Tokek merupakan binatang reptil yang berukuran kecil dan masih sahabat dekat cicak.  Masyarakat biasa menyebutnya sebagai cicak besar. Ciri-ciri tokek dapat dengan mudah dilihat dengan kasat mata seperti warna dan ukuran tokek yang cenderung berbeda dengan cicak.

Tokek dapat ditemukan di rumah dan juga di hutan. Tokek rumah biasanya ukurannya tidak sebesar tokek hutan. Tokek hutan biasanya memiliki ukuran 2 sampai 3 kali lebih besar dari tokek rumah.

Berikut ini ada beberapa fakta tokek yang mungkin belum banyak diketahui:

  1. Tokek merupakan hewan nokturnal atau hewan malam. Biasanya tokek tidak muncul pada siang hari dan mencari makan pada malam hari. ,Namun tak jarang tokek keluar pada siang hari dan mengeluarkan suara pada siang hari. Tokek rumah biasanya muncul pada malam hari ketika matahari mulai terbenam. Tokek biasanya memakan serangga berupa nyamuk, jangkrik atau serangga apapun yang ada di sekitarnnya.
  2. Tokek merupakan spesies dekat dengan cicak, tokek juga dapat memutuskan ekornyasama halnya dengan cicak jika terancam keselamatannya. Namun, pertumbuhan ekor tokek tidak secepat pada cicak. Ekor tokek terbilang sangat lamban dalam pemulihan ekornya. Ekor tokek juga berfungsi sebagai penyeimbang saat berjalan di atas atap ataupun pohon
  3. Ukuran tokek yang berbeda-beda. Ukuran pada tokek terbilang sangat merata namun pada beberapa kasus ukuran tubuh tokek memebihi ukuran normalnya dan berat badan tokek ada yang hampir mendekati angka 4 Kg. Hal ini disebabkan oleh umur tokek dan faktor gen.
  4. Tokek dapat bertahan pada cuaca yang extream, karena proses seleksi alam dan evolusi membuat tokek dapat beradaptasi pada cuaca yang panas maupun dingin. Hal ini dapat dibuktikan dengan meletakkan tokek pada atap rumah dan tokek pasti dapat menyesuaikan dengan panas pada atap rumah.
  5. Jenis tokek berbeda beda, tidak sepenuhnya sama seperti jenis tokek madagaskar yang memiliki bentuk badan seperti daun kering yang memungkinkan dia untuk berkamuflase dengan alam dan untuk menghindari pemangsa alami tokek. Setiap jenis tokek memiliki bentuk dan warna yang berbeda-beda dan tentunya memiliki keunikan tersendiri.
  6. Tokek tidak akan ditemukan di kutub utara maupun selatan, walaupun tokek dapat bertahan pada cuaca yang extream. Hal ini disebabkan di kutub tidak ada sumber makanan berupa serangga yang berfungsi sebagai kelangsungan hidup tokek. Penyebab lain adalah tidak adanya pohon di kutub utara. (ron)

3 thoughts on “Hewan Nokturnal Tokek

  1. SUBHANALLAH, ternyata banyak hal yang belum kita tahu tentang hewan ini.

    Tokek umumnya aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannya kadang terdengar pada siang hari.
    Beberapa tahun lalu, Tokek pernah begitu jadi buah bibir, umumnya bagi mereka yang suka berpetualang. Pembicaraan ketika itu, tentang harga yang Tokek sangat mahal, karena dianggap mampu menyembuhkan mereka yang menghidap HIV atau AIDS. Penyakit yang menyerang system imun tubuh manusia dan yang kini belum ada obat medis yang mampu untuk menyembuhkannya. Oleh karenanya, ramuan tradisinol dengan bahan dasar Tokek itu, dipercaya sebagai ramuan yang paling mujarab.

    Bagian lidah dan darah Tokek dipercaya mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Tokek yang memiliki khasiat itu, adalah Tokek yang berbobot lebih dari 3 ons dan dalam keadaan hidup. Selain lidah Tokek, bagian empedu Tokek juga mujarab untuk mengobati AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli Tokek dengan harga mahal demi menyelamatkan nyawanya.

    Sedang sebelumnya, Tokek hanya dikenal sebagai hewan yang berguna sebagai obat penyakit gatal dengan cara membakar atau dengan menggorengnya. Bahkan saya sempat mengkonsumsinya saat terserang alergi gatal beberapa tahun yang lalu.

    Tak ada yang sia-sia dalam penciptaan-Nya dimuka bumi ini.

  2. Tokek ini memang mempuyai kelebihan dapat menyesuaikan suhu sekitarnya, ini pelajaran yang penting, mengapa tokek dapat menyesuaikan dengan suku sekitarnya baik dingin maupun panas ?….
    Kalau ini dipelajari lebih dalam tentu manusia dapat mengambil hikmanya. dan dapat menjadi solusi bagi manusia sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya dengan baik tanpa pelindung mantel auat lainya yang bisa manjadi sampah di sekitarnya.
    Tokek juga mempunyai cerita tersendiri di masyarkat tertentu baik sebagai obat atai cerita mistis yang belum tentu kebenarannya, sehingga tokek banyak diburu oleh oranorang tertentu untuk mengambil keuntungan semata yang tidak memikirkan kelestarian alam

  3. Hewan ini kebanyakan aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di rekahan batuan atau gua; namun sebagian jenisnya juga beradaptasi dengan lingkungan manusia dan bersifat komensal. Tokek memburu aneka serangga dan invertebrata lain sebagai makanannya, walaupun juga tidak segan memangsa vertebrata lain yang lebih kecil ukurannya. Tokek betina biasanya mengeluarkan sepasang telur, yang disimpan berlekatan di sudut lubang atau dinding. Tempat menyimpan telur ini biasa digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

    Konon binatang ini bisa menyembuhkan penyakit HIV atau AIDS. Meski belum ada penelitian ilmiah namun ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai ramuan paling mujarab untuk penyakit tersebut. Data WHO sejauh ini memang belum ditemukan obat untuk mengobati AIDS. Bila dilihat dari sisi kedokteran memang belum ada yang mengadakan penelitian khusus tentang khasiat tokek, namun bila diyakini bisa mengobati atau setidaknya mencegah penyakit AIDS tentu akan menjadi kemajuan besar dalam pengobatan tradisional. Namun medis memang diperlukan untuk menguji khasiat dan kandungan yang ada dalam tokek itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *