencemaran air sehingga dapat menggangu ekosistem yang ada.

    Kegiatan seperti ini seharusnya juga dilakukan oleh banyak sekolah yang sudah berkomitmen untuk Peduli dan Berbudaya Lingkungan, semua hal yang berhubungan dengan lingkungan bukan hanya konservasi air tapi zero waste juga sudah seharusnya menjadai PERHATIAN kita bersama, mari kita melakukan yang terbaik peda diri kita untuk memberikan yang terbaik untuk bumi dan untuk semuanya.

    Good Job SMPN 9,
    Go Green Generation, Bismillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *