Headquarters: Semolowaru Indah T-9, Surabaya - 60119, Indonesia. Phone/Fax: +62-31- 5996816, Email: info@tunashijau.org

ProgramGaleri FotoGaleri PosterGaleri KomikGaleri LaguPenerbitanSekolah HijauProfilFakta & Info
 

30 November 2009

Terbentuk, Kelompok LH RT 6 RW 8 Kelurahan Sawunggaling

Ingin Segera Wujudkan Kampung Stren Sungai Yang Bersih Dan Hijau

Surabaya- Dua puluh sembilan warga mengikuti pertemuan RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya bersama Tunas Hijau, Senin (30/11) malam. Warga yang hadir itu berasal dari beberapa elemen yang ada di kampung stren Kali Surabaya, dekat Kodam V Brawijaya itu. Ada perwakilan pemuda karang taruna, ada bapak-bapak, ada ibu-ibu PKK dan ada juga pengurus kampung. Mereka bersama-sama membahas upaya-upaya nyata yang akan dilakukan untuk menciptakan kampung RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling.

Pertemuan itu diawali Tunas Hijau dengan meminta perwakilan warga yang minggu lalu mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BLH Provinsi Jawa Timur untuk berbagi informasi lingkungan hidup. Pada pelatihan yang diselenggarakan dua hari di Sidoarjo itu, sebelas warga RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling mengaku mendapat banyak pengetahuan lingkungan hidup untuk kampungnya. Mulai pentingnya pemilahan sampah, pengolahan sampah, pengomposan sampah organik atau sampah basah, hingga kunjungan ke kampung peduli lingkungan hidup di Surabaya dan Sidoarjo dilakukan pada pelatihan itu.

Menurut mereka, pelatihan lingkungan hidup dua hari itu berkesan dan bermanfaat. “Melalui pelatihan ini, saya jadi tahu bahwa air limbah domestik dari rumah-rumah seyogyanya diolah atau dijernihkan lebih dahulu sebelum dibiarkan mengalir ke sungai. Bila dibiarkan langsung mengalir ke sungai tanpa pengolahan, maka akan mencemari air sungai,” kata Edi Santoso, salah satu kepala rumah tangga di kampung ini yang mengikuti pelatihan. Edi Santoso berkeinginan, dalam waktu dekat, kampung tempat tinggalnya bisa nampak bersih dan hijau.

Siti Aminah, ketua PKK kampung yang juga istri ketua RT 06 RW 08, sependapat dengan Edi Santoso. Selama dua hari pelatihan lingkungan hidup itu, yang paling berkesan menurut Siti Aminah adalah saat melakukan kunjungan ke beberapa kampung peduli lingkungan hidup di Surabaya dan Sidoarjo. “Saya paling berkesan dengan kunjungan ke kampung Gundi. Sambutan warganya sangat luar biasa. Ibu-ibu PKK dan anak-anak kampung itu sangat kompak. Setiap hari kampung itu selalu bersih,” kata Siti Aminah.

Pada kunjungan ke kampung Gundi itu, Aminah juga kagum dengan beberapa model pengolahan sampah organik yang dimiliki dan dioperasikan di kampung itu. Ada keranjang komposter keranjang Takakura yang juga dimiliki sebagian kecil warga kampungnya. “Ada komposter berbentuk tong (aerob), duskura, bambukura dan bentuk komposter lainnya,” kata Siti Aminah. Aminah lantas berharap semakin banyak komposter yang bisa dioperasikan warga kampungnya yang terdiri dari sekitar 80 rumah.

Lain halnya dengan Kusnadi, pemuda penggiat karang taruna kampung itu yang juga peserta pelatihan. Kusnadi terkesan dengan kunjungan ke Kampung Janti, Sidoarjo. “Di kampung ini tidak ada pemilahan sampah yang dilakukan di rumah-rumah. Namun, mereka bisa menghasilkan kompos dari sampah organik dalam jumlah yang banyak,” kata Kusnadi. Lebih lanjut Kusnadi berharap keterlibatan pemuda karang taruna bisa dirasakan dalam menciptakan kampungnya yang ramah lingkungan hidup.  

Samiati, ibu PKK kampung RT 6 RW 8 Kelurahan Sawunggaling yang juga peserta pelatihan lingkungan hidup, berharap ada penambahan jumlah dan jenis komposter untuk mengolah sampah organik warga kampung. “Selama ini, tidak dipungkiri, masih banyak warga kampung yang membuang sampah organik langsung ke sungai. Termasuk saya. Dengan penambahan komposter berbentuk tong dengan volume besar (aerob) di sepanjang stren sungai, akan bisa mengurangi warga kampung membuang sampah langsung ke sungai,” kata Samiati.

Lebih lanjut, pada pertemuan warga itu juga dibentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) lingkungan hidup. Pengurus KSM ini tidak hanya terdiri dari pengurus RT atau pengurus PKK kampung itu saja. Lebih dari itu, pengurus KSM RT 6 RW 8 Kelurahan Sawunggaling merupakan perpaduan beberapa elemen masyarakat kampung itu. Ada bapak-bapak yang sebagian juga menjadi pengurus kampung, ada ibu-ibu yang sebagian pengurus PKK kampung, dan ada juga beberapa pemuda yang mewakili karang taruna kampung.

Beberapa rencana kegiatan untuk menciptakan kampung stren sungai yang ramah lingkungan hidup juga sudah dibahas. Diantara rencana tersebut adalah pengefektifan koordinator per sepuluh rumah untuk mengontrol kampung agar selalu bersih. Ada rencana pelatihan daur ulang sampah non organik bagi warga kampung dan pemanfaatan lahan kosong di sepanjang stren kali untuk ditanami pepohonan produktif. Ada juga rencana menambah jumlah dan jenis komposter bagi warga kampung, yang diawali dengan sosialisasi pada seluruh warga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dengan komposter-komposter yang ada.

Sementara itu, pada seksi pendidikan, rencananya akan mengoptimalkan kelompok belajar yang sudah berlangsung di kampung itu. “Selama ini, kelompok belajar anak-anak dilaksanakan sebulan dua kali, yaitu pada Minggu I dan Minggu III pukul 09.00 – 10.00 wib. Tempatnya di salah satu sudut kampung,” kata Kartika, ketua seksi pendidikan pada KSM Lingkungan Hidup RT 06 RW 08 Kelurahan Sawunggaling yang baru terbentuk. Aktivitas di kelompok belajar kampung ini, selama ini, lebih pada membaca, menulis, berhitung dan menempel. “Di kelompok belajar ini juga masih belum ada papan tulis. Kami juga berharap ada pembelajaran bahasa Inggris yang bisa diberikan,” kata Kartika. (ron)