Usaha selalu tidak mengkhianati hasil. Ungkapan tersebut pantas diberikan kepada perusahaan siswa Pacomar Crew SMP Negeri 26 Surabaya. Alasannya, kerja keras mereka dalam membangun ide bisnis ecopreneur mulai dari tahap perencanaan, uji coba pembuatan, produksi hingga penjualan produk begitu memuaskan. Hal ini dibuktikan saat menggelar bazar ecopreneur ketiga, Kamis (13/4) di sekolah dengan membawa lebih dari 300 gelas es lidah buaya dan produk lainnya.

Disampaikan oleh Rozaan Haiban Rizqullah, presiden direktur Pacomar Crew, bazar hari ini adalah bazar terbaik yang pernah digelar anak-anak. Alasannya, dari penjualan 4 produk unggulan ecopreneur yakni es lidah buaya, pentol jamur, mie hijau dan kompos mereka meraup keuntungan sebesar 1.180.000 rupiah. “Anak-anak semua pada gembira sambil loncat-loncat karena saking senengnya mereka mendapatkan laba sebesar itu,” ujar Rozaan, siswa kelas 8.

Padahal pada bazar kedua yang digelar beberapa pekan lalu, mereka mendapatkan keuntungan sebesar 879.000 rupiah. “Bedanya dengan bazar kedua, pada bazar ini kami memang menargetkan memproduksi lebih banyak lagi produknya atas permintaan pelanggan. Es lidah buaya lah yang menjadi favorit mereka,” imbuhnya. Saking diminatinya, sebelum bazar di buka, warga sekolah terutama pelanggan tetap rela mengantri demi mendapatkan produk mereka.

Cerita di balik kesuksesan dan kemeriahan bazar ketiga diceritakan oleh Jagadhita, salah seorang anggota bagian planning atau perencanaan. Menurutnya, produk yang dijual saat bazar ini dilakukan oleh seluruh anggota tim Ecopreneur di rumah salah satu siswa sepulang sekolah.

“Kemarin sepulang sekolah, kami bersama-sama membuat produk es lidah buaya, mie hijau dan pentol jamur, mulai dari belanja bahan-bahan di pasar, hingga proses pembuatannya, sampai kami harus pulang sampai di rumah pukul 9 malam,” terangnya Jagadhita kepada Tunas Hijau saat pembinaan Ecopreneur yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan didukung oleh Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

Kebersamaan seperti layaknya keluarga ini memberikan inspirasi bagi Eric Yoga, yang menjadi marketing dan berkesempatan menjajakan produknya saat bazar mempunyai sebuah impian di masa depan. “Saya senang sekali melihat produk kami laku keras di pasaran. Sampai-sampai saya berandai-andai ketika nanti sudah remaja atau dewasa ingin membuat toko sendiri yang menjual produk mereka seperti es lidah buaya,” ucap Eric Yogi. Pengalaman dalam ecopreneur ini benar-benar menggugah hatinya untuk menjadi wirausahawan.

Sementara itu, disinggung soal realisasi target pengomposan mereka, siswa kelas 8 ini menjelaskan bahwa sampai hari ini kompos yang sudah terdata sebanyak 150 kg. Padahal, target mereka adalah mengolah 4 ton sampah organik. Mereka juga menjajakan hasil panen kompos yang baru saja diberikan kepada bapak ibu guru dan pelanggan tetapnya.

Kedepannya, untuk meraih target ecopreneur yang dicantumkan, dengan sisa waktu yang hanya sampai pekan 9, mereka berencana untuk melakukan aktivitas grebek pasar sebagai pengisian kembali tong komposternya. (ryn)

2 thoughts on “Pacomar SMPN 26 Untung Rp 1.180.000 Dari Bazar Ketiga

  1. Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha. Kebersamaan dan kerja keras merupakan kunci dari keberhasilan tim ecoprenuer dari SMPN 26 Surabaya. Salah satu keberhasilan itu adalah mampu meraih laba lebih dari satu juta rupiah dari produk yang dijual. Amazing! Banyak belajar dari pacomar crew!

  2. Top banget deh…! Pacomar Crew SMPN 26 dengan menggelar bazar sehari ,mampu meraih keuntungan di atas 500.000 hingga 1 juta lebih. Bukan hal yang mudah untuk dicontoh dan diterapkan, jadi terinspirasi untuk belajar strategi pemasarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *