Pohon atau tanaman menjadi satu-satunya makhluk hidup, alat, mesin atau pabrik yang dapat menyerap gas karbondioksida untuk diubah menjadi oksigen. Sedangkan karbondioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang prosentasenya terbesar di atmosfer bumi.

Tapi, tahukah kita seberapa efektifkah jenis-jenis pohon tertentu menyerap karbondioksida? Pohon trembesi (Samanea saman) menjadi pohon yang paling banyak menyerap gas karbondioksida dalam setahun.

Berikut ini adalah daya serap beberapa jenis pohon terhadap karbondioksida.

No.  Nama Lokal Nama Ilmiah Daya serap CO2

(kg/pohon/tahun)

1.  Trembesi Samanea saman 28.488,39
2.  Cassia Cassia sp 5.295,47
3.  Kenanga Canangium odoratum 756,59
4.  Pingku Dysoxylum excelsum 720,49
5.  Beringin Ficus benyamina 535,90
6.  Kirai payung Fellicium decipiens 404,83
7.  Matoa Pometia pinnata 329,76
8.  Mahoni Swettiana mahagoni 295,73
9.  Saga Adenanthera pavoniana 221,18
10.  Bungur Lagerstroemia speciosa 160,14
11.  Jati Tectona grandis 135,27
12.  Nangka Arthocarpus heterophyllus 126,51
13.  Johar Cassia grandis 116,25
14.  Sirsak Annona muricata 75,29
15.  Puspa Schima wallichii 63,31
16.  Akasia Acacia auriculiformis 48,68
17.  Flamboyan Delonix regia 42,20
18.  Sawo kecik Manilkara kauki 36,19
19  Tanjung Mimusops elengi 34,29
20  Bunga merak Caesalpinia pulcherrima 30,95
21.  Sempur Dilenia retusa 24,24
22.  Khaya Khaya anthotheca 21,90
23.  Merbau pantai Intsia bijuga 19,25
24.  Akasia Acacia mangium 15,19
25.  Angsana Pterocarpus indicus 11,12
26.  Asam kranji Pithecelobium dulce 8,48
27.  Saputangan Maniltoa grandiflora 8,26
28.  Dadap merah Erythrina cristagalli 4,55
29.  Rambutan Nephelium lappaceum 2,19
30.  Asam Tamarindus indica 1,49
31.  Kempas Coompasia excelsa 0,20

2 thoughts on “Daya Serap Pohon Terhadap Karbondioksida

  1. Begitu dahsyatnya manfaat tumbuhan dalam mengurangi zat pencemaran udara dan penghasil oksigen melalui proses fotosintesis atau sering disebut sebagai manfaat ekologis seperti disampaikan diatas. Fotosintesis adalah suatu proses alamiah yang terjadi di dalam daun-daun tumbuhan dimana terjadi penyerapan CO2 dan dihasilkannya gas oksigen yang ditambahkan ke udara kita. Masihkah kita enggan peduli dengan tumbuhan yang sudah berperan banyak dalam setiap udara yang kita hirup setiap hari. seandainya semua individu menyadari bahwa 1 pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari dan 1 orang bernafas perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi 1 pohon menunjang kehidupan 2 orang dan menebang 1 pohon di kota berarti mencekik 2 orang. Bisa dibayangkan bagaimana jika menebang banyak pohon di hutan akan berapa banyak orang yang tersiksa dengan kualitas udara yang dihirup hanya karena ketidakpedulian kita terhadap alam.

    Semoga bisa lebih baik lagi, amien
    Salam bumi, pasti lestari

  2. Maka tak salah di SDN Tanah Talikedidning I-251 bagian luar pagarnya di tanamami oleh 10 tanaman Trembesi, ternyata manfaatnya dalam menyerap CO2 sangat luar biasa. Pohon trebesi ini berjajar di bagian luar sekolah sehingga akar dan daunnya tidak sampai merusak gedung sekolah. Semua tahu bahwa pohon Trembesi ii pertumbuhannya sangat cepat, akan tetapi kayunya yang masih muda sangat getas dan mudah patah bila terkena angin yang sangat kencang. Klau tanaman ini usianya semakin tua maka kerindangannya luar biasa dan kuat.

    Pohon Trembeisi juga dapat dimanfaatkan bijinya untuk olahan makanan yang nikmat dan menyehatkan, dan dapat dibudidayakan melalui polibag, sehingga dalam pengembangannya tidak terlalu sulit.

    Melihat begitu besar manfaat pohon Trembesi dalam penyerapan CO2 dan memproduksi O2 maka tak heran pohon ini di tanam di sepanjang Jl. yang ada di Jembatan Suramadu, karena di jalan tersebut Volume kendaraan cukup tinggi sehingga emisi buangan berupa karbon monoksida juga tinggi.

    Kesdaran akan keselamatan bersama melalui gerakan satujiwa satu pohon ini perlu dikembangkan untuk penyelamatan lingkungan dari pencemaran udara hasul buangan pabrik, rumah tangga, maupun kendaraan bermotor dengan anekan tanaman yang ada, yaaa misalnya tanaman trembesi ini.

    Oke semoga semakin luas pengetahuan kita tentang aneka keragaman hayati yang ada dengan membaca artikel di Tunas Hijau Indonesia, jadikan tunas hijau sebagi galeri pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *