Arsip Bulanan: Juli 2010

Air Pollution Goes To SMP 24 And SMA 11

Surabaya- Having struggled to wake up and gone to take a bath to refresh myself, I was pulled to see the schedule of today and waited for the car to pick me up, Friday (30/7). The car still roared on the crumpy streets and steered into a junior high school, SMP 24. At this School all the students were very excited and comparatively passionate for our coming. Lanjut membaca

Air Pollution Goes To SMP 21, SMA Muhammadiyah 4 And SDN Petemon 13

Surabaya- Sina and I went to three schools, Thursday (29/7). One is a junior high school, one is a senior high school and last is an elementary school. Although after today’s work, I thought that every body would be feeling exhausted and had a strong desire for going back home to have a good sleep with the cold air from air-condition and a comparatively tranquil atmosphere. Lanjut membaca

Air Pollution Goes To SDN Kandangan III And SMP 5

Surabaya- Sina and I went to the elementary school to do the presentation about environmental protection this morning, Wednesday (28/7). Due to the problems with the motorcycle I spent much time on the road. When I got to the school, Sina have been made the presentation about the water pollution and I was waiting outside. It raining heavily, I actually didn’t know what to do. I was appreciating Sina’s presentation. Lanjut membaca

Climate Change Goes To SDN Kandangan I And SMP 26

Surabaya- Today, Wednesday (28/7), it was raining. Usually, Indonesia has rain from October to April but these days they have rain even the season is not for rain. In fact, this is one of the results of climate change and I visited SDN Kandangan 1 and SMP 26 to talk about climate change. Both schools are far from the Tunas Hijau office, but very close to each other. I had presentation about climate change. Lanjut membaca

Ekspedisi Terumbu Karang 2010 di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo

Situbondo- Terumbu karang adalah makhluk hidup jenis tanaman laut. Tunas Hijau menyaksikan betapa dia bereaksi ketika tubuhnya berada di luar habitatnya (laut) selama sekitar 60 menit. Reaksi yang dilakukan terumbu karang itu adalah keluarnya lendir. Bila semakin lama terumbu karang itu berada di luar habitatnya atau di daratan, maka terumbu karang tersebut hanya akan menjadi bongkahan batu karang saja yang tidak lagi hidup. Penyaksian Tunas Hijau ini dilakukan pada Ekspedisi Terumbu Karang 2010 yang dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Taman Nasional Baluran di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran (TNB) Situbondo, Senin (26/7).

Terumbu karang sangat penting bagi ekosistem laut. Tanaman laut ini menjadi tempat kehidupan jutaan ikan dan biota lainnya. Sayangnya, sekitar 70% terumbu karang yang ada di pantai Jawa Timur dan perairan Indonesia rusak parah. Ironisnya perusaknya sebagian besar adalah para nelayan sendiri. Agar mudah mendapatkan ikan, mereka menggunakan bahan peledak, pukat harimau maupun potasium. Akibatnya, terumbu karang yang selama ini menjadi habitat ikan rusak. Banyak pula ikan kecil mati. Bila perusakan ini diteruskan, maka nelayan pula yang menuai kerugian.

Selain oleh bahan peledak, pukat harimau dan potasium, rusaknya terumbu karang juga bisa disebabkan oleh jangkar kapal pada saat menepi. Pusaran air yang disebabkan oleh baling-baling kapal atau perahu motor juga bisa menyebabkan kerusakan terumbu karang. Selain itu, naiknya suhu rata-rata lautan akibat pemanasan global menjadi ancaman alam terhadap kerusakan terumbu karang di seluruh dunia. Satu derajat celcius saja kenaikan suhu lautan terjadi, maka terumbu karang itu akan mengalami pemudaran warna, selanjutnya berwarna putih yang berarti mati.

Pantai Bama, tempat berlangsungnya Ekspedisi Terumbu Karang 2010 ini, berada di Taman Nasional Baluran (TNB) di Kabupaten Situbondo. Untuk mencapai lokasi pantai yang dikenal sangat alami itu, jarak sekitar 15 km dari pintu gerbang TNB harus ditempuh. Padang Savana Bekol yang memiliki luas sekitar 300 hektar. Aneka jenis satwa mamalia besar bisa dijumpai di sepanjang jalan menuju Pantai Bama. Diantaranya Banteng Jawa (Bos javanicus), Rusa Timor (Cervus rusa), Kerbau Liar (Bubalus bubalis), Babi Hutan (Sus scrofa), Anjing Hutan (Cuon alpinus) dan Macan Tutul (Panthera pardus).

Pada Ekspedisi Terumbu Karang 2010 ini, 500 terumbu karang dari empat jenis ditanam di perairan Pantai Bama. Keempat jenis karang yang ditanam itu adalah Acropora, Montipora, Trubinaria dan Caulastrea. Terumbu karang yang dikembangkan/ditanam tersebut berasal dari kegiatan transplantasi nelayan di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Bukan berasal dari pengambilan terumbu karang dari lautan lainnya. Para nelayan atau penangkar terumbu karang memiliki kewajiban menyisihkan 10 persen dari terumbu karang yang berhasil ditangkar.

Sementara itu, awalnya, terumbu karang yang ditangkarkan pada ekspedisi ini dibeli dari seorang pengusaha penangkaran lainnya yang berdomisili di Bali. Terumbu karang tersebut kemudian ditanam diatas sebuah media yang terbuat dari semen, pasir dan batu apung. Setelah ditanam selama beberapa bulan, terumbu karang tersebut kemudian di bagi menjadi beberapa bagian. Turunan pertama terumbu karang tersebut disebut dengan istilah F1.

Dari F1 itu, kemudian dibudidayakan lagi sehingga menghasilkan turunan kedua (F2). Lagi-lagi, F2 tersebut ditanam kembali untuk mendapatkan turunan ketiga (F3). Setelah turunan ketiga inilah, terumbu karang tersebut baru boleh dijual kepada konsumen. Sepuluh persen hasil panen turunan ketiga itu disisihkan oleh pengusaha/nelayan penangkar untuk ditanam kembali di alam bebas, untuk restocking coral. Sebagian lagi untuk ditangkarkan, sisanya dijual kepada para pengimpor dari Eropa dan Amerika.

Pantai Bama merupakan rataan terumbu karang (reef flat) yang sangat landai. Setelah memasuki daerah subtidal tampak adanya dasar pantai dengan kemiringan yang sangat terjal, hingga kedalaman puluhan meter. Deburan gelombangnya relative kecil. Daerah pasang surutnya meliputi garis pantai sepanjang 2,5 kilometer. Lebar daerah pasang surut (intertidal zone) adalah 200-500 meter, bila dihitung dari batas pasang maksimal dengan batas surut maksimal. Pantai ini cocok sebagai tempat istirahat, relaksasi dan berbagai jenis kegiatan wisata air. Antara lain, snorkel, berkano, menyelam, berenang dan bersampan. Pada pagi hari dapat dilihat pemandangan matahari terbit (sunrise) dari pantai ini. (roni)

Puncak Peringatan Hari LH Sedunia Jawa Timur 2010, Gubernur Kunjungi Kemah Hijau

Kabupaten Malang- Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia provinsi Jawa Timur 2010 dilaksanakan di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (26/7). Acara yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjadi satu rangkaian dengan Kemah Hijau Jawa Timur 2010. Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, dalam sambutannya mengatakan tentang prestasi Jawa Timur dalam pengelolaan lingkungan hidup. Lanjut membaca

Diskusi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Guru Pendamping

Kabupaten Malang- Hari kedua pelaksanaan Kemah Hijau Jatim 2010, Minggu (25/7), diawali dengan olahraga bersama para peserta dengan fasilitator dari Tunas Hijau. Uniknya olahraga yang dilakukan bukanlah senam atau joggingbersama,. Melainkan berjalan bersama mengitari areal perkemahan serta memungut sampat yang masih berserakan. Lanjut membaca

42 Sekolah Adiwiyata Jawa Timur Ikuti Kemah Hijau Jatim 2010

Kabupaten Malang- Setelah tahun lalu sukses menggelar Kemah Hijau Jatim 2009 yang membahas penyelamatan DAS Brantas, tahun ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jatim bersama Tunas Hijau kembali menggelar Kemah Hijau Jatim 2010. Pelaksanaan Kemah Hijau Jatim tahun kedua ini diikuti oleh 165 siswa serta 115 guru dari 42 sekolah Adiwiyata 2010 Jawa Timur. Lanjut membaca

Pembinaan Lingkungan Hidup di SMK Negeri 1 Panji Situbondo

Situbondo- Dengan jumlah keseluruhan siswa lebih dari 2000 orang, tentunya bukan hal mudah bagi sekolah untuk melakukan penanganan. Terlebih pada urusan penanaman kebiasan peduli lingkungan hidup melalui tindakan-tindakan nyata. Seperti yang dirasakan oleh SMK Negeri 1 Panji Situbondo, Sekolah Adiwiyata Nasional di Situbondo yang menjadi mitra Tunas Hijau. Lanjut membaca

Cheers up The Children Along Surabaya River Bank Community

Surabaya- On Sunday morning (18/7), Tunas Hijau visited a small community to play with the children at the community kindergarten. The side of the river that we were on was obviously very different from the opposite side. The houses were not built right up onto the river, and although there was still rubbish around it appeared to be cleaner than the other side. Lanjut membaca

Lomba Kidungan Lingkungan Hidup Dan Lomba Musik Daur Ulang Meriahkan Kemah Hijau 2010

Surabaya- Setelah mengalami beberapa kali penundaan, Kemah Hijau 2010 dipastikan pelaksanaannya pada 24-26 Juli di Taman Wisata Bendungan Selorejo, Kabupaten Malang. Tiga ratus siswa perwakilan SMP dan SMA se Jawa Timur dipastikan bakal mensukseskan Kemah Hijau yang terselenggara untuk kedua kalinya. Selain siswa, berbagai kegiatan telah disiapkan juga untuk guru-guru pendamping dari masing-masing sekolah. Lanjut membaca

SMA Ciputra Gandeng Tunas Hijau Persiapkan Proyek LH Dalam Gelaran Caretakers of the Environment International (CEI)

Mojokerto- Persiapan matang dilakukan tim SMA Ciputra Surabaya dalam ajang Caretakers of the Environment International(CEI) yang diselenggarakan di Lawang, Malang, Jawa Timur (4-10/7). Dalam konferensi ke-24 dan ke-2 di Asia setelah Hongkong pada 2007 ini, tim SMA Ciputra mengangkat proyek lingkungan hidup tentang pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi biogas, manajemen pengolahan sampah dan penghijauan. Lanjut membaca

An Eco Friendly School, Kristus Raja Elementary School

Surabaya- The Kristus Raja Elementary School is an eco friendly school in Surabaya. This elementary school is a very big school and has a lovely atmosphere for children who study in that school. The important thing about the school is it’s not located near any main road. It says that it is free from pollution especially noise pollution and dust pollution. So the kids future is secure in that school in other words. Lanjut membaca