|
15
Oktober 2008
Pelatihan Pengolahan Sampah Sisa Makanan SMA
Negeri 11 Surabaya
SMA Negeri 11 Surabaya merupakan salah satu
sekolah di Surabaya Barat yang sejak 2007
dibina oleh Tunas Hijau mulai dari kondisi
nol. Atau bisa dikatakan Tunas Hijau yang
mengawali upaya menjadikan SMA Negeri 11
Surabaya menjadi sekolah peduli dan
berbudaya lingkungan hidup.
Komposter atau pengolah sampah organik
menjadi pupuk kompos pun banyak terdapat di
sekolah ini. Total ada sepuluh keranjang
pengolah sampah sisa makanan dan dua tong
pengolah sampah daun.
Namun, cukup disayangkan, karena fenomena
sekolah umum kembali ditemukan di SMA Negeri
11 Surabaya. Fenomena umum tersebut adalah
tidak dioperasikannya dengan optimal
komposter yang ada di sekolah sejak empat
bulan terakhir. Yaitu sejak menjelang ujian
akhir semester, liburan sekolah hingga tahun
ajaran baru.
Melihat fenomena tersebut, Tunas Hijau pada
15 Oktober 2008 mengadakan workshop
pengolahan sampah sisa makanan yang
diperuntukkan bagi tim hijau dan guru SMA
Negeri 11 Surabaya. Peserta workshop yang
hadir juga dibekali pengetahuan mengapa
harus mengolah sampah sisa makanan, yang
juga sebagai upaya menghambat lajunya
perubahan iklim.
Pada workshop itu, Tunas Hijau juga
mengingatkan bahwa bukan hanya sisa makanan
saja yang perlu diolah. Sampah dedaunan juga
harus diolah menjadi pupuk kompos. ”Sampah
dedaunan juga dapat menghasilkan gas metana
jika tidak diolah. Gas metana adalah salah
satu gas rumah kaca yang cukup banyak
ditemukan di atmosfer bumi. Sedangkan daya
panas gas metana 25 kali lebih besar dari
gas karbondioksida,” kata aktivis Tunas
Hijau Adetya Firmansyah yang menjadi
fasilitator workshop itu. (adetya/roni) |