30 November 2009
Terbentuk, Kelompok LH RT 6 RW 8
Kelurahan Sawunggaling
Ingin Segera Wujudkan Kampung Stren
Sungai Yang Bersih Dan Hijau
Surabaya-
Dua puluh sembilan warga mengikuti
pertemuan RT 06 RW 08 Kelurahan
Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo,
Surabaya bersama Tunas Hijau, Senin
(30/11) malam. Warga yang hadir itu
berasal dari beberapa elemen yang
ada di kampung stren Kali Surabaya,
dekat Kodam V Brawijaya itu. Ada
perwakilan pemuda karang taruna, ada
bapak-bapak, ada ibu-ibu PKK dan ada
juga pengurus kampung. Mereka
bersama-sama membahas upaya-upaya
nyata yang akan dilakukan untuk
menciptakan kampung RT 06 RW 08
Kelurahan Sawunggaling.
Pertemuan itu diawali Tunas Hijau
dengan meminta perwakilan warga yang
minggu lalu mengikuti pelatihan yang
diselenggarakan BLH Provinsi Jawa
Timur untuk berbagi informasi
lingkungan hidup. Pada pelatihan
yang diselenggarakan dua hari di
Sidoarjo itu, sebelas warga RT 06 RW
08 Kelurahan Sawunggaling mengaku
mendapat banyak pengetahuan
lingkungan hidup untuk kampungnya.
Mulai pentingnya pemilahan sampah,
pengolahan sampah, pengomposan
sampah organik atau sampah basah,
hingga kunjungan ke kampung peduli
lingkungan hidup di Surabaya dan
Sidoarjo dilakukan pada pelatihan
itu.
Menurut mereka, pelatihan lingkungan
hidup dua hari itu berkesan dan
bermanfaat. “Melalui pelatihan ini,
saya jadi tahu bahwa air limbah
domestik dari rumah-rumah seyogyanya
diolah atau dijernihkan lebih dahulu
sebelum dibiarkan mengalir ke
sungai. Bila dibiarkan langsung
mengalir ke sungai tanpa pengolahan,
maka akan mencemari air sungai,”
kata Edi Santoso, salah satu kepala
rumah tangga di kampung ini yang
mengikuti pelatihan. Edi Santoso
berkeinginan, dalam waktu dekat,
kampung tempat tinggalnya bisa
nampak bersih dan hijau.
Siti Aminah, ketua PKK kampung yang
juga istri ketua RT 06 RW 08,
sependapat dengan Edi Santoso.
Selama dua hari pelatihan lingkungan
hidup itu, yang paling berkesan
menurut Siti Aminah adalah saat
melakukan kunjungan ke beberapa
kampung peduli lingkungan hidup di
Surabaya dan Sidoarjo. “Saya paling
berkesan dengan kunjungan ke kampung
Gundi. Sambutan warganya sangat luar
biasa. Ibu-ibu PKK dan anak-anak
kampung itu sangat kompak. Setiap
hari kampung itu selalu bersih,”
kata Siti Aminah.
Pada kunjungan ke kampung Gundi itu,
Aminah juga kagum dengan beberapa
model pengolahan sampah organik yang
dimiliki dan dioperasikan di kampung
itu. Ada keranjang komposter
keranjang Takakura yang juga
dimiliki sebagian kecil warga
kampungnya. “Ada komposter berbentuk
tong (aerob), duskura, bambukura dan
bentuk komposter lainnya,” kata Siti
Aminah. Aminah lantas berharap
semakin banyak komposter yang bisa
dioperasikan warga kampungnya yang
terdiri dari sekitar 80 rumah.
Lain halnya dengan Kusnadi, pemuda
penggiat karang taruna kampung itu
yang juga peserta pelatihan. Kusnadi
terkesan dengan kunjungan ke Kampung
Janti, Sidoarjo. “Di kampung ini
tidak ada pemilahan sampah yang
dilakukan di rumah-rumah. Namun,
mereka bisa menghasilkan kompos dari
sampah organik dalam jumlah yang
banyak,” kata Kusnadi. Lebih lanjut
Kusnadi berharap keterlibatan pemuda
karang taruna bisa dirasakan dalam
menciptakan kampungnya yang ramah
lingkungan hidup.
Samiati, ibu PKK kampung RT 6 RW 8
Kelurahan Sawunggaling yang juga
peserta pelatihan lingkungan hidup,
berharap ada penambahan jumlah dan
jenis komposter untuk mengolah
sampah organik warga kampung.
“Selama ini, tidak dipungkiri, masih
banyak warga kampung yang membuang
sampah organik langsung ke sungai.
Termasuk saya. Dengan penambahan
komposter berbentuk tong dengan
volume besar (aerob) di sepanjang
stren sungai, akan bisa mengurangi
warga kampung membuang sampah
langsung ke sungai,” kata Samiati.
Lebih lanjut, pada pertemuan warga
itu juga dibentuk kelompok swadaya
masyarakat (KSM) lingkungan hidup.
Pengurus KSM ini tidak hanya terdiri
dari pengurus RT atau pengurus PKK
kampung itu saja. Lebih dari itu,
pengurus KSM RT 6 RW 8 Kelurahan
Sawunggaling merupakan perpaduan
beberapa elemen masyarakat kampung
itu. Ada bapak-bapak yang sebagian
juga menjadi pengurus kampung, ada
ibu-ibu yang sebagian pengurus PKK
kampung, dan ada juga beberapa
pemuda yang mewakili karang taruna
kampung.
Beberapa rencana kegiatan untuk
menciptakan kampung stren sungai
yang ramah lingkungan hidup juga
sudah dibahas. Diantara rencana
tersebut adalah pengefektifan
koordinator per sepuluh rumah untuk
mengontrol kampung agar selalu
bersih. Ada rencana pelatihan daur
ulang sampah non organik bagi warga
kampung dan pemanfaatan lahan kosong
di sepanjang stren kali untuk
ditanami pepohonan produktif. Ada
juga rencana menambah jumlah dan
jenis komposter bagi warga kampung,
yang diawali dengan sosialisasi pada
seluruh warga untuk mengolah sampah
organik menjadi kompos dengan
komposter-komposter yang ada.
Sementara itu, pada seksi
pendidikan, rencananya akan
mengoptimalkan kelompok belajar yang
sudah berlangsung di kampung itu.
“Selama ini, kelompok belajar
anak-anak dilaksanakan sebulan dua
kali, yaitu pada Minggu I dan Minggu
III pukul 09.00 – 10.00 wib.
Tempatnya di salah satu sudut
kampung,” kata Kartika, ketua seksi
pendidikan pada KSM Lingkungan Hidup
RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling
yang baru terbentuk. Aktivitas di
kelompok belajar kampung ini, selama
ini, lebih pada membaca, menulis,
berhitung dan menempel. “Di kelompok
belajar ini juga masih belum ada
papan tulis. Kami juga berharap ada
pembelajaran bahasa Inggris yang
bisa diberikan,” kata Kartika.
(ron)