|
30 Agustus 2009
Hari
Keempat
TUNZA International Children And Youth
Conference,
20
Agustus 2009
Pemeriksaan Superketat Pada Penutupan TUNZA
International Children and Youth Conference
2009 di Daejeon, Korea Selatan
Kedatangan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Korea
Selatan pada penutupan TUNZA International
Children and Youth Conference 2009, Daejoun,
Korea Selatan, Kamis (20/8), membuat
pengamanan di lokasi konferensi Daejeon
Convention Centre terlihat sangat ketat.
Hampir setiap pengunjung, undangan dan
delegasi dari seluruh negara tidak lepas
dari pengamanan yang super ketat tersebut.
Selain menggunakan metal detektor, seperti
yang biasa ditemui di bandara pesawat,
keamanan setempat juga memeriksa secara
manual dengan membuka tas-tas yang dibawa
pengunjung.
Penutupan
TUNZA International Children and Youth
Conference 2009 diawali dengan sesi diskusi
dari beberapa pihak. Mereka adalah
perwakilan delegasi anak-anak yang biasa
disebut Junior Board, perwakilan
delegasi pemuda diwakili oleh pemuda
Philipina, dan perwakilan politik atau
pemerintahan oleh Menteri Negara Lingkungan
Hidup Korea Selatan. Diskusi tersebut
melibatkan seluruh peserta kegiatan. Pada
diskusi ini, setiap peserta diperbolehkan
memberikan sumbang saran terkait dengan
konferensi yang akan digelar di Copenhagen,
Denmark akhir tahun ini.
Setelah
diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan
pembuatan petisi lingkungan dengan
menggunakan metode penghitungan suara secara
cepat dan akurat. Pada perhitungan setiap
delegasi anak-anak dan pemuda didampingi
oleh satu perwakilan dari UNEP PBB. Mereka
diberi pernyataan dan disediakan remote
control untuk memilih jawaban layaknya kuis
siapa berani yang ada di stasiun TV swasta
di Indonesia. Ketika para delegasi anak-anak
dan pemuda itu memilih jawaban terbanyak,
yang dipilih oleh delegasi akan muncul ke
layar LCD kurang dari 3 menit. Hasilnya
adalah petisi yang akan direkomendasikan ke
konferensi di Copenhagen, Denmark. Sesaat
setelah petisi tersebut muncul, riuh tepuk
tangan seluruh delegasi menggema di Daejeon
Convetion Centre.
Acara
penutupan tersebut juga diramaikan dengan
penampilan tarian tradisional dari Korea
Selatan dan beberapa negara lain. Acara
penutupan tersebut sekaligus merupakan
opening party bagi konferensi pemuda
TUNZA 2009. Acara tersebut disebut World
Party yang dipersembahkan oleh
Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan.
Selain menutup perhelatan TUNZA
International Children and Youth Conference
2009, Daejeon, Korea Selatan, Menteri Negara
Lingkungan Hidup Korea Selatan dijadwalkan
juga membuka konferensi lingkungan hidup
bagi pemuda dari seluruh dunia.
Acara
penutupan TUNZA 2009 terlihat begitu sangat
dipersiapkan oleh pihak penyelenggara,
mengingat kegiatan ini merupakan hajatan
rutin yang digelar UNEP. Hal itu terlihat
dari pengaturan meja dan kursi yang diatur
seperti layaknya makan malam dengan konsep
round table. Pada setiap meja, di
tengahnya terdapat satu laptop yang sudah
terhubung dengan server yang ada di ruang
kendali. Setiap delegasi yang masuk mendapat
nomer urut tempat duduk secara acak dari
pihak penyelenggara.(nizam/adetya/roni) |