Berbagai macam aksi dilakukan sekolah peserta Ecopreneur 2017 untuk memperingati Hari Kartini 21 April dan Hari Bumi 22 April. Seperti Aksi Festival Hijau yang diadakan Green Arkensi Student Company atau perusahaan siswa SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya. Pada Festival Hijau tersebut terdapat banyak kegiatan yang bertemakan lingkungan seperti kompetisi baca puisi, pidato, fashion show dan merangkai bunga dari sampah.

Aksi tersebut mewarnai pembinaan wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya serta didukung oleh Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jumat (21/4).

Tak hanya berhias banyak kegiatan, namun meriah karena disediakan aneka hadiah menarik yaitu sepeda federal, kipas angin, handphone, dispenser, setrika dan 400 hadiah hiburan lainnya. Tak ketinggalan bazar Ecopreneur dan penggalangan sampah untuk bantuan korban longsor Ponorogo dan Nganjuk. Produk ramah lingkungan yang dijajakan adalah jus jambu merah, sirup blimbing wuluh, nasi goreng ikan gurami, tanaman anjua atau liekuanyou dan beberapa menu makanan tambahan.

Dana sebesar Satu Juta Rupiah terkumpul dari penjualan sampah non organik. Dana itu untuk membantu korban longsor Nganjuk dan Ponorogo

“Kegiatan yang meriah ini dilaksanakan oleh para kader lingkungan Green Arkensi Student Company dibantu oleh dewan komisaris, gardener dan security,” terang Janny Mudjijanto, komisaris Green Arkensi Student Company. Tidak lupa juga peran dari para wali murid yang senantiasa mendukung kegiatan lingkungan hidup.

Pendapatan bazar kali ini mencapai Rp 2.500.000. Sedangkan untuk penjualan kardus, besi bekas pagar dan aneka produk daur ulang sampah terkumpul keuntungan sebesar Rp. 1.000.000. “Nantinya dana dari pengumpulan sampah akan disumbangkan ke korban bencana alam di Ponorogo dan Nganjuk. Kegiatan ini bisa melatih anak-anak untuk peduli sesama,” imbuh Janny.

“Untuk tahun depan supaya program Ecopreneur dibikin dua tingkat pemula dan jawara. Agar sekolah yang baru pertama kali bisa bersaing dengan sama-sama pemula,” tanya Janny, guru yang berkacamata. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau. Menurut Anggriyan, saran tersebut akan kami pertimbangkan untuk mengembangkan program Ecopreneur 2018 jadi lebih baik lagi. (one)

Keterangan foto utama: Eksekutif perusahaan siswa Ecopreneur 2017 Green Arkensi menjual sampah non organik untuk korban longsor Nganjuk dan Ponorogo

3 thoughts on “Green Arkensi Gelar Festival Hijau Peringati Hari Kartini dan Hari Bumi

  1. Ecopreneur 2017 melahirkan banyak ide-ide baru dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan dan sesama. Banyak bermunculan cara simpatik dalam aksinya. Ajang yang luar biasa karena dapat memberi bekal life of skill di masa depan bagi semua pegiatnya, terutama anak-anak dan remaja.

  2. penyumbangan modal dengan menjual sampah kering untuk korban bencana nganjuk dan ponorogo sangat bermanfaat selain menggurangi sampah kering karena di jual juga bisa untuk amal jariah. kegiatan menyumbang dana kepada korban bencana alam nganjuk dan ponorogo membuat para remaja, anak anak generasi penerus bangsa jadi ikut berprihatin atas tragedi longsor di nganjuk dan ponorogo. semangat Tunas Hijau

  3. Terimakasih atas dukungan semua sahabat dan aktivis lingkungan baik pengurus Tunas Hijau Indonesia maupun peserta program ecopreneur 2017 yang telah memberikan dukungan dan supaort. Sehingga kami dari Green Arkensi tetap eksis mencintai lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *