Rutin berjualan dan mengadakan bazar menjadi salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh Spenket Company, perusahaan siswa SMPN 50 Surabaya. Cara tersebut dirasa efektif untuk mendatangkan keuntungan secara berturut-turut.

Informasi tersebut dikatakan oleh Ellysabeth Eva, dewan komisaris Spenket kepada Tunas Hijau saat pembinaan Ecopreneur di sekolahnya yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan didukung oleh Hotel Mercure Grand Mirama, Kamis (13/4).

Dengan menggelar penjualan secara rutin setiap hari dengan kuantitas produk yang tetap, mereka bisa mendapatkan keuntungan sebesar 50.000 rupiah. Dengan mengangkat daun Afrika sebagai ikon produknya, perusahaan siswa yang berlokasi di jalan Sukomanunggal blok C nomor 93 ingin memperkenalkan manfaat atau khasiat daun Afrika yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes. “Produk kami banyak olahan yang bahan bakunya menggunakan daun Afrika, seperti somay Afrika dan lainnya,” ujar Eva.

Demi menjaga mood pelanggan agar tidak bosan terhadap produk ecopreneur yang mereka jual, mereka mempunyai strategi untuk setiap satu Minggu sekali mengganti menu produk yang dijual. Hasilnya, setiap kali mereka menggelar lapak jualan, pelanggan tetap mereka pun langsung mendatangi mereka dan membeli produknya.

“Tidak hanya rutin setiap hari berjualan, di waktu-waktu tertentu, saya mengajak anak-anak untuk berjualan di tempat umum seperti di CFD, di warga kampung sekitar sekolah,” terang guru berkacamata ini.

Hingga pekan kelima, mereka sudah berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar 400.000 rupiah. Rencananya, akhir pekan ini mereka akan menggelar bazar di CFD Taman Bungkul. Sebagai dewan komisaris, Ellysabeth Eva, tidak mengajarkan anak-anaknya untuk menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan yang besar.

“Saya mengajak mereka untuk belajar mengenai proses dalam memulai wirausaha lingkungan. Saya ingin mereka mengerti bagaimana menerapkan ecopreneur di sekolah,” ucapnya.

Demi mencapai target keuntungan dalam Ecopreneur, mereka berani mengambil langkah untuk membeli berbagai peralatan yang dibutuhkan saat memproduksi produk unggulan mereka seperti kompor gas, piring, gelas dan wajan dengan cara kredit meminjam dari koperasi sekolah.

“Nanti, kalau kami sudah dapat keuntungan dari penjualan produk akan kami cicil pelan-pelan. Kedepannya, saya akan belikan anak-anak satu set tas yang di dalamnya berisi tempat makan dan botol minum yang bisa digunakan berulang-ulang sebagai inventarisasi,” terangnya. (ryn)

3 thoughts on “Aneka Olahan Daun Afrika Spenket Company SMPN 50

  1. konsisten itu yang penting dan harus selalu dijaga. dengan konsisten itu kita juga akan mendapat keuntungan yang berlipat.
    Spenket Company ini juga berani mengambil ikon produk yang “anti mainstream” atau jarang sekali digunakan yakni daun Afrika yg memiliki berbagai macam khasiat. ide-ide untuk mengganti produk setiap minggu juga okeee.
    target terus dipasang agar para siswa terus bersemangat dan terpacu untuk mendapat target tersebut. semangat semangatt

  2. Produk olahan daun Afrika dari tim ecoprenuer SMPN 50 Surabaya sangat bermanfaat, selain menjadi produk unggulan dalam penjualan tetapi juga kaya manfaat. Ayo terus kembangkan berbagai produk yang lebih kreatif dan penuh manfaat.

  3. Strategi pemasaran yang sangat luar biasa diterapkan oleh tim eksekutif Ecopreneur Spenket Company SMPN 50. Dengan bahan dasar yang sama namun berganti menu setiap saat, hal tersebut dapat menghindari kebosanan bagi konsumen. Sehingga memancing konsumen untuk berkunjung ke stand Ecopreneur Spenket karena rasa penasaran dengan menu yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *