Ketika belum mengenal teknologi modern yang bisa membuktikan bahwa bumi adalah bulat, maka burung albatros, sang penjelajah bumi bisa menjadi saksi bahwa bumi adalah bulat. Karena bulatnya bumi itu, burung albatros bisa kembali ke tempat asal setelah terbang lurus di atas permukaan bumi.

Namun, terbang mengelilingi bumi itu membuat albatros lebih banyak menemui lautan. Makannya pun adalah ikan-ikan di laut. Banyaknya sampah plastik yang bermuara di lautan banyak menyebabkan burung albatros menganggapnya sebagai ikan makanannya. Alhasil banyak ditemukan albatros yang mati karena pencernaannya rusak akibat sampah plastik yang dimakannya.

Albatros, dari keluarga Diomedeidae, adalah burung laut besar dalam ordo Procellariiformes yang merupakan satu kelompok dengan Procellariidae, Petrel badai dan Petrel penyelam. Burung ini ditemukan secara luas di Samudra Antartika dan Pasifik Utara.

Burung ini tidak terdapat di Atlantik Utara, meskipun temuan fosil membuktikan bahwa burung ini dahulu pernah ada di sana. Burung albatros termasuk burung terbang yang paling besar, dan burung albatros besar (genus Diomedea) memiliki panjang sayap yang paling besar melebihi burung lainnya.

Burung albatros sangat efisien di udara, dengan menggunakan teknik terbang melayang dan terbang membumbung untuk dapat terbang pada jarak yang sangat jauh dengan tenaga yang sedikit. Burung ini memakan cumi-cumi, ikan, dan udang, dengan cara memakan hewan yang terdampar, berburu di permukaan air, dan menyelam.

Albatros merupakan burung yang tinggal dalam koloni, memiliki kebiasaan membuat sarang di pulau terpencil di tengah samudera, kadang bercampur dengan beberapa spesies. Burung ini memiliki kebiasaan monogami dengan mempertahankan pasangan seumur hidupnya.

Musim berbiak dapat memakan waktu lebih dari satu tahun mulai dari bertelur, dengan satu butir telur untuk satu musim berbiak. Seekor albatros laysan yang diberinama “Wisdom” yang ditemukan di Kepulauan Midway dianggap sebagai burung liar berumur paling tua di dunia. Burung ini pertama kali ditandai pada tahun 1956 oleh Chandler Robbins.

Dari 21 spesies albatros yang diakui oleh IUCN, 19 telah dikategorikan sebagai terancam punah. Jumlah albatros telah menurun di masa lalu karena perburuan bulu, namun saat ini albatros terancam oleh spesies pendatang, seperti tikus atau kucing liar yang memangsa telur burung, anak burung; oleh polusi; dengan adanya penurunan jumlah ikan di beberapa daerah terutama karena penangkapan ikan yang belebihan, dan kegiatan merawai.

Merawai menjadi ancaman terbesar, karena burung yang mencari makan tertarik pada umpan pancing yang akhirnya terkait dan mati. Para pemangku jabatan seperti pemerintah, organisasi konservasi dan industri perikanan sedang melakukan upaya untuk mengurangi jumlah burung yang tanpa sengaja tertangkap.

Albatros merupakan kelompok burung yang besar sampai yang sangat besar; burung ini merupakan yang terbesar dalam procellariiformes. Paruhnya besar, kuat serta berujung tajam, rahang bagian atas berakhir pada sendi yang besar. Paruh ini terdiri dari beberapa lempengan keras, dan sepanjang sisi adalah dua “saluran”, lubang hidung panjang.

Saluran hidung semua albatros berada di sepanjang sisi paruh, tidak seperti Procellariiformes yang lain, dimana saluran hidung berada di sepanjang bagian atas paruh. Saluran ini memungkinkan albatros untuk mengukur kecepatan udara yang tepat pada saat terbang.

Albatros membutuhkan pengukuran kecepatan udara yang akurat untuk melakukan manuver luncuran yang dinamis. Dikarenakan albatros mencari makan sambil terbang, bau tidak menjadi hal yang penting, karena objek apapun di dalam laut tidak bisa dibaui oleh burung yang terbang dengan cepat. Indera pendeteksi makanan yang utama adalah penglihatannya.

Seperti kebanyakan Procellariiformes, mereka menggunakan penciuman saat mencari makan untuk menemukan lokasi yang potensial memiliki sumber makanan. Kaki albatros tidak memiliki jari belakang dan ketiga jari bagian depan terhubung oleh selaput secara sempurna.

Procellariiformes memiliki kaki yang kuat, pada kenyataannya, hampir unik dalam ordo mereka, dan petrel raksasa mampu berjalan dengan baik di atas tanah. Tingginya efisiensi perjalanan jarak jauh ini yang mendasari keberhasilan albatros mencari sumber makanan dalam jarak yang jauh, dengan menghabiskan energi yang sedikit untuk mencari sumber makanan.

Adaptasi mereka untuk terbang melayang membuat mereka tergantung pada angin dan gelombang, sayap mereka yang panjang juga tidak cukup kuat untuk digunakan terbang mengepak dalam waktu yang lama. Pada saat angin laut tidak bertiup, albatros akan beristirahat di permukaan laut, sampai angin berhembus lagi.

Albatros pasifik-utara dapat terbang dengan gaya mengepak-meluncur, dimana mereka mengepakkan sayap diikuti dengan meluncur. Saat lepas landas, albatros perlu mengambil ancang-ancang untuk memungkinkan udara yang cukup untuk bergerak di bawah sayap untuk memberikan gaya angkat.

Bentangan sayap albatros besar (genus Diomedea) merupakan yang paling besar diantara semua burung, melebihi 340 cm, meskipun bentangan sayap spesies lain bisa dikatakan lebih kecil 175 cm. Sayap albatros kaku dan melengkung, dengan tepi yang menebal serta ramping.

Albatros menjelajah jauh dengan dua tehnik yang biasa digunakan oleh burung laut dengan sayap panjang, terbang melayang dan terbang membumbung. Terbang melayang merupakan gerakan naik mengikuti angin dan turun mengikuti angin untuk mendapatkan energi vertikal dari kemiringan angin.

Burung akan turun mengikuti kecepatan angin lalu memutar ke arah angin yang lebih lambat di atas air, menanjak sampai mendekati batas kecepatan, lalu memutar turun lagi untuk mempercepat dengan ketinggian yang lebih tinggi, angin yang lebih kencang dan gravitasi. Begitu seterusnya.

Manuver ini memungkinkan burung menjelajah sampai 1000 km dalam sehari tanpa mengepakkan sayap sekalipun. Tenaga yang dikeluarkan hanyalah untuk bergerak memutar ke kiri dan ke kanan dalam setiap putaran. Terbang membumbung memanfaatkan gelombang angin yang naik.

Albatros memiliki rasio luncuran sekitar 22:1 sampai 23:1; artinya untuk setiap 1 meter mereka menurun, mereka dapat menempuh 22 meter ke depan. Kemampuan membumbung mereka ditunjang oleh lembaran urat yang mengunci sayap saat sayap tersebut terbuka penuh, yang memungkinkan sayap tetap terentang tanpa ada tarikan otot, sebuah adaptasi morfologi yang sama dengan petrel raksasa.

Tehnik terbang melayang albatros ini menginspirasi perancang pesawat terbang; insinyur pesawat terbang dari Jerman Johannes Traugott dan teman-temannya telah memetakan pola penerbangan albatros dan mencari cara menerapkan hal ini dalam pesawat terbang, khususnya pesawat tanpa awak.

Albatros sangat populer bagi para pengamat burung, dan koloni mereka menjadi tujuan wisata yang populer bagi ekowisata. Perjalanan untuk pengamatan burung sering dilakukan menuju daerah pesisir seperti Monterey, Kaikoura, Wollongong, Sydney, Port Fairy, Hobart dan Cape Town, untuk mengamati zona pelagik burung laut, dan albatros sangat mudah tertarik pada kapal pengamat ini dengan menyebarkan minyak ikan ke laut.

Mengunjungi koloni albatros menjadi sangat populer, koloni Albatros raja-utara di Taiaroa Head menarik 40.000 pengunjung dalam satu tahun, dan koloni yang lebih terisolasi menjadi kunjungan kapal pesiar yang berlayar di kepulauan sub-Antartika.Albatros bisa ditemukan dibelahan bumi selatan dari Antartika sampai Australia, Afrika Selatan dan Amerika Selatan dan dari jenis makanannya cephalopoda, ikan, crustacea, jeroan, dan cumi-cumi.

(roni dari berbagai sumber)

Foto: wikiwand.com

4 thoughts on “Burung Albatros Penjelajah Bumi

  1. Albatros memang sangat menginspirasi,,bukan hanya penjelajah bumi tapi karena kegesitannya dalam mengepakkan sayap, para ahli menemukan bentuk ideal pesawat dari bentuk tubuh burung albatross.

    Tapi sayangnya, populasi mereka semakin berkurang, banyak satwa-satwa yang mati karena plastik kian bertambah dan ini menjadi peringatan bagi manusia, betapa plastik sekali pakai yang selalu kita gunakan sudah begitu membahayakan.

    Semoga kita semua lebih Peduli dengan lingkungan kita Demi kelestarian Bumi kita

  2. Kelestarian keragaman hayati yang ada di bumi ini sangat tergantung dari peran manusia, seperti halnya kelestarian burung Al Batros ini juga sangat dipengaruhi oleh sikap dan ulah manusia, coba kalau peggunaan plastik dan habitat burung al batros ini diperhatikan tentu akan mengurangi kematian dari burung al batros oleh sampah plastik yang dibuang sembarangan.

    Saya yakin bahwa rantai makanan atau jaring-jaring makanan suatu makhluk hidup itu ada keterkaitanya satu dengan yang lainnya, maka apabila salah satu keragaman hayati yang ada di muka bumi ini punah, akan mempengaruhi makhluk hidup lainnya, termasuk keberadaan burung al batros ini. Untuk itu kelestarian burung ini perlu dijaga oleh semua manusia yang peduli pada makhluk hidup.

    Meskipun papulasi burung Al Batros di Indonesia hampir tidak nampak tetapi kelestarian burung ini harus tetap dijaga karena akan berpengarung terhadap ekosistem yang ada di alam semesta. Kita pun tahu dari artikel diatas bahwa koloni burung al Batros menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

    Semoga artikel ini memberi pelajaran terhadap semua kelestarian burung yang ada di Indonesia, karen akhir-akhir ini banyak orang yang menangkap burung dengan pulut yang sangat merugikan bagi kelestarian aneka burung yang ada.

  3. Burung yang sangat dikagumi yaitu burung albatros ini sangat menginspirasi banyak orang, karena semangatnya dan kelincahannya yang bisa mengelilingi dunia, tetapi sangat sedih bahwa burung ini akan banyak yang mati cuma karena sampah.

    Semoga artikel ini bisa membuat pelajaran agar tidak membuang sampah sembarangan lagi.

  4. Wauw,albatros adalah terhebat dia bisa mengelilingi semua belahan bumi dan dia juga burung terbesar.Tapi,masih banyak hewan yang memiliki keunikan seperti burung pemangsa terbesar burung kondor andes,burung terkecil burung kolibri lebah,burung terbesar burung unta,burung pemangsa terkecil burung falkonet berkerah,burung terbang paling berat bustar raksasa,dan burung laut terkecil yang bernama badai wilson lalu ada juga burung terbang tercepat yaitu elang peregrine dan masih banyak lagi seperti burung penyelam dan perenang terhebat yaitu penguin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *