Headquarters: Semolowaru Indah T-9, Surabaya - 60119, Indonesia. Phone/Fax: +62-31- 5996816, Email: info@tunashijau.org

ProgramGaleri FotoGaleri PosterGaleri KomikGaleri LaguPenerbitanSekolah HijauProfilFakta & Info
 

13 Desember 2009

Sesi II Pelatihan Daur Ulang Plastik Pembungkus Di Stren Kali Surabaya Gunungsari II RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling

Surabaya- Siti Fatimah, salah seorang ibu rumah tangga RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, nampak bersemangat menunjukkan sampah-sampah plastik sedotan yang berhasil dikumpulkannya sejak selesai pelatihan daur ulang dua hari sebelumnya. Siti Fatimah mengaku banyak mendapat sampah plastik sedotan dari beberapa pedagang minuman di kampung itu. Fatimah  juga bangga bahwa anak laki-lakinya, Afif Hadi Saputra yang kelas 2 SDN Gunungsari II, sangat aktif membantunya mengolah sampah plastik sedotan yang rencananya dijadikan anyaman hiasan itu.

Minggu (13/12) siang itu, Fatimah bahkan mengajak Afif mengikuti pelatihan daur ulang sampah plastik sesi lanjutan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur. Pada pelatihan yang dikhususkan bagi warga stren kali Surabaya Gunungsari II itu, pematerinya masih sama dengan pelatihan sesi pertama, dua hari sebelumnya, yaitu Wiwik, Ulfa dan Sugiharto dari RT 02 RW 07 Kelurahan Gundih. Namun, sesi lanjutan ini dilaksanakan setelah arisan PKK RT 06 RW 08 yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi pertama.

Aktivis senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni yang mendampingi jalannya pelatihan ini menyatakan sangat bangga dengan semangat warga kampung itu, khususnya ibu-ibu. “Ada kemauan yang besar dari ibu-ibu dan warga kampung untuk mendaur ulang sampah non organik khususnya plastik menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai jual. Ini terbukti dari jumlah peserta yang membeludak melebihi jumlah peserta pelatihan sesi pertama pada Jumat sebelumnya. Belum lagi, pada pelatihan sesi kedua ini banyak ibu-ibu yang mengajak serta anak-anaknya untuk ikut pelatihan,” kata Zamroni.

Semangat yang tinggi warga kampung itu sudah terekam Zamroni saat mengikuti pertemuan PKK pagi harinya. Saat itu, Zamroni melihat ada dua kelompok kelompok ibu-ibu yang duduk di sudut sedang asyik menerapkan hasil pelatihan daur ulang sampah plastik pembungkus. Sementara ada tiga orang ibu-ibu yang duduk di sebelahnya sibuk memperhatikan cara mendaur ulang yang diperagakan. Sementara tiga orang pengurus PKK kampung itu nampak sedang mengajak seluruh ibu-ibu di balai RT 06 RW 08 itu mengundi ibu-ibu yang mendapat arisan.

Penilaian Zamroni tentang semangat ibu-ibu kampung stren Kali Surabaya Gunungsari II itu ternyata dibenarkan oleh koordinator pemateri pelatihan daur ulang Sugiharto. Sejak awal, Sugiharto sudah melihat semangat yang besar yang dimiliki ibu-ibu rumah tangga itu untuk mendaur ulang sampah non organik. “Saat penjelasan cara mendaur ulang, ibu-ibu itu serius memperhatikan. Setelah paham dengan penjelasan yang diberikan, ibu-ibu itu lantas mempraktekkannya,” kata Sugiharto yang mengaku sudah sering melatih ibu-ibu dari banyak kampung di Surabaya.

Sugiharto menambahkan bahwa dari pengalaman sebelumnya melatih ibu-ibu di berbagai kampung itu, dirinya cukup sering menemui tipe ibu-ibu yang sok ngerti saat dijelaskan. “Tapi setelah diminta mencoba, ternyata produk daur ulang tidak pernah jadi. Kalaupun ada yang jadi, maka tidak sama dengan yang diajarkan,” terang Sugiharto yang biasa dipanggil Abah ini. Berbeda dengan ibu-ibu kampung stren Kali Surabaya Gunungsari II yang sangat serius. “Apalagi, dari sesi pertama pelatihan dua hari sebelumnya, ibu-ibu terus mempraktekkannya. Hasil pengerjaan tergolong sudah lumayan banyak dan bagus,” kata Sugiharto.

Semangat tinggi ibu-ibu dan juga anak-anak di kampung ini untuk belajar mendaur ulang juga nampak saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Tidak ada satu pun ibu-ibu dan anak-anak yang pulang ke rumahnya. Padahal karpet alas tempat duduk peserta pelatihan nampak basah karena air hujan yang mengalir melalui atap Balai RT 06. Sejurus kemudian, beberapa ibu malah mengeluarkan belasan kursi plastik dari balai untuk dijadikan tempat duduk. Pelatihan pun berlangsung terus hingga 3 jam terhitung sejak pukul 11.00 Wib. (ron)