Program Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2017 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya sudah dimulai. Workshop bagi sekolah terpilih Surabaya digelar per jenjang pendidikan. Workshop Ecopreneur bagi SD digelar Selasa 7 Maret 2017 di SMPN 23. Workshop Ecopreneur bagi SMP digelar Rabu 8 Maret 2017 di SMPN 11. Workshop Ecopreneur bagi SMA/SMK digelar Kamis 9 Maret 2017.

Pada Workshop Ecopreneur 2017, masing-masing tim peserta diminta membentuk usulan student company, dengan seluruh executive adalah siswa. “Seluruh board commissioner atau dewan komisaris adalah kepala sekolah, guru, dan/atau orang tua siswa. Struktur student company tersebut harus diresmikan oleh kepala sekolah,” ujar Aktivis Senior Tunas Hijau Anggriyan Permana.

Pada workshop ini, masing-masing tim peserta diminta mereview pengelolaan lingkungan hidup di sekolah. “Pengelolaan lingkungan hidup di sekolah yang masih belum optimal maupun yang sudah optimal selanjutnya dianggap sebagai modal atau aset,” tambah Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Pengumpulan modal awal program ini oleh masing-masing student company akan dilakukan dengan cara yang sama. Cara yang sama tersebut adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan sampah. “Pekan I pada 13 – 19 Maret 2017 akan menjadi pekan pengumpulan modal dari segala aktivitas yang berhubungan dengan sampah atau barang bekas,” lanjut Anggriyan Permana. (ron)

26 thoughts on “Pembentukan Student Company Pada Workshop Ecopreneur 2017

  1. Tim lingkungan SMP 11 sudah melakukan grebek pasar sebanyak 185kg sampah sayur hasil grebek pasar di pabean di manfaatkan untuk komposting.oleh Tim EcoPreneur SMPN 11 Surabaya

  2. Pengelolaan lingkungan di SMPN41 meliputi
    1. 4 pengolahan kompos tidak menghasilkan apapun (karena adanya pembangunan gedung)
    2. 4 keranjang takakura tidak menghasilkan apapun (karena adanya pembangunan gedung)
    3. 75 lubang biopori tidak menghasilkan apapun (karena adanya pembangunan gedung)
    4. 10 tong kompos cair tidak menghasilkan apapun (karena adanya pembangunan gedung)
    5. hidroponik menghasilkan 7,5 kg sawi
    6. greenhouse pembibitan jahe berhasil memanen 5kg jahe
    7. tidak ada pengolahan dan penjualan barang daur ulang

  3. Tim lingkungan SMP 11 sudah melakukan grebek pasar sebanyak 185kg sampah sayur dan hasil grebek pasar di pabean di manfaatkan untuk komposting. Media komposting yang dimiliki SMP 11 berupa 14 Takakura, 12 tong aerob, 2 rumah kompos, serta 450 lubang biopori yang semuanya telah difungsikan sebagai media komposting selama 4 bulan terakhir telah mengolah sampah organik sebanyak 8200kg dengan produk kompos 3010kg. SMP 11 memiliki potensi sekolah yang dimanfaatkan untuk pengolahan menu ramah lingkungan seperti pohon asem, tanaman ginseng, taman toga, kebun sayur, kolam lele, kebun buah,.
    SMP 11 memiliki bank sampah untuk pengelolahan limbah kering sampah kertas dan juga sampah plastik. SMP 11 juga memiliki mesin pencacah daun namun, masih dalam masa perbaikan.
    oleh Tim EcoPreneur SMPN 11 Surabaya

  4. Pembentukan Student company pada workshop ecopreneur 2017

    Disekolah kami SMPN 7 Surabaya menanam tumbuhan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan, terutama tumbuhan okra dan tomat. Kami mengelolah tumbuhan tersebut sebagai bahan obat alami. Tumbuhan okra bisa mengobati penyakit ginjal dan juga bisa mengendalikan gula darah. Kami memilih okra karena perawatan pengolahannya lebih mudah dan tidak banyak memakan biaya, apalagi dengan keterbatasan sarana prasarana di sekolah membatasi aktivitas kami dalam kegiatan lingkungan hidup dan cita harap kami untuk mengembangkan wirausaha dan menciptakan pelajar mandiri dalam pengembangan lingkungan hidup maupun ekonomi yang bekerja sama dengan koprasi dan pihak yang bersangkutan dari dalam lingkungan sekolah maupun umum.

  5. Perusahaan siswa Ecopreneur 2017
    SMP NEGERI 5 SURABAYA
    Komisaris: Dr. Idris, M.Pd, M.Si
    Suharmi S,Pd
    Ninik S,Pd
    Eksekutif:
    President direktur : Maulana Azis
    Vice president produksi : Ucik Nurhidayati
    Vice president marketing : Anggi Nikmah Alvia
    Vp finance : Kio Rana Sausan.

  6. Pembentukan Student company pada workshop ecopreneur 2017

    Disekolah kami SMPN 7 Surabaya menanam tumbuhan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan, terutama tumbuhan okra dan tomat. Kami mengelolah tumbuhan tersebut sebagai bahan obat alami. Tumbuhan okra bisa mengobati penyakit ginjal dan juga bisa mengendalikan gula darah. Kami memilih okra karena perawatan pengolahannya lebih mudah dan tidak banyak memakan biaya, apalagi dengan keterbatasan sarana prasarana di sekolah membatasi aktivitas kami dalam kegiatan lingkungan hidup dan cita harap kami untuk mengembangkan wirausaha dan menciptakan pelajar mandiri dalam pengembangan lingkungan hidup maupun ekonomi yang bekerja sama dengan koprasi dan pihak yang bersangkutan dari dalam lingkungan sekolah maupun umum.
    Oleh tim lingkungan hidup SMPN 7 Surabaya.

  7. Di lingkungan SMPN 5 kegiatan pengelolaan lingkungan antara lain:
    1. Pengelolaan limbah sampah menggunakan tong aerob sebanyak 3 tong dan masih digunakan, tapi belum menghasilkan.
    2. Takakura sebanyak 9 keranjang tapi saat ini baru menghasilkan 2 keranjang, hal ini disebabkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan (sering hujan).
    3. Lubang Biopori kurang lebih ada 110 lubang ditempatkan di lokasi yang sering tergenang air saat hujan, dan saat ini telah menghasilkan 2 kantong pupuk.
    4. Kolam ikan lele yang berada di green house pada bulan Januari 2017 telah di panen sebanyak 7 kg, dan setelah dipanen sekarang budidaya ikan lele diganti dengan ikan mujaer.
    5. Budidaya tanaman Tin dimanfaatkan untuk bahan baku teh Tin.
    6. Budidaya tanaman terong sudah dapat dipanen, dan diolah menjadi terong balado kemudian dijual di lingkungan sekolah.

  8. Pemaparan potensi dan program LH SMPN 1 SURABAYA
    takakura :
    – di sekolah kami terdapat 8 takakura
    -Takakura di cek oleh kader berjumlah 5 orang
    Biopori :
    – di sekolah kami terdapat 10 biopori
    – biopori di rawat dan di jalankan oleh kader air dengan bantuan kader yang lain
    Tong aerob :
    – tedapat 2 tong, belum dapat dikelolah dengan maksimal
    Ikon sekolah ( SUWEG)
    – akan dilaksanakan pemanenan suweg dan akan diolah menjadi produk khas spensa
    Contohnya ; kripik suweg , getuk , donat suweg
    MARKISA
    Pada jumat 3 maret 2017
    Kami memanen markisa, kurang lebih 5kg yang kemudian diolah menjadi selai markisa oleh kader makanan sehat
    Daging markisa dipisahkan dari kulit dan biji ditanam kembali oleh kader hayati.
    SAWO
    Belum dipanen namun kami memiliki rencana akan diolah menjadi sebuah produk unggulan
    Contoh ; jus sawo, ice cream sawo

    Di spensa terdapat green house yang terdapat beberapa tanaman hias dan tanaman toga.

    Di spensa juga melaksanakan program bank sampah yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah.

  9. Tim lingkungan hidup smpn 9 sby telah melakukan pengelolahan sampah dengan baik polka yang terhubung dengan komposting adalah polka biopori, takakura Dan komposter. Akhir akhir ini memang tim takakura sekarang kurang baik tapi pengelolahan sampah daun di pokja komposter Dan pokja biopori saat ini masih berjalan baik di karenakan smpn 9 banyak pohon sehingga setiap harinya banyak daun yang berguguran . Smpn 9 sby memiliki 4 tong Aero Dan 3 bak besar sementara lubang bopori di smpn 9 sby kurang lebih Ada 120 lubang.

  10. Dalam menyongsong adanya program Ecopreneur yang diselenggarakan Tunas Hijau. SMP Negeri 26 Surabaya melakukan kegiatan dan menghasilkan suatu perolehan seperti :
    – 3 Tong komposter setelah panen baru aktif minggu ini.
    – 10 Keranjang Takakura baru dipanen dan baru diisi full
    – 1625 Lubang Biopori, aktif kurang lebih 1600 lubang biopori
    – Kami baru mengganti jamur-jamur kami
    – Menanam tanaman buah-buahan
    – IPAL air wudhu mulai aktif kembali
    – IPAL AC tetap berjalan
    – Pembuatan Taman Anggrek
    – Budidaya Ikan masihg berjalan
    – Pemilahan sampah kelas
    – Mengaktifkan Bank sampah mulai pekan ini
    – Gerebek Pasar setiap bulan

    sekian pengolahan lingkungan dari SMPN 26 Surabaya Terima Kasih

  11. Di sekolah kami telah berjalan antara lain: 1. Kita sekarang mulai membuat hidroponik,pembuatan hidroponik kita berjalan dengan lancar.
    2. Tatakura kita sekarang hilang,tetapi sekolah berusaha akan membelikan tatakura lagi
    3. Sekolah kita juga membuat kantin tunas hijau dan berjalan dengan lancar
    4. Pembudidayaan tanaman toga
    5. Pemilahan sampah plastik berjalan tiap 2 minggu sekali
    6. Pembuatan kerajinan tangan dari limbah plastik dan limbah kertas
    7. Pembuatan pupuk dan kompos

  12. Pembentukan Student company pada workshop ecopreneur 2017

    Di lingkungan sekolah SMPN 3 Surabaya terdapat banyak tanaman hijau yang fungsinya tidak hanya untuk menghijaukan sekolah tetapi juga banyak manfaat yang dapat diambil dari tanaman tersebut.Salah satunya tanaman cincau,tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk bahan minuman sellain bahan minuman cicau juga dapat menjadi obat penyakit radang lambung dan hipertensi.Penanaman tanaman toga di SMPN 3 Surabaya memanfaatkan lahan yang ada,meskipun kurang tetapi dimanfaatkan bermacam-macam dan sebanyak mungkin tanaman toga.

  13. Sarana prasarana di lingkungan SMP Negeri 40 Sby.

    • Keranjang bim salabim:
    • Jumlah: 5 keranjang bim salabim
    Pemanfaatannya untuk menampung sisa sisa sampah di kantin yang akan dibuat pupuk kompos, di sekolah , kami juga mengumpulkan sisa-sisa makanan dari bekal siswa

    • GREEN HOUSE:
    • Jenis jenis bibit tanaman (buah) melon, blewah, dan srikaya
    • (sayuran) bayam merah, kacang panjang dan terong
    Mulai pembibitan tanaman: bulan November 2017, setiap hari sepulang sekolah para kader khususnya pokja green house selalu melalkukan perawatan, pemantauan, penyiraman, dll

    • Kolam pengomposan:
    • Di sekolah kami memiliki 3 kolam pengomposan yang terbuat dari tandon air bekas yang sudah tidak terpakai, dibelah menjadi 3 bagian dengan diameter sekitar 180 Cm.
    • Kolam pengomposan tersebut dimanfaatkan untuk menampung daun-daun diolah menjadi kompos
    • Yang didapat dari halaman sekolah, karena di sekolah kamo terdpat banyak pohon dan tanaman, setiap hari diolah oleh para kader lingkungan
    Alat bor biopori
    Memiliki 6 alat bor biopori yang dimanfaatkan untuk pembuatan LRB baik di dalam maupun di luar sekolah

    Alat pemotong daun (pemda)
    Alat pemotong daun sederhana yang dibuat dari barang-barang bekas, dimanfaatkan untuk mencacah daun-daun, meski hasilnya tidak semaksimat mesin pencacah. Alat ini menggunakan bantuan dynamo untuk meringankan pekerjaan

  14. Kami Tim Lingkungan Hidup SMP Negeri 9 Surabaya telah melakukan pengelolahan sampah dengan baik.pengolahan sampah tersebut meliputi 4 pokja yaitu: pokja daur ulang , pokja komposter,pokja biopori dan pokja takakura. Sebelum itu smpn 9 memiliki 4 tong Aerop Dan 3 bak besar 120 biopori Dan 14 keranjang takakura. Akhir-akhir ini memang pokja takakura kurang baik dalam memproses sampah tapi pokja lainnya masih berjalan dengan lancer seperti pokja komposter yang selalu memproses sampah daun di smpn 9 Sama seperti pokja biopori yang setiap harinya memproses daun. Jika pokja fair ulang membuat barang daur ulang Dari bahan bekas.

    1. pengelolahan lingkungan hidup yang berhubungan dengan eco preneur smp pgri 6 adalah sebagai berikut:
      1.koran bekas : setiap harinya kita mengumpulkan koran bekas dari siswa-siswi untuk kita jual,setiap kilonya menghasilkan uang Rp 2.000,00
      2.kardus aqua dan gelas aqua : kita dapatkan dari penjualan minuman aqua setiap harinya setiap kilonya menghasilkan uang Rp 2.000,00
      3.penjualan es belimbing wulu : setiap 3hari sekali kita berhasil menjual 20 gelas es belimbing wulu,pergelasnya kita patok harga Rp 1.000,00
      4.penjualan es ceremai sama dengan penjualan es belimbimg wulu
      5.penjualan botok lamtoro,tahu&tempe perbungkusnya kita patok harga Rp 2.500,00
      6.pembuatan kompos berlangsung setap harinya
      7.kita mempunyai kolam lele tapi belum bisa menghasilkan

  15. Pengelolahan lingkungan hidup di SMPN 23 Surabaya, meliputi:
    1 mesin pencacah daun kering untuk pembuatan kompos, daun kering didapat dari daun-daun yang berguguran dari pohon yang ada di SMPN 23 menghasilkan 300kg kompos, pengumpulannya oleh siswa/i SMPN 23 dibantu petugas kebersihan. Ada 800+ lubang biopori yang menghasilkan 70 kg kompos setiap panen, ada 6 takakura yang tersebar di beberapa titik di SMPN 23, ada 4 tong aerob untuk pengelolaan komposter cair, Green house dan hidroponik untuk penanaman sayuran sawi yang nantinya dijual melalui bazar Ecopreneur maupun secara langsung, bank sampah menampung sampah recycle berupa koran dan kardus

  16. Tim kader Lingkungan SMPN 8 Surabaya Telah melakukan banyak pengolahan tentang Lingkungan seperti berikut:
    1.-Mengolah icon sekolah yaitu “Lidah Buaya” menjadi Es Paloev dan yang terbaru yang telah kami olah yaitu
    “Puding Paloev”.
    -Mengolah icon Sekolah yaitu “Pandan Wangi’ menjadi sirup pandan
    2.Kami mendaur ulang Limbah kertas menjadi kertas layak pakai.
    3.Kami memanfaatkan limbah botol plastik menjadi tempat sampah yang layak pakai.
    4.Di Sekolah kami menyediakan kardus bekas untuk mengumpulkan limbah plastik (botol) dan limbah kertas lalu kegiatan ini kami bekerja sama dengan pokja bank sampah dan TPS lalu sebagian kami jual kami olah kembali
    5.Setiap Jum’at bersih dan Jum’at Adiwiyata mengumpulkan sampah organik untuk diolah di Takakakura dan komposter atau tong aerob menjadi pupuk kompos
    6.Pembibitan cabe rawit dan terong menggunakan media platisk bungkus minyak goreng
    7.IPAL atau limbah air wudhu kami memanfaaatkanya menjadi air yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman dan sehari harus habis jika tidak akan mengeluarkan bau busuk
    8.Tabulanpot di Sekolah kami mewajibkan setiap kelas harus memiliki Tabulanpot.
    9.Green House memiliki banyak tanaman ada tanaman hias, tanaman toga,tanaman hidroponix.

  17. Di lingkungan SMPN 13 kegiatan pengelolahan LH yaitu

    1. Mengumpulkan sampah plastik setiap selasai istirahat ke kelas-kelas
    2. Memilah sampah plastik
    3. Lubang biopori SMPN 13 terdapat 10 lubang biopori
    4. Terdapat 5 takakura, akan tetapi belum menghasilkan sama sekali dikarenakan kondisi cuaca tidak mendukung
    5. Terdapat hutan belimbing
    6. Penyaringan sampah plastik oleh tim tunas hijau dan bekerja sama dengan osis

  18. WORKSHOP ECOPRENEUR 2017
    SMPN 35 SURABAYA
    Jl. Rungkut Asri no.22

    SMPN 35 Surabaya terletak di wilayah Surabaya Timur. Sekolah kita saat ini sedang berkerja keras untuk mencapai ADIWIYATA MANDIRI, untuk mencapai ini kita semua stake holder sekolah saling berkerja sama.

    Beberapa pokja yang terdapat di SMPN 35 Surabaya yaitu:
    1. Kolam
    2. Kantin
    3. Takakura
    4. Rumah jamur
    5. Bank sampah
    6. UKS
    7. 3R
    8. Produk icon
    9. Toga
    10. Taman
    11. Sampah buis beton
    12. Biopori
    13. Greenhouse
    14. Kompos
    15. IPAL (pengelolaan air limbah dan pematusan)
    16. Ecoschool

    1. Kolam
    Di SMPN 35 Surabaya, di halaman tengah terdapat kolam yang dikelola oleh seluruh siswa dan siswi yang tergabung dalam pokja kolam. Tak lupa seminggu sekali dalam 1 bulan (hari jum’at). Siswa dan siswi yang terbung dalam pokja ini dengan gotong royong membersihkan air kolam dari dedaunan. Dan tak lupa mereka menguras air kolam agar air kolam terjaga kejernihannya.

    Guru pembina: Bu Tinting dan Bu Sukilah

    2. Kantin
    Sekolah kita tepatnya di sebelah selatan ruter (ruang terbuka) terdapat kantin SMPN 35. Setiap setelah bel istirahat. Siswa dan siswi yang tergabung dalam pokja kantin membersihkan kantin menurut jadwal piket yang diatur. Pokja ini tentunya bermanfaat bagi para perjual di kantin SMPN 35 karena membantu kebersihan kantin. Progam kerja tetap sama dengan pokja yang lain. Di kantin kita tidak ada kemasan plastik maupun makanan yang mengandung pengawet karena kita di pantau dari Puskesmas Rungkut.

    Pembina: Bu Endah dan Bu Wahyu

    3. Takakura
    Di depan kantin sekolah kita terdapat keranjang keranjang takakura. Setiap hari para siswa dan siswi yang tergabung dalam pokja takakura ini bergantian sesuai piket untuk memberi air leri (air cucian beras yang berasal dari penjual kantin) dan mengaduk kompos. Agar kompos takakura hasilnya bagus untuk tumbuhan. Apakah yang terdapat di dalam keranjang takakura?
    -Bantalan sekam, bantalan sekam terdapat pada paling bawah keranjang takakura
    -¼ tanah kering
    -Sisa makanan (potongan sayuran)
    -Bantalan sekam
    -Kain

    Pembina: Bu Susi dan Bu Ningsih

    4. Rumah Jamur
    Di pojok belakang sekolah kita terdapat pokja jamur, tempatnya terbuat dari dinding sesek untuk keluar masuknya udara agar kondisi didalam rumah jamur tadi tetap lembab karena juga dikelilingi oleh beberapa tanaman. Pembenihan jamur harus lembab, sehingga tempat ini sangat menunjang

    Pembina: Bu Diah Erma dan Bu Mira

    5. Bank sampah
    Di sebelah rumah jamur terdapat pokja bank sampah. Tugas para siswa dan siswi yang tergabung dalam pokja bank sampah adalah memilah sampah organik dan anorganik

    Pembina: Pak Tedi dan Bu Iswiastuti

    6. UKS
    UKS sekolah kita dulu berada di depan ruangkepala sekolah, namun karena saat ini gedung sekolah dalam tahapan renovasi maka ruang UKS ini pindah di depan rung guru. Siswa dan siswi yang tergabung dalam pokja ini mempunyai jadwal piket secara berkala bergantian menjaga ruang UKS. Saat kelas 7, puskesmas rungkut mengadakan pengecekan kesehatan (mata, gigi, dll)

    Pembina: Bu Diah Wuri dan Bu Untari

    7. 3R
    Di lobby sekolah kita terdapat pokja 3R. Pokja ini setiap seminggu sekali di dalam minggu ke 4 para siswa dan siswi yang tergabung dalam pokja ini mengadakan sosialisasi cara untuk mebuat kerajinan (daur ulang), lalu dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat kerajinan tersebut.

    Pembina: Bu Sutiah dan Bu Winarni

    8. Produk Icon
    Produk icon bertugas untuk mengolah belimbing wuluh yang menjadi produk icon di SMPN 35. belimbing wuluh ini lalu dikelola menjadi selai, jus, dan sirup untuk disajikan kepada tamu yang datang di SMPN 35 sebagai pengenalan hasil produk icon.

    Pembina: Bu Okta dan Bu Siti Umi

    9. Toga
    Toga SMPN 35 terletak di halaman bagian timur SMPN 35. Toga atau tamanan keluarga merupakan salah satu keunggulan di smpn 35. berbagai tanaman yang ditaman seperti jahe, kunyit, dll. Dengan adanya toga kita kembali ke alam sehingga tidak tegantung pada obat obatan yang tersedia di apotik tapi memanfaatkan tenaman tersebut.

    Pembina: Bu Nila dan Pak Kus

    10. Taman
    Tedapat di tengah halaman SMPN 35 yang berfungsi untuk penghias dan penyejuk dalam sekolah yang dihiasi oleh berbagai tanaman yang tumbuh seperti pohon mangga, anggrek, dll. Selain tanaman juga ada bangku bangku taman. Cara pengelolaan dari pokja taman yaitu menanan, menyirami, dan memberi pupuk pada tanaman.

    Pembina: Bu Pranti dan Bu Luluk

    11. Buis Beton
    Buis beton terdapat di sebelah barat musolla. Buis beton merupakan pokja yang cara mengelolaannya sampah dikumpulkan dihancurkan terlebih dahulu, diberi air, lalu ditutup dan dibiarkan beberapa hari, setelah jadi dipanen berupa pupuk organik.

    Pembina: Pak Dwi dan Pak Ratno

    12. Biopori
    Terletak di beberapa titik halaman sekolah. Tujuan adanya pokja biopori adalah menampung air hujan untuk mencegah banjir. Pengelolaan dan perawatan pokja ini sama seperti pokja lainnya.

    Pembina: Bu Lely dan Bu Lis

    13. Green House
    Terletak pada sisi timur gedung kelas 9. green house merupakan pokja budidaya tanaman hijau yang cara pengelolaannya dimulai dari pembenihan yang sederhana menggunakan media spon dan sterofoam sedang yang lainnya tetap menggunakan media tanah. Hidroponik adalah salah satu teknik penanaman memanfaatkan botol bekas dan sumbu, serta air.

    Pembina: Bu Handa dan Bu Harti

    14. Kompos
    terletak di sebelah barat musolla. Pokja ini merupakan pokja cara pengelolaannya mendaur ulang sampah kering/basah sebagai pupuk kompos. Prosesnya dimulai dari pengumpulan sampah dan dipilah sesuai jenis sampahnya.

    Pembina: Bu Aslikah dan Pak Rusbanu

    15. IPAL
    IPAL (ilmu pengolaan air limbah dan pematusan) terletak di utara ruang guru. Hal ini agar berdekatan dengan tempat wudhu sehingga air yang terbuang langsung bisa di proses dan dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman.

    Pembina: Pak Ma’in dan Pak Shofi

    16. Eco School
    Eco school bisa disebut juga sebagai humasnya/penerangan semua pokja. Anggota dari pokja ini dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengamati progam kerja masing masing pokja. Media penerangan tentang pokja bisa lewat yel-yel.

    Pembina: Bu Suci dan Bu Dian

    TERIMA KASIH

  19. SPENTULAS COMPANY
    Komisaris: Ahmad sya’roni
    Executive 1: Nur Qomariyah
    Executive 2: Diana Dewi
    Presdir: Nathasya
    Vice Presdir Produksi: Devina Caysarrita
    Vice Presdir Marketing: Dita
    Vice Presdir Finance: Nurjanah

    Spentulas Company (Perusahaan SMPN 17 Surabaya) telah menghasilkan beberapa produk unggulan yang telah dijual meskipun secara domestik, diantaranya:
    1. Produk Olahan Lele
    seperti: KruLe (Kerupuk Lele)
    2. Produk Olahan Tomat
    seperti: Manisan ToBing (Tomat Belimbing);
    Jus Tomat;
    Selai Tomat.
    3. Produk Olahan Jamur
    seperti: Jamur Krispi;
    Botok Jamur;
    Jamur Oseng
    Sate Jamur
    4. Hasil Perkebunan
    diantaranya: Sayuran Hidroponik;
    Sawi dan Kangkung;
    Tanaman Toga (Kencur, Laos)
    5. Hasil Memilah Sampah
    diantaranya: Hasil penjualan sampah kertas dan sampah plastik;
    Produk Daur Ulang;
    Hasil Penjualan Produk bunga dari limbah jagung;
    Hasil penjualan lampion dari Gelas Plastik;
    Produk Bunga dari Koran; dll

  20. SMPN 19 Surabaya memiliki 20 kader, 20 kader ini akan bertemu pada hari jum’at untuk melakukan kegiatan kerja bakti & kegiatan yang berhubungan dengan penghijauan. SMPN 19 ini memiliki hasil eco preneur yang lumayan banyak contohnya:labu putih, sawi,gambas,tomat,cabai,kenikir,es krim sukun.
    kami memiliki kantin yang tidak menghasilkan sampah plastik, kompos yang digunakan untuk tanaman -tanaman yang berada di hutan sekolah,setiap hari sabtu osis osis SMPN 19 menjual interpreneur dan hasil dari jualan interpreneur & ecopreneur digunakan untuk pembelian keranjang takakura.

  21. ILMU YANG TAK PERNAH KERING
    Surabaya – Aktivis Si Cilung Spenforty SMPN 40 Surabaya mengikuti workshop Surabaya Ecopreneur 2017 [ 08/03] pada pukul 08.00 bertempat di SMPN 11 Surabaya, yang diadakan oleh Tunas Hijau Indonesia. Workshop Surabaya Ecopreneur 2017 diikuti oleh 5 orang siswa diantaranya Jonathan, Gerald, Sherli, Eka, Mitaqiyah dan seorang guru eksekutif yaitu Andajani S.Pd. Saat kegiatan workshop, mereka diberi tugas untuk megaploud foto selama workshop, membuat struktur Student Company Surabaya Ecopreneur 2017, jurnalis tentang workshop dan lingkungan SMPN 11 Surabaya, dan membuat video blog tentang profil student company, pemasaran/pembuatan produk, dan target pencapaian produk ecopreneur. Selain tantangan itu mereka juga diajak untuk berkeliling mengamati fakta program lingkungan di SMPN 11 Surabaya untuk mengerjakan tantangan yang sudah diberikan oleh Tunas Hijau. Lingkungan SMPN 11 Surabaya memiliki sarana prasaran penunjang program lingkungan, diantaranya: banyak tanaman, green house, penangkar burung, rumah kompos. SMPN 11 juga mengolah air limbah kantin. “Air limbah kantin diolah untuk meyirami tanaman,” kata salah satu kader lingkungan SMPN 11 Surabaya yang bernama Hilmi Akbar. Suasana yang paling menarik adalah banyaknya pohon dan tanaman di lingkunngan SMPN 11 membuat suasana terasa teduh, sejuk, dan nyaman.
    ( Sherl Andi W.P. – SMPN 40 Sby.)

  22. JURNALISTIK PENGAMATAN KEGIATAN LINGKUNGAN DI SMPN 11 SURABAYA
    Pada hari ini Rabu,8 maret 2017 bertempat di aula SMPN 11 SURABAYA ,. kami dari SMP PGRI 6 SURABAYA mengamati berbagai kegiatan lingkungan yang ada di SMPN 11 SURABAYA .antara lain :
    1. Green house (rumah hijau)
    macam macam tanaman yang ada di green house, salah satunya adalah lidah buaya, anggrek,pucuk merah,dan masih banyak lagi tanaman lainnya yang dapt juga digolongkan sebagai tanaman obat.
    2. Rumah kompos
    pembuatan pupuk kompos juga ada di sini mulai dari sampah daun kering dan ada juga kranjang takakura yang dapat di gunakan sebagai pupuk untuk tanaman, alat untuk pencacah daun juga ada tetapi kemungkinan dalam keadaan masih perbaikan.
    3. Lubang biopori
    banyak terdapat lubang biopori di lapangan untuk mencegah banjir dan menyimpan air dalam tanah pada waktu musim kemarau.Di dalam lubang biopori juga terdapat sampah daun kering, yang biasanya pada musim kemarau berguguran daunnya.
    4.kantin sehat
    kantin sehat yang di miliki oleh SMPN 11 sudah memenuhi standart kriteria kantin sehat yaitu tidak memakai pewarna,pemanis,dan bebas sampah pelastik, mereka mengunakan wadah atau tempat makan dan minum untuk beberapa kali pemakaian.
    Demikianlah seputar kegiatan lingkungan yang ada di SMPN 11 mungkin ada beberapa yang tidak sempat kami tulis mohon maaf yang sebesar- besarnya.

  23. TARGET PRODUK PERUSAHAAN SISWA ‘THE ASOKA TEAM’
    SMP NEGERI 40 SURABAYA

    Target Penjualan Olahan Bunga Asoka
    • Teh Asoka :
    16 liter/bulan = Rp. 960.000,-
    • Rempeyek Asoka :
    120 pcs/bulan = Rp. 360.000,-
    • MARSA (Markisa & Asoka)
    36 liter/bulan = Rp. 108.000,-

    Target Penjualan Pupuk Kompos
    200 Kg/Bulan = Rp. 1.000.000,-

    Target penjualan daur ulang tutup botol
    • Gantungan kunci kecil :
    20 biji/bulan = Rp. 50.000,-
    Kerajinan Daur Ulang
    Tempelan Kulkas :
    20 Buah/Bulan = Rp. 50.000,-
    Gantungan Kunci :
    20 buah/bulan = Rp. 50.000 ,-
    Bros :
    40 buah/bulan = Rp. 100.000,

    Alat Pemotong daun Two in One
    1 unit = Rp. 3.500. 000

    TARGET PENDAPATAN DALAM TIGA BULAN KE DEPAN
    ± Rp. 8.534.000
    (Kurang Lebih Delapan Juta Lima Ratus Tiga Puluh Empat Ribu Rupiah)

    TARGET MENGADAKAN BAZAR ECO PRENEUR
    Sebanyak 16 x /bulan, di dalam dan di luar sekolah

    TARGET SAMPAH ORGANIK YANG DIOLAH
    Selama Surabaya Ecopreneur 2017, sebanyak = 2000 Kg.

    TARGET KOMPOS YANG DIHASILKAN
    Selama Surabaya Ecopreneur 2017 = 1000 Kg.

    TARGET SAMPAH KERTAS/NON ORGANAK YANG DIHASILKAN
    Selama Surabaya Ecopreneur 2017 = 500 Kg.

    TARGET TANAMAN BARU YANG AKAN DITANAM
    Selama Surabaya Ecopreneur 2017 = 100 tanaman

    MEDIA PROMOSI YANG DIGUNAKAN
    Diantaranya: radio sekolah, mading, media social (WA, FB, Instagram, Line), poster, bener,

  24. Jurnalistik Pengolahan Lingkungan Di SMP Negeri 11 Surabaya.

    setelah berkeliling di SMPN 11 Surabaya, kami Tim Ecopreneur SMPN 23 Surabaya melihat bahwa:

    1. Green House
    Di SMPN 11 hanya terisi dengan tanaman hias, seharusnya mereka dapat mengisinya dengan berbagai jenis tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis, seperti Green House di SMPN 23 yang membudidayakan tanaman seperti selada Belanda dengan teknik hidroponik, lidah buaya, anggrek, terong, bibit cabai, tanaman hias gantung, dll.

    2. Rumah Kompos
    Saat berkeliling, kami tidak melihat adanya tempat penyimpanan daun kering yang akan dicacah agar terlihat rapi, kami juga tidak melihat bak untuk pemindahan kompos. Akibatnya kondisi rumah kompos di SMPN 11 terlihat berantakan. Mungkin SMPN 11 dapat membuat bagian khusus untuk penyimpanan daun kering, dan 4 bak yang digunakan untuk pengadukan kompos agar hasilnya merata, selain itu membuat rumah kompos terlihat rapi seperti di SMPN 23

    3. Takakura
    Banyak pilihan makanan dan minuman yang disediakan di kantin SMPN 11 dengan piring maupun gelas dari bahan kaca/plastik. Menyebabkan proses produksi kompos dengan takakura berjalan maksimal. Berbeda dengan SMPN 23, kami tidak dapat memproduksi kompos dengan takakura, karena tidak ada sisa makanan dari kantin, akibat makanan yang disediakan hanya sebagai pelengkap dari bekal yang dibawa seperti kue-kue, dan makanan berat dengan jumlah sedikit.

    4. Bank Sampah
    Tim Lingkungan SMPN 11 melakukan pengumpulan sampah setiap hari dengan pemilahan sampah seminggu sekali lalu menjualnya kepada pengepul, sedangkan Tim Lingkungan SMPN 23 melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah pada jumat bersih dikarenakan sampah yang berada di SMPN 23 sudah diminimalisir dengan kegiatan membawa kotak bekal dan botol minum dari rumah agar siswa tidak membawa sampah ke sekolah, baik dalam bentuk kertas bungkus maupun kemasan plastik.

  25. Target yang dicapai dalam ECO PRENEUR 2017
    Target keuntungan dari penjualan hasil olahan lidah buaya mencapai Rp.200.000,-
    Olahan hasil kolam ikan SMKN 1 Surabaya mencapai 300 kg
    Target keuntungan dari penjualan hasil olahan cincau mencapai Rp.350.000
    Target hidoponik mencapai 350 kg

    Target Komposter
    Panen komposter segitiga angin mencapai 1500 kg/3bulan sekali
    Target panen komposter takukara mencapai 300 kg/2bulan sekali
    Target panen komposter aerob mencapai 250 kg/2bulan sekali

    Target Sampah (Bank Sampah)
    Pengolahan sampah plastik 550 kg
    Sampah kertas/Kardus 250 kg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *