Pemanfaatan lahan kosong sekitar menjadi misi yang disampaikan oleh komunitas Bicara Surabaya dalam kegiatan bertajuk #SurabayaPedes yang diresmikan di Taman Bungkul, (15/04). Bersama beberapa elemen masyarakat, diantaranya komunitas Love Suroboyo, Tunas Hijau, Karang Taruna Surabaya, pegiat lingkungan hingga Public Relations hotel-hotel di Surabaya, mereka membagikan lebih kurang sejuta bibit cabai kepada masyarakat di tiga titik.

Ketiga titik tersebut diantaranya, Taman Bungkul, Taman POLRI dan Bambu Runcing. Turut bergabung pula sekolah peserta Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017. Seperti SDN Ujung IX, SDN Pradah Kalikendal I dan SDN Kapasari VIII. Momen ini dimanfaatkan oleh calon Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 itu untuk melakukan kampanye atau sosialisasi mengenai proyek lingkungan hidupnya.

Salah satunya adalah Nayla Rizka Zakia, siswa SDN Ujung IX. Dengan membawa poster, dirinya tampak percaya diri mengampanyekan di hadapan anggota LINMAS dan Public Relation Hotel untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar mereka. “Ayo Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, kita manfaatkan lahan kosong di sekitar kita dengan menanam penghijauan. Bisa dengan menanam cabai seperti kegiatan kita hari ini. Jadi jangan sampai lahan kosongnya jadi beton atau hilang dan tidak termanfaatkan,” ujar Nayla.

Maretha Sufi dari SDN Kapasari VIII Surabaya mengampanyekan proyek lingkungan hidupnya kepada Kapolrestabes Surabaya Kombespol M Iqbal di Taman Bungkul

Tidak hanya Nayla, peluang yang sama dibaca oleh Raysa Aurellia, siswa SDN Ujung IX yang mempunyai proyek lingkungan hidup adopsi kampung binahong ini mampu menarik perhatian Polwan-Polwan (Polisi Wanita) cantik yang hadir dalam kegiatan #surabayapedes. “Ayo Ibu-Ibu Polwan yang cantik, saya minta perhatiannya sebentar ya, saya mempunyai proyek adopsi kampung binahong. Jadi, saya sudah melakukan budidaya binahong dan akan saya berikan ke warga-warga kampung di daerah rumah saya,” ujar siswa kelas 5 ini.

Proses sosialisasi dengan menggunakan media poster ini mampu menarik respon Polwan dengan memberikan pertanyaan tentang proyek lingkungannya. “Adek kan punya proyek lingkungan binahong ya, adek tahu tidak apa sih manfaat tanaman binahong ini?” tanya salah seorang Polwan. Siswa yang juga presiden direktur Ecopreneur Arjulan Company ini menjelaskan bahwa manfaat binahong sangat banyak, salah satunya adalah untuk mengobati penyakit kanker, maag, mengobati luka, ambeien berdarah dan paru-paru.

Sementara itu, kesempatan emas didapatkan oleh Maretha Sufy Jasmin, siswa SDN Kapasari yang menyosialisasikan proyek lingkungannya di hadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal. Tidak hanya mensosialisasikan proyeknya tentang budidaya bawang merah, siswa kelas 5 ini berkesempatan foto dengan Kapolrestabes bersama dengan teman-temannya yang lain. “Asyik, rasanya itu deg-degan di awal, setelah itu ya senang kak bisa sosialisasi proyek ke orang lain,” kata Maretha.

Nafisa Trixie, calon puteri lingkungan hidup 2017 dari SDN Pradah Kalikendal I juga memanfaatkan acara peresmian #SurabayaPedes itu untuk mengampanyekan proyek lingkungan hidupnya. “Saya membagikan stiker ajakan untuk meminimalisasi penggunaan kantong plastik belanja yang biasanya hanya digunakan sekali pakai,” kata Nafisa Trixie. (ryn/ro)

Keterangan foto utama: Siswa SDN Ujung IX Surabaya yang juga peserta Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017 menyosialisasikan proyek lingkungan hidupnya kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal di Taman Bungkul 

2 thoughts on “Calon Pangput LH 2017 Manfaatkan ‘Surabaya Pedas’ Untuk Kampanye Proyek LH

  1. Adanya Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup, membawa pengalaman dan menggali potensi anak. Anak menjadi lebih berani mengungkapkan pendapat atau menjelaskan proyek mereka yang berhubungan dengan llingkungan. Dan bertemu dengan para pejabat mempunyai arti tersendiri bagi anak-anak yang tidak akan terlupakan serta akan menjadi cerita dalam hidupnya di masa depan.

  2. Kesempatan atau peluang itu selalu ada bagi siapa saja yang dapat membaca situasi dan kondosi, hal itulah yang dilakukan oleh para pangput untuk mengambil kesempatan yang ada untuk mengkampayekan program proyek yang telah disusunnya. sungguh luar biasa anak-anak pangput ini.
    Semoga sukses selalu untuk kaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *