|
2 Desember 2009
Kepala SMA Negeri 5 Jember Husnawiyah
Sibuk Membuat Replikasi Sekolah Ramah
Lingkungan Hidup Di Jember
SMA
Negeri 5 Jember mendapat penghargaan sebagai
Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2008 dan
2009. Kondisi sekolah yang beberapa tahun
lalu terkesan panas dan gersang karena
minimnya pepohonan telah berubah. Kesan
panas hampir tidak terasa lagi. Lahan kosong
pun sudah sulit ditemukan, karena begitu
banyaknya pepohonan pelindung yang ditanam.
Hutan sekolah dengan aneka jenis pohon juga
terdapat di sekolah yang berlokasi di Jl.
Semangka 4 Jember ini. Pun kepedulian
lingkungan hidup segenap warga sekolah juga
terus meningkat. Kondisi ini berkat
kepiawaian sosok srikandi Kepala SMA Negeri
5 Jember Husnawiyah.
Namun, setelah dua kali mendapat penghargaan
sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional,
Husnawiyah dan SMA Negeri 5 Jember masih
mengalami kendala yang cukup berarti.
Kendala itu adalah keinginan untuk membuat
replikasi sekolah lain di Jember untuk
dibina menjadi sekolah peduli dan berbudaya
lingkungan hidup atau Sekolah Adiwiyata.
“Hingga saat ini kami masih mengalami
kesulitan membentuk sekolah lain di Jember
menjadi Sekolah Adiwiyata. Bukan berarti
tidak ada upaya nyata yang dilakukan,” kata
Husnawiyah.
Beberapa upaya nyata telah dilakukan.
Diantaranya dengan beberapa kali mengundang
pimpinan, guru dan siswa perwakilan sekolah
di Jember untuk mengikuti pembekalan tentang
program sekolah ramah lingkungan hidup.
“Diantaranya dengan mendatangkan narasumber
dari Tunas Hijau dan Badan Lingkungan Hidup
Jawa Timur. Kami juga selalu melibatkan
perwakilan siswa SMA 5 Jember untuk menjadi
salah satu narasumber. Namun, seringkali
dampak pembekalan bagi sekolah peserta tidak
berkesinambungan,” lanjut Husnawiyah.
Banyak dari sekolah-sekolah di Jember yang
semula berminat, setelah mengikuti
pembekalan yang diberikan dan mengetahui
kondisi lingkungan hidup SMA Negeri 5
Jember, malah menjadi patah semangat.
“Mereka hanya melihat keadaan fisik SMA
Negeri 5 Jember saja. Padahal keadaan fisik
SMA Negeri 5 Jember menjadi bagus seperti
ini juga karena peran serta aktif dan
berkelanjutan segenap warga sekolah.
Tentunya dengan kebijakan pimpinan sekolah
yang berpihak pada lingkungan hidup,” tambah
Husnawiyah.
Menanggapi
respon sekolah-sekolah di Jember itu, dalam
waktu dekat ini, Husnawiyah akan membentuk
tim khusus lingkungan hidup. Tim khusus ini
akan ditugaskan melakukan pendampingan ke
sekolah-sekolah lain di Jember yang memiliki
kemauan mewujudkan sekolah ramah lingkungan
hidup. Tim khusus itu akan terdiri dari
perwakilan siswa dan guru SMA Negeri 5
Jember yang selama ini menjadi motor
penggerak program lingkungan hidup di
sekolah. “Semoga dengan cara ini, ada
semakin banyak sekolah di Jember yang
berwawasan lingkungan hidup,” kata
Husnawiyah.
(ron) |