Bibit cabai pemberian bantuan dari kegiatan #surabayapedes oleh Komunitas Bicara Surabaya bersama Tunas Hijau langsung di tanam oleh FarmECO Company dari SMK Farmasi, Kamis (20/04) sore. Rencananya, 400 bibit cabai itu akan ditanam di sekolah, dan didistribusikan ke siswa sebagai tugas mata pelajaran. Sebagian akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah memperingati Hari Bumi Sedunia pada 22 April mendatang.

Fakta tersebut disampaikan oleh kader lingkungan SMK Farmasi kepada Tunas Hijau saat pembinaan program wirausaha lingkungan Ecopreneur yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan didukung oleh Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

Berbekal polibag dan kompos, mereka langsung memindahkan bibit cabai. Targetnya, mereka akan memindahkan sebanyak 50 bibit cabai untuk ditempatkan di depan ruang guru. Keterbatasan lahan yang dimiliki sekolah membuat mereka memutar otak untuk menyiasati pengelolaan bibit cabai.

“Kami memang membutuhkan bibit cabai ini sebagai upaya pemanfaatan lahan kosong dan kurangnya tanah di sekolah membuat kami harus menerapkan sistem tanam menggunakan polibag. Rencananya akan dibuatkan wall garden,” ucap Rojaiyah, guru pembina lingkungan.

Disinggung soal realisasi tantangan pekan keenam, Angel Rizka, salah seorang anggota produksi, mengatakan tim Ecopreneur bersama dengan tim kewirausahaan akan menggelar bazar the Rempah yang menjual berbagai macam olahan TOGA.

Olahan TOGA tersebut berupa produk herbal seperti sirup jahe, sirup cinnamon dan Farma Care obat gosok yang berfungsi menghangatkan tubuh. “Rencananya, kalau tidak Sabtu ya Minggu depan kami akan gelar bazar. Hari ini tadi sudah bazar ecopreneur, sinom dan minuman herbal seperti sirup jahe dan cinnamon menjadi favorit warga sekolah kak,” ucap Angel Rizka. Lebih lanjut, ditambahkan Rojaiyah, bibit cabai pemberian Komunitas Bicara Surabaya akan dibagikan ke siswa dengan catatan hal tersebut merupakan bagian dari tugas mata pelajaran.

“Kami akan berikan setiap siswa lima bibit cabai, kami minta mereka untuk merawat bibitnya, kami minta mereka untuk melakukan pengukuran pelaporan perkembangan pertumbuhan tanaman cabai mereka setiap minggunya,” ucap Rojaiyah.

Sebagai rencana puncak peringatan Hari Bumi, mereka akan mengundang beberapa perwakilan siswa dari sekolah sekitar untuk diajak berkegiatan lubang resapan biopori di ruang terbuka hijau sekitar Masjid Cheng Ho. “Puncaknya, kami akan bikin kegiatan biopori mengajak siswa sekolah sekitar, tapi masih harus nunggu proposal selesai dan persetujuan sekolah,” imbuh Angel, siswa kelas 10. (ryn)

Keterangan foto: siswa kader lingkungan hidup SMK Farmasi Surabaya sedang memindahkan bibit cabai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *