Lebih dari 500 lubang resapan biopori baru dibuat oleh sekolah peserta wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2017. Lubang biopori sebanyak itu dibuat dalam kurun waktu hanya sepekan, 10-16 April 2017, sebagai realisasi challenge/tantangan pekan 5 Ecopreneur  yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya serta didukung oleh Hotel Mercure Grand Mirama.

SDN Kaliasin I Surabaya, misalnya. Sekolah yang dikepalai oleh Sujilah, memilih memanfaatkan “hari kecepit nasional” Sabtu (15/4), sebagai realisasi pelaksanaan challenge pekan kelima. “Kami ngebor biopori di Taman Prestasi dengan melibatkan 274 orang siswa kelas 1 sampai kelas 5, orang tua siswa serta guru,” kata Sujilah, peraih penghargaan Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2016 ini.

150 lubang biopori berhasil dibuat oleh Dewaruci Kalsa Company, tim Ecopreneur SDN Kaliasin I, selama satu pekan. Lokasi pembuatan lubang sebanyak itu tidak hanya di Taman Prestasi, tetapi juga di Kampung Bronggalan, dan di sekolah imbas mereka yaitu SDN Pacarkembang I Surabaya.

SGGS atau Sixteen Guardian Green School atau tim Ecopreneur SMAN 16 Surabaya merealisasikan aksi ngebor biopori pada Sabtu (15/4) di halaman sekolah. Aksi ngebor biopori dilakukan pada akhir pekan karena pada hari efektif ada pelaksanaan ujian nasional SMA di sekolah.

Aksi ngebor biopori bahkan menjadi aksi rutin yang dilakukan oleh tim Ecopreneur SMPN 11 Surabaya. “Kami melakukan aksi ngebor biopori di halaman sekolah setiap hari. Biopori menjadi salah satu cara kami mengolah sampah daun yang banyak dihasilkan di sekolah,” kata Suminah, guru pembina lingkungan hidup dan komisaris perusahaan siswa Ecopreneur SMPN 11 Surabaya.

Arjulan Company SDN Ujung IX Surabaya terus merealisasikan challenge pekan kelima dengan aksi ngebor biopori di Taman Jembatan Suramadu, Kedung Cowek. Hari libur, Jumat (14/4) dilanjutkan Sabtu (15/4), dipilih untuk merealisasikan 100 lubang resapan biopori di lahan yang banyak diurug dengan batu kapur itu.

Sementara itu, pada pekan keenam ini, 17-23 April 2017, challenge atau tantangan yang dihadirkan adalah:

  1. Gelar Bazar Ecopreneur dipadu dengan kampanye lingkungan hidup dalam rangka Hari Bumi dan Hari Kartini;
  2. Pengumpulan sampah non organik untuk di-uang-kan (Trash to Cash) untuk korban bencana Nganjuk dan Ponorogo.

Tunas Hijau akan menghimpun bantuan hasil penjualan sampah non organik selama 1 pekan ini untuk disalurkan kepada lembaga terkait yang sudah kredibel. (ron)

10 thoughts on “Challenge Pekan 6 Ecopreneur 2017

  1. Siapp laksanakan
    Semoga di tantangan pekan ke 6 ini menjadi ladang Amal Kita semua untuk bisa membantu sesama dan lebih Peduli dengan Lingkungan.

  2. Bismillah.. Dengan padatnya kegiatan sekolah pada minggu ini di SDN Pradah Kalikendal I, semoga challenge pekan VI ini bisa dilaksanakan dengan lancar tanpa kendala. Semangaaaattt..!!!

  3. The Asoka Team SMPN 40 siap beraksi peduli lingkungan namun tetap peduli kepada sesama yang sedang tertimpa musibah. Mengaplikasikan Ikrar Pelajar Surabaya point ketiga yaitu Melestarikan lingkungan dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.

  4. Kalpitu siap …
    Ayo , semua guru dukung acara Bazar Ecopreneur Kalpitu company 2017 sambil beramal…!

  5. Alhamdulillah, tantangan pekan 6 Ecopreneur 2017 telah sesuai agenda kegiatan Green Morsa Company, student Company of SDN Morokrembangan 1 Surabaya, yang telah disusun dari minggu lalu. Rencananya Green Morsa akan mengadakan Bazar produk unggulan Green Morsa pada hari sabtu. Selain itu SDN Morokrembangan 1 juga mengadakan lomba mewarnai dan lomba poster dengan tema Ayo Lestarikan Bumi” untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Semoga semuanya akan bisa berjalan dengan lancar. Green Morsa bisa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *