Banyak sekolah wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2017 yang mengambil bantuan bibit cabai di Taman Surya, Senin (17/4/2017). Sekolah-sekolah itu adalah SDN Sememi I, SDN Rangkah VI, SDN Airlangga I, SDN Kaliasin I, SMPN 1, SMPN 4 SMPN 5, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 11, SMPN 13, SMPN 17, SMPN 19, SMPN 23, SMPN 37, SMPN 40, SMPN 50, SMAN 5, dan SMK Farmasi. Ada juga SDN Sememi II, SDN Banjar Sugihan II, SDN Manukan Kulon dan SDN Balongsari I.

Masing-masing sekolah itu mendapat bantuan lebih dari 400 bibit cabai yang dikemas dalam dua kotak kayu. Bibit cabai itu merupakan bantuan melalui program Nandur dan Sedekah Sejuta Bibit Cabai yang diselenggarakan oleh Komunitas Bicara Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya, serta melibatkan beberapa komunitas Surabaya.

Komunitas itu diantaranya adalah Komunitas Love Suroboyo, Tunas Hijau, Karang Taruna Surabaya dan sejumlah PR Hotel di Surabaya serta kader lingkungan. Kegiatan itu diselenggarakan pada 15-17 April 2017.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat puncak acara Nandur dan Sedekah Sejuta Bibit Cabai

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini sangat mendukung pembuatan “Taman Cabai” di Jalan Irian Barat Surabaya. Sebab, Taman Cabai itu memang belum ada di Kota Surabaya yang terkenal dengan tamannya yang sangat banyak. “Sangat mungkin. Namanya nanti Taman Cabai,” kata Walikota Tri Rismaharini saat acara puncak Nandur dan Sedekah Sejuta Bibit Cabai, Senin (17/4/2017).

Sebenarnya, Pemkot Surabaya sudah memiliki tanaman cabai di Taman Jambangan. Di taman itu ditanami cabai dan sayur-sayuran. Tapi, khusus untuk nama Taman Cabai memang belum ada di Kota Pahlawan ini.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolrestabes Surabaya dan Kajari Surabaya serta Komunitas Bicara Surabaya yang telah mengingatkan semua warga untuk tidak mengeluh tapi harus selalu berbuat. “Sebenarnya kita tidak perlu seperti kejadian kemarinnya kalau cabai mahal, karena kita bisa menanam cabai meskipun di lahan kecil sekalipun,” kata Risma.

Banyak warga yang mengeluh karena melonjaknya harga cabai di pasaran. Harganya bahkan lebih mahal daripada harga daging sapi. Menyikapi fenomena ini, Risma mengajak untuk berhenti mengeluh. “Artinya, kita tidak perlu mengeluh tinggal di kota. Kita bisa mulai menanam cabai di lahan yang ada di sekitar kita,” kata Risma. (ron)

4 thoughts on “Walikota Risma Dukung Taman Cabai Surabaya

  1. Subhanallah,, Bersama Kita PASTI BISA.

    Semoga bibit cabai yang sudah dibagikan kesemua sekolah bisa tumbuh dengan baik dan bisa menjadi kebanggaan bagi Surabaya, jika kita punya Taman cabai tidak hanya di tengah Kota tapi juga di sekolah-sekolah.

    Aamiin..

  2. Bila semua warga Surabaya mempunyai kemampuan untuk budidaya sendiri, in shaa Allah semua kebutuhan kita akan terpenuhi dengan mudah. Seperti kegiatan “nandur dan sedekah bibit cabai” ini, melalui kegiatan ini diharapkan semua masyarakat mampu menanam cabe sendiri sehingga kenaikan di pasar bisa dikendalikan. Terimakasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan ini.

  3. Program ‘Nandur dan Sedekah Sejuta Bibit Cabai’ yang dicanangkan oleh Komunitas Bicara Surabaya, Tunas Hijau, Pemkot Surabaya, Polrestabes, dan instansi serta komunitas lain yang terkait. Bibit yang dibagikan secara cuma-cuma ke berbagai kelompok masyarakat, juga ke sekolah-sekolah wirausaha berbasis lingkungan atau Ecopreneur. di Surabaya nantinya tidak hanya ada satu ‘Taman Cabai’ yang berlokasi di Jln. Irian Barat. Namun akan ada taman-taman cabai yang bermunculan di sekolah-sekolah yang mulai membudidayakan cabai.
    WoW… Surabaya jadi tambah memerah semerah cabai-cabai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *