13 Desember 2009
Sesi II Pelatihan Daur Ulang Plastik
Pembungkus Di Stren Kali Surabaya
Gunungsari II RT 06 RW 08 Kelurahan
Sawunggaling
Surabaya-
Siti Fatimah, salah seorang ibu
rumah tangga RT 06 RW 08 Kelurahan
Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo,
nampak bersemangat menunjukkan
sampah-sampah plastik sedotan yang
berhasil dikumpulkannya sejak
selesai pelatihan daur ulang dua
hari sebelumnya. Siti Fatimah
mengaku banyak mendapat sampah
plastik sedotan dari beberapa
pedagang minuman di kampung itu.
Fatimah juga bangga bahwa anak
laki-lakinya, Afif Hadi Saputra yang
kelas 2 SDN Gunungsari II, sangat
aktif membantunya mengolah sampah
plastik sedotan yang rencananya
dijadikan anyaman hiasan itu.
Minggu (13/12) siang itu, Fatimah
bahkan mengajak Afif mengikuti
pelatihan daur ulang sampah plastik
sesi lanjutan yang diselenggarakan
Tunas Hijau bersama Badan Lingkungan
Hidup Jawa Timur. Pada pelatihan
yang dikhususkan bagi warga stren
kali Surabaya Gunungsari II itu,
pematerinya masih sama dengan
pelatihan sesi pertama, dua hari
sebelumnya, yaitu Wiwik, Ulfa dan
Sugiharto dari RT 02 RW 07 Kelurahan
Gundih. Namun, sesi lanjutan ini
dilaksanakan setelah arisan PKK RT
06 RW 08 yang rutin dilaksanakan
setiap Minggu pagi pertama.
Aktivis
senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni
yang mendampingi jalannya pelatihan
ini menyatakan sangat bangga dengan
semangat warga kampung itu,
khususnya ibu-ibu. “Ada kemauan yang
besar dari ibu-ibu dan warga kampung
untuk mendaur ulang sampah non
organik khususnya plastik menjadi
barang yang bermanfaat dan bernilai
jual. Ini terbukti dari jumlah
peserta yang membeludak melebihi
jumlah peserta pelatihan sesi
pertama pada Jumat sebelumnya. Belum
lagi, pada pelatihan sesi kedua ini
banyak ibu-ibu yang mengajak serta
anak-anaknya untuk ikut pelatihan,”
kata Zamroni.
Semangat
yang tinggi warga kampung itu sudah
terekam Zamroni saat mengikuti
pertemuan PKK pagi harinya. Saat
itu, Zamroni melihat ada dua
kelompok kelompok ibu-ibu yang duduk
di sudut sedang asyik menerapkan
hasil pelatihan daur ulang sampah
plastik pembungkus. Sementara ada
tiga orang ibu-ibu yang duduk di
sebelahnya sibuk memperhatikan cara
mendaur ulang yang diperagakan.
Sementara tiga orang pengurus PKK
kampung itu nampak sedang mengajak
seluruh ibu-ibu di balai RT 06 RW 08
itu mengundi ibu-ibu yang mendapat
arisan.
Penilaian Zamroni tentang semangat
ibu-ibu kampung stren Kali Surabaya
Gunungsari II itu ternyata
dibenarkan oleh koordinator pemateri
pelatihan daur ulang Sugiharto.
Sejak awal, Sugiharto sudah melihat
semangat yang besar yang dimiliki
ibu-ibu rumah tangga itu untuk
mendaur ulang sampah non organik.
“Saat penjelasan cara mendaur ulang,
ibu-ibu itu serius memperhatikan.
Setelah paham dengan penjelasan yang
diberikan, ibu-ibu itu lantas
mempraktekkannya,” kata Sugiharto
yang mengaku sudah sering melatih
ibu-ibu dari banyak kampung di
Surabaya.
Sugiharto
menambahkan bahwa dari pengalaman
sebelumnya melatih ibu-ibu di
berbagai kampung itu, dirinya cukup
sering menemui tipe ibu-ibu yang
sok ngerti saat dijelaskan.
“Tapi setelah diminta mencoba,
ternyata produk daur ulang tidak
pernah jadi. Kalaupun ada yang jadi,
maka tidak sama dengan yang
diajarkan,” terang Sugiharto yang
biasa dipanggil Abah ini. Berbeda
dengan ibu-ibu kampung stren Kali
Surabaya Gunungsari II yang sangat
serius. “Apalagi, dari sesi pertama
pelatihan dua hari sebelumnya,
ibu-ibu terus mempraktekkannya.
Hasil pengerjaan tergolong sudah
lumayan banyak dan bagus,” kata
Sugiharto.
Semangat tinggi ibu-ibu dan juga
anak-anak di kampung ini untuk
belajar mendaur ulang juga nampak
saat hujan deras mengguyur kawasan
itu. Tidak ada satu pun ibu-ibu dan
anak-anak yang pulang ke rumahnya.
Padahal karpet alas tempat duduk
peserta pelatihan nampak basah
karena air hujan yang mengalir
melalui atap Balai RT 06. Sejurus
kemudian, beberapa ibu malah
mengeluarkan belasan kursi plastik
dari balai untuk dijadikan tempat
duduk. Pelatihan pun berlangsung
terus hingga 3 jam terhitung sejak
pukul 11.00 Wib. (ron)