Hari libur, Jumat (14/4), dimanfaatkan perusahaan siswa Arjulan Company SDN Ujung IX Surabaya untuk merealisasi challenge atau tantangan pekan ke-5 Ecopreneur 2017. Challenge pekan kelima itu adalah  Aksi ngebor lubang resapan biopori Arjulan Company Ecopreneur SDN Ujung IX Surabaya di Taman Jembatan Suramadu, Kedung Cowek, Surabaya.

Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya 50 orang ikut serta pada aksi yang bertajuk Adopsi 100 Lubang Resapan Biopori SDN Ujung IX Surabaya yang didukung oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura dan Tunas Hijau ini. Mereka adalah siswa kader lingkungan hidup dan anggota eksekutif Arjulan Company, guru, karyawan dan orang tua siswa.

Dalam sambutan pembukaan aksi, Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengapresiasi aksi ngebor biopori yang digelar di kawasan pesisir ini. “SDN Ujung IX Surabaya luar biasa. Waktu libur dimanfaatkan untuk aksi peduli lingkungan hidup yang di tempat yang jarang diakses banyak orang ini,” kata Zamroni.

Aktivis Senior Tunas Hijau Satuman mendampingi pengukuran kedalam lubang yang telah dibuat

Zamroni menjelaskan bahwa semakin dalam lubang resapan biopori yang dibuat maka akan lebih efektif manfaatnya. “Kedalaman lubang resapan biopori 1 meter adalah kedalaman yang ideal. Jangan lupa lubang resapan yang telah dibuat diisi penuh dengan sampah organik. Ada dua pickup sampah daun disiapkan,” lanjut Zamroni.

Kepala SDN Ujung IX Surabaya Bambang Sukarno mengatakan bahwa aksi ini adalah wujud peduli lingkungan hidup warga sekolahnya. “Kita akan realisasikan target 100 lubang resapan biopori di taman ini. Kita habiskan semua sampah daun yang sudah disiapkan,” pesan Bambang Sukarno.

Janis tanah urugan batu kapur menjadi tantangan sendiri dalam aksi ngebor biopori di taman itu. Ketebalan tanah hanya sekitar 5 cm di permukaan atas. Selebihnya adalah batu kapur. Kondisi ini membutuhkan kegigihan peserta aksi untuk mencapai kedalaman lubang ideal satu meter. Linggis yang hanya ada dua buah pun menjadi barang yang banyak diantri untuk memperlancar pengeboran.

Kontur tanah urugan batu kapur tidak menghalangi semangat membuat kedalaman lubang satu meter

Aksi ngebor ini termasuk aksi lingkungan hidup yang zero waste. Pasalnya, tidak ada sampah non organik kemasan makanan dan minuman sekali pakai yang dihasilkan peserta aksi. Konsumsi guru menggunakan bungkus daun pisang. Konsumsi siswa menggunakan kemasan yang bisa digunakan berulang kali yang mereka bawa dari rumah. Minumannya pun produk Ecopreneur sekolah ini, yaitu es sirup daun pisang dengan gelas.

Total ada 42 lubang biopori berhasil dibuat dari 100 lubang yang ditargetkan pada aksi yang digelar 2,5 jam pagi itu. “Kita akan lanjutkan pembuatan 58 lubang lainnya besok Sabtu bersama tenaga yang lebih banyak kaum prianya. Sebab, peserta aksi yang pria harus persiapan sholat Jumat,” kata Eka Fadiyah Wati, guru pembina lingkungan hidup dan komisaris Arjulan Company SDN Ujung IX Surabaya. (ron)

8 thoughts on “SDN Ujung IX Adopsi 100 Biopori di Taman Jembatan Suramadu

  1. salut,keren,dan menginspirasi. ide kreativ disertai niat untuk mewujudkannyaa.. good job tim arjulan, semoga terus dan selalu menginspirasi sekolah-sekolah lain.

  2. Seperti biasa kegiatan lingkungan hidup yang dilaksanakan SDN ujung IX selalu luar biasa. Semua kegiatan hebat itu hanya bisa terlaksana dengan kerja sama yang baik antara siswa, guru, wali murid bahkan kepala sekolah, dan tentu saja dengan dukungan dari tunas hijau. Salut untuk SDN ujung IX dan tunas hijau!

  3. Arjulan Company dan Tim Lingkungan Hidup serta jajaran SDN Ujung IX mewujudkan program yang sangat spektakuler. Mengadopsi Taman Jembatan Suramadu yang dilirik oleh para aktivis dan pemerhati lingkungan SDN Ujung IX dengan aksi nyata membuat 100 LRB baru.
    *Bravo dan acungan jempol untuk para aktivis Arjulan (siswa, guru, kepala sekolah, wali siswa) kompak bersatu
    beraksi melestarikan lingkungan*

  4. Alhamdulillah,,atas berkat rahmat Allah yang Maha segala-galanya,,penggenggam seisi Langit dan bumi. Akhirnya dapat merealisasikan tantangan Pekan ke 5 dan bisa menyelamatkan target 100 Lubang Resapan Biopori, semoga menjadi ladang Amal di Bumi dan juga menjadi bhakti kepada nusa Bangsa untuk mencetak generasi Peduli Lingkungan.

    Thanks a million for BPWS atas izinnya, Tunas Hijau untuk supportnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang telah menyuplai 2 pickup sampah daun. Keluarga besar ARJULAN COMPANY Pancen .

    Tetap semangat,, bismillah PASTI BISA

      1. Maaf,, di pickupnya tertulis DKP jadi saya kira Dinas Kebersihan dan Pertamanan
        Terima Kasih untuk Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau yang telah membantu suksesnya target ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *