Jumlah tanaman lidah buaya atau Aloevera yang banyak benar-benar dimanfaatkan untuk dijadikan produk unggulan oleh perusahaan siswa SMAN 13 bernama Aloe Squad Company. Daging tanaman yang memiliki manfaat pada rambut ini diubah menjadi es krim dan puding aloevera. Fakta tersebut disampaikan oleh Rizka Tri, presiden direktur mereka saat pembinaan wirausaha lingkungan Ecopreneur di sekolahnya, Senin (27/03).

Penjualan produk yang sudah dilakukan minggu lalu berhasil meraup keuntungan hingga lebih dari 150.000 rupiah. Penjualan tersebut merupakan kali pertama bagi mereka memperkenalkan produk terbaru pancake lidah buaya. Rizka Tri, siswa kelas 11 menjelaskan, sebelumnya mereka selalu memperkenalkan produk puding dan es krim aloevera kepada warga sekolah. “Karena baru pertama kali, sebagian pelanggan memberikan saran dan kritik kepada produk pancake ini,” ucap Rizka.

Saran yang diberikan pun bersifat membangun, seperti yang disampaikan oleh Cornelia Agatha, siswa kelas 10, yang mengira produk mereka adalah dorayaki makanan khas dari Jepang. “Loh, ini pancake lidah buaya tah? Saya kira ini jajanan dorayaki,” sahut Cornelia sambil tertawa. Tidak hanya itu, salah seorang guru juga mengatakan rasa makanannya tidak terasa lidah buayanya malah dominan rasa coklat.

Selama proses produksi, mereka memang memproduksi pancake dalam varian rasa coklat saja tidak menyediakan yang original. “Kami disarankan untuk membuat produk pancake dengan rasa original. karena, dalam produk pancake ini sebenarnya rasa lidah buayanya yang menjadi menu jualan kami. Tidak hanya itu, pewarna alami dari alam menjadi pekerjaan kami untuk membuat pancake dengan komposisi yang pas,” terang M. Khrisna, siswa kelas 11.

Permasalahan ini mendapat respon dari Anggriyan Permana, aktivis senior Tunas Hijau, yang menyarankan saat produksi produk unggulan harus melewati proses uji coba atau tester kepada teman-teman mereka di perusahaan atau guru. “Tujuannya adalah sampai kalian benar-benar mendapatkan komposisi bahan resep dan rasa yang pas,” saran Anggriyan. Tidak hanya produk olahan, kompos yang menjadi produk wajib dalam program ini ternyata masih mengalami kendala.

Kendalanya adalah saat proses pengomposan, minimnya sumber daya manusia yang mengelola pengomposan menjadi tantangan tersendiri. Ditambah rusaknya mesin pencacah daun yang ada di sebelah kotak pengomposan. Hebatnya, kendala tersebut tidak membuat mereka pesimis, dua kotak pengomposan sudah dibuat sekolah guna mendukung program pengomposan di sekolah. “Kami kemarin dibuatkan kotak pengomposan di belakang dan segera dioperasikan,” ujar Khrisna. (ryn)

2 thoughts on “Pancake Lidah Buaya, Hidroponik dan Pengomposan ala SMAN 13 Surabaya

  1. Mengolah limbah dan potensi lingkungan sekolah sangatlah menarik dan mengasyikan, seperti yang dilakukan oleh Rizka dan M. Krisna dkk. di SMAN 13 Sby. Mereka berkreasi dengan lidah buaya yang dapat dijadikan es krim, puding, pancake yang nikmat untuk dikonsumsi. Para eksekutif belia yang berjiwa ecopreneur mampu berkarya namun tetap melestarikan lingkungan. Pada zaman dahulu, lidah buaya bermanfaat hanya untuk menyuburkan rambut. Namun Rizka, dkk. mampu mengolahnya menjadi makanan & minuman yang bernilai jual serta layak untuk dipasarkan.

  2. Ecopreneur-ecopreneur muda terus bermunculan mulai dari tingkat SD-SMA, kali ini dari SMAN 13 Surabaya mengolah lidah buaya menjadi menu puncake, saya sendir belum merasakan, tapi melihat kekhasannya sangat menarik minat. Ini suatu karya yang patut diperhitungkan dalam dunia kuliner, karena kita semua tahu bahwa lidah buaya merupakan salah satu tanaman obat yang dapat menyembuhkan jenis penyakit tertentu.

    Lidah Buaya atau disebut Aloevera ini ternyata juga dapat diolah menjadi minuman maupun makanan, bahkan untuk usaha yang beru pertama ini mereka anak-anak muda SMAN 13 Surabaya berhasil meraup keuntungan Rp 150.000,- suatu gebrakan yang luar biasa.

    Siapa yang bisa membaca peluang dan memanfaatkannya dengan baik, merekalah orang-orang yang sukses.

    Bravo untuk SMAN 13 Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *