Salah satu cara strategis untuk mengembangkan proyek lingkungan hidup adalah bekerja sama dengan orang lain maupun tim yang lain. Langkah tersebut dilakukan oleh Ananda Aufa Suci, calon puteri lingkungan hidup 2017 nomor 48 dari SDN Kandangan I Surabaya. Tujuannya, dirinya ingin memperkenalkan proyek lingkungannya tentang budidaya dan pemanfaatan tanaman TOGA kepada sebanyak mungkin orang.

Dalam pengembangan proyeknya di sekolah, siswa kelas 5A ini menggandeng perusahaan siswa Ecopreneur dan kantin sekolahnya. Informasi tersebut disampaikan kepada Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau yang melakukan pemantauan lapangan proyek lingkungan hidup khusus calon puteri lingkungan 2017 di sekolahnya, Kamis (4/5).

Pengembangan proyek lingkungan yang dilakukan oleh Nanda, sapaan akrabnya, cenderung lebih banyak dilakukan di rumah dengan bantuan keluarganya. Seperti yang disampaikan oleh Siti Fathonah, guru pembina lingkungan sekaligus pembina pangputnya. “Proyek lingkungan hidup Nanda lebih banyak dilakukan di rumah melalui sosialisasi kepada warga kampungnya saat pertemuan bapak-bapak maupun ibu-ibu PKK.

“Budidaya tanaman TOGA juga sudah dilakukan di rumah, diantaranya seperti menanam jahe merah, jahe putih, serai dan pandan. Pada tahapan pengolahannya, dibantu oleh sang mama, dirinya membuat minuman sehat dari jahe merah dan serai yang kemudian dijual di kantin sekolah minimal setiap seminggu sekali,” ujar Siti Fathonah.

Ananda Aufa Suci dengan budidaya tanaman TOGA

Sementara di sekolah, siswa yang dikenal komunikatif ini sudah membudidayakan tanaman-tanaman yang menjadi bahan baku pembuatan proyeknya. Seperti jahe merah, pandan dan serai. “Rencana selanjutnya, saya ingin menambah tanaman TOGA untuk proyek saya di sekolah yakni ingin menanam jahe biasa, jahe merah, serai dan kayu manis,” ucap Nanda.  Siti Fathonah pun langsung menantangnya untuk mengadopsi lahan kosong di sekolah untuk dijadikan taman kesehatan yang berisikan tanaman TOGA bahan baku proyeknya.

Disisi lain, Destya Rosita Sari, calon puteri lingkungan hidup 2017 nomor 50 ini mengembangkan proyeknya tentang pengurangan sampah plastik kemasan sekali pakai. Destya Sari bahkan sudah melibatkan teman-temannya di kelas untuk melakukan gerakan pengurangan sampah plastik. Caranya, dengan membawa bekal menggunakan tempat makan dan minum sendiri.

“Kalau siswa di kelas-kelas yang lain saya masih hanya mensosialisasikan tentang bahaya menggunakan plastik kemasan. Tapi sama Bu Siti sudah diminta untuk meniru saya,” ujar Adestya. Siti Fathonah, guru kelas 1 ini juga menyampaikan perkembangan proyek anak didiknya yang dikenal sebagai sosok pendiam dan pemalu.

“Beragam sosialisasi tentang pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik kemasan sekali pakai, mulai dari sosialisasi ke kelas-kelas, ke pasar terdekat di rumah, tetangga di dekat rumah dan saat dirinya bersama keluarga ke supermarket untuk menolak memakai plastik kresek. Hal itu dilakukan rutin, saat kemana saja dirinya berbelanja bersama keluarga,” ucap Siti.

Momen menarik diceritakan oleh Destya saat melakukan sosialisasi bahaya penggunaan plastik kemasan sekali pakai pada tetangga yang di rumahnya membuka warung aneka jajanan dan minuman. “Dampak setelah saya melakukan sosialisasi di warung dekat rumah, lima hari kemudian, tetangga saya itu langsung mengganti semua kemasan plastiknya dengan gelas dan piring,” ujar Destya. (ryn)

Keterangan foto utama: Destya Rosita Sari dengan tas belanja non plastik yang dibagikannya kepada warga SDN Kandangan I Surabaya

5 thoughts on “Toga Nanda, Diet Sampah Plastik Destya

  1. TOGA NANDA, DIET SAMPAH PLASTIK DESTYA

    Pengetahuan tentang Toga dan pemanfatanya oleh anak-anak yang masih belia sangatlah penting, mengapa demikian ???? yaaaa karena disilah hidup sehat dimulai, Toga memberikan pengetahuan akan betapa pentingnya merawat kesehatan melalu tanaman toga. Kalau saja setiap keluarga meluangkan lahanya sedikit untuk menanam toga tentu disini akan memberikan suasana yag asri dan sehat, karena sewaktu-waktu tanaman toganya dapat dimnafaatkan menjadi obat keluarha, nah sosialisasi yang dilakukan oleh Nanda di PKK dan linkungan rumahnya akan berdampak positif untuk pengembangan tanaman toga.

    Lain lagi dengan Desta yang mengkapanyekan diet plastik , ini butuk keberanian dan contoh prilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kalau si pemeberi anjuran sudah melaksanakan apa yang dianjurkan maka orang lain akan memberikan apresiasi dengan mencontoh pula hal yang positif dari diet plastik.

    Memang sampah plastik mempunyai dampak yang luar biasa bagi lingkungan sekitar, disampig sulit untuk di urai oleh tanah, juga banyak menyebabkan kematian bagi hewan yang ada di laut. Maka tepat sekali kampanye yang dilakuan oleh gadis yang ramah lingkungan ini yaitu Mbak Destya

    Oke sukses selalu yaaaa

    Bravo untuk Nanda dan Destya

  2. semangat untuk anak-anak calon pangput 2017 apapun proyek kalian semoga bermanfaat untuk orang banyak

  3. Nanda dengan proyek Toganya akan mampu menginspirasi keluarga, ibu-ibu PKK, dan tetangga yang ada di sekitarnya untuk membudidayakan tanaman obat keluarga di lingkungannya masing-masing. Sementara Destya akan menjadi teladan dan motivasi bagi teman-teman dan keluargnya untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Dua calon kandidat putri lingkungan yang saling menopang untuk melestarikan lingkungan dengan ide, kreativitas, dan proyeknya masing-masing yang kelak akan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, dan orang-orang di sekitarnya.

  4. Semakin berkembangnya pertumbuhan jumlah penduduk, lingkungan dan lahan pemukiman semakin tertekan. Akibatnya kepedulian terhadap sesama mahluk ciptaan Allah semakin terabaikan. Budidaya pengembangan TOGA memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Apalagi pada saat ini, di masyarakat sedang berkembang “trend” kembali ke alam (back to nature), termaksud dalam hal penggunaan obat-obatan dan wisata. Disamping adanya trend tersebut, penggunaan tumbuhan obat semakin banyak dinikmati masyarakat, karena pengaruh kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis, sehingga banyak masyarakat yang memilih obat-obatan alami yang harganya relatif murah, aman, dan mudah memperolehnya, jika dibandingkan obat buatan pabrik.

    Tak salah jika Nanda memilih Budidaya TOGA ini sebagai wujud aksi nyatanya mengembangkan proyek dalam program penganugerahan Putri Lingkungan 2017. Begitu pula dengan Destya, seperti yang kita ketahui bersama
    Kantong plastik digunakan untuk menunjang aktifitas hidup manusia. Sifatnya yang ringan, kuat, dan kedap air membuatnya menjadi pilihan praktis untuk membawa barang. Terutama barang belanjaan. Namun pemakaian kantong plastik yang tidak terkendali sangat membahayakan lingkungan. Bumi membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk bisa mengurai sampah-sampah yang terbuat dari plastik.

    Penggunaan plastik untuk menunjang aktifitas manusia memang semakin meningkat dalam satu abad terakhir. Ratusan juta ton plastik diproduksi dan digunakan manusia di seluruh dunia di setiap tahunnya. Akibatnya, sampah-sampah plastik juga semakin banyak diproduksi umat manusia.

    Dua supergirl ini telah memberikan ruang bagi kita semua untuk menyadari bahwa masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk peduli dengan lingkungan. Sekecil apapun yang kita lakukan tak ada yang sia-sia.
    Sukses selalu buat Nanda dan Destya.

  5. Nanda ini adalah calon anak yang sukses menurut saya, ia berani bersosialisasi layaknya orang dewasa yang pintar berbicara dan mengajak dalam kegiatanya, Tidak seperti anak anak lainya yang gampang malu dan ragu. Banyak nya waktu dirumah Nanda juga tak membuat nanda merasa bingung dengan kegiatan apa yang harus dilakukan, melain kan langsung mengajak orang yang lebih besar untuk melakukan kegiatan lingkungan. Lain hal nya dengan desty, ia juga mempunyai jiwa pemberani untuk mengajak warga sekolah untuk membuat salah satu perwujudan mengurangi sampah mulai dari rumah dan sekolah. kegiatan lingkungan yang dibuat oleh desty ini sangat membuat warga sekolah mengurangi sampah demi bebasnya plastik di bumi ini
    Salutt dekk!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *