Peringatan Hari Bumi dan Hari Kartini disemarakkan dengan menggelar bazar produk ecopreneur oleh Dering Sembilan Company SMPN 9 Surabaya, Jumat (21/4) pagi. Berbagai produk baru diperkenalkan kepada warga sekolah seperti klepon cincau. Dengan kostum ala “Cak dan Ning Surabaya” mereka menawarkan produk unggulan wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur kepada warga sekolah.

Seperti yang disampaikan oleh Fikri Firmansyah, presiden direktur perusahaan siswa SMPN 9 saat pembinaan ecopreneur di sekolahnya. Target dari bazar kali ini adalah ingin memperkenalkan produk terbaru klepon cincau dan memperbaiki kualitas rasa dari bazar ecopreneur sebelumnya.

“Saat bazar ecopreneur yang lalu, kami mendapat saran dari Tunas Hijau untuk memperbaiki kualitas rasa dari produk jelly cincau yang menurut pelanggan kami teksturnya masih keras. Tapi sekarang, mereka memberi kami 4 bintang untuk rasa dari jellynya. Itu artinya mereka mulai suka dan kualitas rasa kami sudah lebih baik lagi,” jelas siswa kelas 8.

Lebih lanjut, produk baru mereka banyak dilirik oleh warga sekolah, membuat tim pemasaran Dering Sembilan harus riwa-riwi untuk menawarkan produk tersebut kepada warga sekolah lainnya. Dikatakan oleh Tamara, salah seorang anggota bagian produksi, bahwa pemasaran produk tidak membuat capek karena produk baru yang diluncurkan mampu membuat warga sekolah penasaran ingin membelinya. “Hari ini, penjualan produk baru kami lumayan banyak, karena rasanya enak,” ucapnya.

Sementara itu, bibit cabai sebanyak 400 sudah dipindahkan ke dalam polibag yang berukuran lebih besar. Pemindahan itu melibatkan partisipasi warga setiap kelas. Disampaikan oleh Siti Rahayu, guru pembina lingkungan, perawatan bibit cabai yang banyak itu menjadi tanggung jawab setiap kelas. Masing-masing kelas punya tempat sendiri-sendiri.

“Masing-masing kelas harus bertanggung jawab terhadap bibit cabainya. Kita lihat kedepan, kalau dalam waktu 2 bulan sudah ada yang bisa panen, nanti akan diadakan panen massal lalu kelas yang berhasil dapat hadiah,” ujar Siti.

Rencana selanjutnya, pasca bazar, Dering Sembilan Company akan menjual sampah non organik hasil pengumpulan sampah dengan melibatkan warga sekolah. Pengumpulan sampah dengan tajuk “Trash to Cash” untuk korban longsor Nganjuk dan Ponorogo juga mereka lakukan.

“Realisasi tantangan pekan keenam, setiap siswa diminta untuk membawa koran dan kardus. Sisanya, anak-anak mengumpulkan sampah botol yang ada di sekitar sekolah. Ini bagian dari kepedulian sosial dan lingkungan, semoga bisa meringankan beban saudara kita,” imbuh Siti Rahayu. (ryn)

2 thoughts on “Klepon Cincau SMPN 9 Surabaya Laris Manis

  1. dengan mengeluarkan produk-produk inovasi terbaru yaitu klepon cincau dan memperbaiki lagi kekurangan kualitas produk produk akan berdampak positif bagi pembeli dan penjual karena selain pembeli makin senang karena kualitas rasa nya makin membaik/ enak, penjual pun juga senang karena produk produk nya laris manis. untuk DERING SEMBILAN pertahan kan kualitas produk produk DERING SEMBBILAN supaya pelanggan lebih tertarik untuk membeli produk-produk DERING SEMBILAN.

  2. dengan mengeluarkan produk-produk inovasi terbaru yaitu klepon cincau dan memperbaiki lagi kekurangan kualitas produk produk akan berdampak positif bagi pembeli dan penjual karena selain pembeli makin senang karena kualitas rasa nya makin membaik/ enak, penjual pun juga senang karena produk produk nya laris manis. untuk DERING SEMBILAN pertahan kan kualitas produk produk DERING SEMBBILAN supaya pelanggan lebih tertarik untuk membeli produk-produk DERING SEMBILAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *