Sekolah-sekolah menjadi penghasil sampah plastik terbanyak di kota/kabupaten Jawa Timur. Sampah plastik yang dihasilkan sekolah itu umumnya adalah kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Namun, SDN Kaliasin I Surabaya bukan termasuk sekolah penyumbang sampah plastik kemasan makanan dan minuman sekali pakai itu.

Sudah lebih dari dua tahun ini, sekolah yang dikepalai oleh Sujilah ini melarang penjualan makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai di kantin sekolahnya. “Tidak ada makanan dan minuman berkemasan plastik sekali pakai yang dijual di kantin sekolah kami. Anak-anak juga dibiasakan membawa tepak makan dan botol minum yang bisa digunakan berulang kali,” kata kepala sekolah perempuan ini.

Komitmen untuk menghindari kemasan makanan dan minuman sekali pakai bahkan juga diterapkan dengan koleksi wadah makanan berjumlah lebih dari 100 tepak makan. Tepak makanan dalam bentuk yang sama itu digunakan untuk wadah makanan bagi warga sekolah ketika akan mengikuti kegiatan di luar sekolah.

Beragam sarana/prasarana pengelolaan lingkungan hidup juga dimanfaatkan secara optimal di sekolah yang berlokasi di seberang Gedung Negara Grahadi Surabaya itu. Ada hidroponik, biopori, sumur resapan, joko (pojok kompos), tong pengomposan, keranjang pengomposan, kotak pengomposan, kebun atap, dan green house.

Ada juga instalasi pengolahan air minum (IPAL), kolam ikan lele, bank sampah, pembangkit listrik tenaga surya, taman obat sekolah, rainwater tank atau tandong penampungan air hujan, taman gantung, vertical garden, tanaman buah dalam pot, dan kantin bebas kemasan sekali pakai.

Siswa SDN Kaliasin I aktif dilibatkan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan beberapa jenis sarana yang ada

Dengan beragam sarana/prasarana pengelolaan lingkungan hidup itu, jangan beranggapan bahwa SDN Kaliasin I Surabaya adalah sekolah yang memiliki lahan luas. Luan lahan sekolah ini hanya 3660 meter persegi. Jadi, jangan pernah mencoba berlari dari satu ruangan kelas ke ruangan kelas lainnya, karena sudah pasti tidak bisa dengan nyaman dilakukan.

Dikatakan oleh Tri Wahyuningtyas, salah seorang guru, bahwa di SDN Kaliasin I tidak ada guru yang dominan atau expert dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Semua guru mendapat tugas yang sama dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekolah ini. Guru juga mendapat tanggung jawab secara bergantian menjadi penanggung jawab program lingkungan hidup,” terang Tri Wahyuningtyas. (ron)

4 thoughts on “Sekolah Bebas Sampah Plastik SDN Kaliasin I Surabaya

  1. Bebas dari Plastik…….kedengaranya aneh, bisakah sebuah usaha makanan dan minuman terbebas dari sampah plastik ???
    Tapi hal ini benar-benar terjadi di sebuah sekolah yang terletak di tengah kota, yaitu SDN Kaliasin I. Sungguh capaian yang luar biasa bagi sekolah tersebut yang dapat membebaskan kantin sekolah dari sampah plastik. Patut diapresiasi dan jempol.
    Kelihatan aneh tapi ada dalam sebuah lembaga pendidikan yang dikelola dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

    Good Job SDN Kaliasin I

  2. Kantin yang sehat adalah kantin yang tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus dan tidak menjual mie instan, akan tetapi harus dicari alternatif menu yang mengakomodir menjual makanan yang bergizi namun dengan harga yang terjangkau oleh kalangan pelajar.

    SDN Kaliasin 1 mampu mewujudkan sekolah bebas sampah plastik. Semoga mempu menginspirasi sekolah lain untuk melakukan hal yang sama demi terwujudnya generasi yang sehat dan peduli lingkungan.

  3. Kantin sebagai penghasil sampah di sekolah. Namun hal ini tidak terjadi di SDN Kaliasin 1 sejak 4 tahun yang lalu karena sekolah sudah melarang penggunaan plastik sekali pakai dan makanan minuman dalam wadah sekali pakai. Patut kita acungi jempol buat Kalsa karena hal itu tidak mudah dan tidak gampang. Perlu kesadaran yang tinggi dari warga sekolah.
    Semoga apa yang sudah dilaksankan oleh kantin Kalsa dapat berimbas ke sekolah lain. Sehingga sekolah se Surabaya tidak menghasilkan sampah plastik dan kota Surabaya bebas sampah plastik

  4. Untuk mewujudkan sekolah bebas dari sampah plastik bukanlah hal yang mudah & cepat. Namun jika semua diawali dg niat yg kuat, kerja yg hebat, maka hasilnya tentu cemerlang, spt yg diraih & diwujudkan oleh SDN Kaliasin 1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *