Grebek Pasar ala SDN Sememi I Surabaya

Semangat perusahaan siswa SDN Sememi I semakin bertambah saat diajak untuk melakukan aksi grebek pasar yang ada di sekitar sekolah mereka. Aksi grebek pasar tersebut digelar guna untuk merealisasikan tantangan pekan kedua tentang pemenuhan media pengomposan. Sebanyak 6 buah keranjang komposter disiapkan untuk menampung sampah sayur-sayuran yang berhasil dikumpulkan pagi itu sehabis olahraga oleh sedikitnya 20 orang siswa. Gambaran tersebut ditemui Tunas Hijau saat menggelar pembinaan wirausaha lingkungan Ecopreneur di sekolahnya, Rabu (29/03). Agenda pembinaan yang sebenarnya mengetahui realisasi perkembangan program Ecopreneur mulai pekan pertama hingga pekan ketiga. Disampaikan oleh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, bahwa selama tiga minggu […]

Babomut dan Produk Olahan Mbote ala SMPN 28 Surabaya

Rumah jamur milik Tim Kehidupan SMPN 28 tidak bisa lagi menghasilkan jamur yang biasanya diolah menjadi es krim. Penyebabnya, baglog yang sudah harus diganti dan jamur yang ada di dalam rumah jamur diserang rayap karena musim hujan terus mengguyur. Fakta tersebut disampaikan oleh Yoan Cindho Maharani, presiden direktur Ecopreneur Kehidupan SMPN 28 saat Tunas Hijau menggelar pembinaan di sekolahnya, Rabu (29/3). Tidak produktifnya rumah jamur bukan menjadi penghalang bagi perusahaan siswa sekolah yang berlokasi di Jalan Menganti Lidah Wetan dalam menghadapi Ecopreneur 2017. Terbukti, mereka memiliki rencana untuk meluncurkan produk unggulan terbaru yakni dengan memanfaatkan tanaman keladi, mengolah lidah buaya […]

Ajak Warga SDN Babat Jerawat I Surabaya Kurangi Sampah Plastik

Permasalahan lingkungan akibat perilaku manusia membuang sampah sembarangan dihadirkan dalam kegiatan workshop lingkungan hidup yang digelar di SDN Babat Jerawat I Surabaya. Sedikitnya 130 orang siswa kelas 4 dan 5 menjadi peserta workshop yang dilaksanakan bekerja sama dengan Tunas Hijau, Rabu (29/03). Mulai dari beragam bencana alam, seperti banjir, hewan-hewan yang terkena dampak dari sampah plastik di lautan mampu menarik perhatian mereka. Disampaikan oleh Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, bahwa saat ini plastik menjadi musuh utama manusia yang harus dikurangi. Alasannya, karena plastik merupakan sampah non organik yang tidak dapat terurai oleh tanah dalam waktu yang lama ratusan tahun […]

Istiningwati, Guru Penggiat Lingkungan Hidup SDN Jambangan I Surabaya

SDN Jambangan I Surabaya termasuk sekolah yang aktif dengan program lingkungan hidup berkelanjutan. Seolah tidak mau kalah dengan perkampungan yang dikenal dengan pengelolaan lingkungan hidupnya, dimana sekolah ini berada, SDN Jambangan I terus berupaya mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan. Dialah Nur Istiningwati, guru yang selama ini getol menjadi penggiat lingkungan hidup di sekolah yang berlokasi di Jalan Jambangan III No.24 Surabaya. “Program lingkungan hidup menjadi program prioritas kami. Surabaya Eco School, Ecopreneur, Pangeran Puteri Lingkungan Hidup dan Sekolah Adiwiyata,” kata Istiningwati. Bagi Istiningwati yang hobi mengurusi lingkungan ini, hal yg paling membanggakan adalah ketika bisa mengubah perilaku warga sekolah menjadi peduli […]

Es Krim Buah Naga, Nugget Jamur dan Pengomposan SMAN 11 Surabaya

Es krim buah naga dan nugget jamur menjadi produk unggulan perusahaan siswa SMAN 11 yang bernama Tunas Hijau Sewelas. Penentuan produk unggulan berdasarkan pada intensitas penjualan produk ecopreneur ke pelanggan atau warga sekolah. Fakta tersebut didapati oleh Tunas Hijau saat menggelar pembinaan program wirausaha lingkungan Ecopreneur di sekolahnya Sabtu (25/03) Realisasi tantangan pekan kedua dijawab dengan menggelar bazar penjualan produk es krim dan nugget jamur. “Kami bagi tim produksi, beberapa orang ada yang produksi es krim, beberapa orang lainnya fokus ke produk nugget jamur. Jamur itu memiliki masa panen yang sebentar 3-4 bulan saja,” ungkap Almas Putri,  presiden direktur Tunas […]

Puding Buah Naga dan Kompos SMAN 17 Surabaya

Produk unggulan ecopreneur bukan lagi merupakan produk uji coba. Pernyataan tersebut disampaikan Tunas Hijau kepada perusahaan siswa SMAN 17 bernama Seventeengreenteens. Pasalnya, satu-satunya indikator yang tidak terlihat adalah proses produksi mulai awal hingga akhir. Artinya, seharusnya produk yang dibuat harus melewati uji kualitas atau quality control terhadap rasa, tampilan dan kemasan yang melibatkan orang lain. Bukan lagi proses produksi sekali, kemudian langsung ke penjualan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau pada pembinaan program wirausaha lingkungan Ecopreneur di sekolahnya, Sabtu (25/03). “Kalau saya perhatikan, sebagian besar proses produksi produk ecopreneur masing-masing perusahaan siswa masih minim uji kualitas […]