11 sekolah mengikuti penyuluhan lingkungan hidup pelajar yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya di SMPN 24 Surabaya, Jumat (21/4). 11 sekolah itu adalah sekolah imbas dari SMPN 24 Surabaya yang telah meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan sedang menempuh Sekolah Adiwiyata Mandiri.

11 sekolah yang hadir itu adalah SDN Kedurus III, SDN Babatan I, SDN Warugunung II, SDN Kedurus I, SDN Balas Klumprik I, SDN Warugunung II, SDN Jajar Tunggal I, SDN Jajar Tunggal III, SMPN 50, SMPN 42, dan SMKN 1 Surabaya. Sebagai narasumber ini adalah Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni dan guru lingkungan hidup SMK Mater Amabilis Joko Wismono.

Sekolah-sekolah harus memulai pemilahan sampah organik dan non organik. “Di negara-negara maju pemilahan sampah yang ditindaklanjuti pengolahan sudah biasa diterapkan. Sudah semakin banyak Sampah kertas yang banyak dihasilkan di sekolah juga harus dipilah

Kepala SMPN 24 Surabaya Kasimin dalam sambutannya mengatakan bahwa ada pengurangan sampah plastik kemasan makanan dan minuman sekali pakai di sekolah yang dipimpinnya. “Kantin sekolah kami tidak menggunakan kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Jadi tidak ada sampah non organik kemasan makanan minuman,” kata Kasimin.

Dalam dua tahun pertama setelah menempati lokasi baru di Jalan Kebraon Indah Permain ini, SMPN 24 Surabaya berhasil mewujudkan hutan sekolah. “Kami juga menampung air bekas wudhu untuk kolam ikan dan penyiraman tanaman di sekolah. Green house juga sudah ada di sekolah ini,” kata Kasimin.

Endy Suhadi, anggota DPRD Kota Surabaya yang hadir pada penyuluhan itu mengajak sekolah yang mengikuti penyuluhan itu untuk peduli sampah. “Caranya, dengan memulai pemilahan sampah organik dan non organik seperti yang telah banyak dilakukan di negara maju,” kata Endy Suhadi.

Riswanto, anggota DPRD Surabaya yang juga hadir pada penyuluhan itu, mengaku kagum begitu menginjakkan kaki kali pertama di SMPN 24 Surabaya. “Suasanyanya bersih, hijau dan asri. Budaya peduli lingkungan hidup nampak sudah diterapkan di sekolah ini,” kata Riswanto yang disambut dengan tepuk tangan peserta siswa dan guru yang ada di aula lantai 3 SMPN 24.

Peserta penyuluhan praktek membuat lubang resapan biopori di SMPN 24 Surabaya

Aktivis Senior Tunas Hijau Zamroni dalam materinya mengajak setiap individu siswa dan guru yang mengikuti penyuluhan itu untuk mengolah sampah. “Mengolah sampah harus dimulai dengan upaya pengurangan sampah non organik. Diantaranya dengan senantiasa membawa tumbler atau botol minuman yang bisa digunakan berulang kali,” kata Zamroni.

Kebiasaan membawa tepak makan juga harus dilakukan. “Bila kebiasaan membawa tumbler dan tepak makan bisa dilakukan seluruh warga sekolah, makan volume sampah non organik bisa diminimalisasi,” kata Zamroni. Bila tidak membawa, lanjut Zamroni, maka harus konsekuensi untuk minum dan makan tanpa menghasilkan sampah kemasan.

Dijelaskan oleh Zamroni, bahwa cara mengolah sampah organik bisa meniru cara yang dilakukan oleh kucing. “Dengan dipendam di tanah, seperti yang telah dilakukan oleh kucing,” jelas Zamroni. Bisa juga mengolah sampah organik dengan lubang resapan biopori, keranjang takakura atau rong aerob.

Sementara itu, sebagian peserta berkesempatan mengikuti aksi ngebor lubang resapan biopori di SMPN 24 Surabaya. Dikatakan oleh Zamroni, bahwa lubang resapan biopori paling ideal dibuat di saluran air hujan. Namun, harus bongkar bagian atas permukaan yang biasanya sudah disemen.

Pembuatan biopori juga bisa dilakukan di taman atau tempat yang biasanya terjadi genangan pasca hujan. Yang tidak boleh tidak, adalah mengisi lubang resapan yang telah dibuat dengan sampah organik. Sementara itu, tim duta lingkungan SMPN 24 Surabaya memanfaatkan kegiatan itu untuk berjualan produk wirausaha lingkungan hidup mereka. Benih tanaman rosela dijual Rp 1.000, sedangkan benih tanaman jagung Rp 500.  (ron)

Keterangan foto utama: Peserta penyuluhan lingkungan hidup dari 12 sekolah bersama anggota DPRD Kota Surabaya

2 thoughts on “11 Sekolah Ikuti Penyuluhan LH di SMPN 24 Surabaya

  1. dengan adanya penyuluhan LH yang diadakan oleh dinas di SMPN 24 dan mengajak SD dan SMP sangat bermanfaat sekali karena anak anak bisa mengetahui berbagai ilmu yang di dapat mulai dari tidak tahu menjadi tahu berbagai ilmu tentang LH.

  2. Permulaan yang mudah, namun kadang enggan untuk dilakukan yaitu kegiatan memilah sampah dan pembiasaan membawa tempat makan minum mandiri. Melalui penyuluhan yang diadakan oleh SMPN 24 dengan mengajak sekolah-sekolah imbas sangatnya bermanfaat untuk memotivasi para aktivis LH segera/secepatnya beraksi nyata di sekolah dan di rumah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *