Momen Hari Kartini dan Hari Bumi tidak disia-siakan oleh Tunas Hijau Sewelas Company SMAN 11 Surabaya untuk menggelar bazar ecopreneur. Rencananya, Jumat 21 April 2017 ini, mereka akan menggelar bazar menjual produk-produk unggulan perusahaan siswa Ecopreneur.

Diantaranya jeli lidah buaya, nugget jamur, permainan edukasi lingkungan, dan Eco Card. Informasi tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Tunas Hijau Sewelas Almas Nuri Antoniputri kepada Tunas Hijau saat pembinaan ecopreneur di sekolahnya, Rabu (19/4).

Rencana bazar tersebut juga menjadi realisasi tantangan pekan keenam program wirausaha lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Hotel Mercure Grand Mirama.

“Kami akan menggelar bazar di sekolah hari Jumat, karena sekolah juga mempunyai agenda kegiatan kartinian. Jadi ya, kami manfaatkan momen tersebut untuk menarik perhatian mereka dengan produk unggulan yakni nugget jamur, es krim buah naga dan jeli lidah buaya,” ujar Almas, siswa kelas 11.

Mereka menargetkan pada pelaksanaan bazar tersebut bisa meraup keuntungan sebesar 500.000 rupiah. Berbagai persiapan pun dilakukan mulai dari proses produksi produk unggulan, membuat poster promosi dan diperbanyak untuk dibagikan.

“Tidak ketinggalan, kami juga akan memperkenalkan produk eco card-nya. Kalau mereka berminat untuk beli ya tidak apa-apa. Kalau dipakai untuk dimainkan juga tidak apa-apa,” ujar Eva Agustina, kepala bagian produksi. Harapannya, setelah dimainkan mereka tertidur untuk membeli Eco card-nya.

Sementara itu, bibit cabai yang didapatkan dari kegiatan bertema #SurabayaPedes ini langsung dipindahkan ke dalam polibag-polibag kecil yang ada di green house. Eva Agustina, siswa kelas 11 mengatakan, bibit cabai yang mereka dapatkan akan dijadikan bahan baku untuk membuat produk baru, seperti produk sambel bubuk, sambel alami dan yang lainnya.

“Kak, bagaimana sih perawatan tanaman cabai itu hingga dia bisa dipanen segera?” tanya Eva Agustin, siswa berkaca mata ini. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau. Menurut Anggriyan, pemeliharaan tanaman cabai gampang-gampang susah. Intinya adalah keberlanjutan dari perawatannya.

Yang harus dilakukan dan tidak boleh lupa adalah penyiraman tanaman dilakukan dua kali sehari yakni saat pagi dan sore hari. “Sisanya ya cukup diberikan pupuk kompos saja setiap minggunya, lalu pemberian pestisida alami untuk mengusir hamanya,” ucap Anggriyan. Dengan bibit cabai sebanyak 200 biji ini, mereka berharap agar dalam dua bulan ke depan bisa dipanen. (ryn)

One thought on “Pindah Polibag Cabai dan Bazar Hari Bumi Serta Hari Kartini di SMAN 11

  1. Setiap kesuksesan selalu diawali dengan rencana yang matang, teliti, dan cermat. Selanjutnya dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan keyakinan untuk meraih kesuksesaan yang diharapkan, diimpikan, dan direncanakan. Kesabaran,… Kesungguhan… dan Keyakinan… Insya Allah tidak akan mengkhianati proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *